SELEBRITI

Yuyun Sukawati Kecewa Sang Suami Hanya Divonis 2 Tahun Penjara

Selasa, 14 September 2021 08:08

Yuyun Sukawati © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Fajar Umbara terdakwa kasus penganiayaan anak di bawah umur, divonis hukuman 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (13/9/2021). Fajar Umbara terbukti bersalah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak Yuyun Sukawati. Bukan cuma hukuman penjara, Fajar Umbara juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta.

Menanggapi putusan Pengadilan Negeri Tangerang, istri Fajar Umbara, Yuyun Sukawati, sebagai pelapor merasa tidak puas dengan vonis dua tahun penjara. Menurut Yuyun, vonis tersebut jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Aku apa ya kecewa sih mas, jauh dari tuntutan jaksa 4,5 tahun, turunnya 2,5 tahun, istilahnya divonis cuma 2 tahun. Sedangkan di situ sudah diterangkan hakim bahwa Fajar sudah bersalah, pembuktiannya sudah. Dan semuanya itu istilahnya pledoi dan alasan-alasan Fajar sudah ditolak, jadi sudah memenuhi semuanya, unsurnya," kata Yuyun saat dihubungi, Senin (13/9/2021).

1. Banyak Bukti Tak Dibacakan

Menurut Yuyun, banyak bukti-bukti yang tidak dibacakan dalam persidangan, seperti luka berat, visum, dan juga hasil rontgen. Tak cuma itu, terkait biaya operasi yang menghabiskan biasa hingga Rp 100 juta pun tidak dibacakan oleh hakim ketua.

"Tapi di sini anak aku psikisnya kena, traumatiknya dan sudah konseling dan ada dari dokter psikolog hasilnya. Kok kenapa tadi nggak dibacakan dengan yang mulia hakim gitu. Kemudian satu lagi juga biaya operasi yang ampe 100 juta itu dari dokter bedah yang harus segera di operasi itu juga tidak dibacakan," kata Yuyun.

"Jadi pertanyaan apakah dari JPU sudah diberikan semua kah berkas-berkas kepada Yang Mulia Hakim, itu sih yg aku pengin tanyakan kepada Jaksa. Terus udah gitu, kayak banyak chat-an dari Fajar yang mengatakan tidak baik ke anak saya maupun ancaman juga tidak dilampirkan di situ," tambah Yuyun.

2. Saksi Tak Dihadirkan

Kemudian, ada juga saksi-saksi yang tidak dihadirkan dalam persidangan. Padahal, Yuyun sendiri ingin saksi-saksi tersebut hadir dalam persidangan, terutama dokter.

"Terus pokoknya ada beberapa dan saksi juga dari saksi dokter yang saya pengin itu dihadirkan. Kami sudah bersurat dari lawyer kepada Jaksa dan termasuk saksi yang di BAP tapi kenapa tidak dihadirkan. Nah terus cukup dengan surat tapi kita lebih afdol kalau datang, dokter bedah siap datang, psikolog siap datang tapi tidak dihadirkan," kata Yuyun.

"Terus saksi yang mengantarkan aku ke dokter waktu visum dan ke laporan sudah datang dan hadir di Persidangan tetapi kesalahan teknis gitu bahwa saksi telah masuk di rumah sidang. Mestinya di luar tapi mestinya diberi tahu antara lawyer dan jaksa tapi enggak tahu kenapa ada di ruang sidang, akhirnya diijinkan tapi tidak diijinkan," tutup Yuyun.


REKOMENDASI
TRENDING