SELEBRITI

Zumi Zola Terima Gratifikasi Miliaran Sejak Awal Menjabat Gubernur Jambi

Jum'at, 24 Agustus 2018 15:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Zumi Zola ©merdeka.com/dwi narwoko

Kapanlagi.com - Ketika tertangkap oleh KPK, Gubernur Jambi Non Aktif Zumi Zola baru kurang lebih dua tahun menjabat sebagai kepala daerah. Namun jumlah gratifikasi yang diterima oleh mantan aktor sinetron ini luar biasa. Jumlahnya mencapai Rp 40 miliar dan USD 177,300, dan SGD 100 ribu.

Uang tersebut ternyata diterima oleh Zumi sejak awal ia menjabat sebagai Gubernur Jambi. Tepatnya pada tahun 2016 silam, dan nilai gratifikasi awalnya pun luar biasa banyaknya.

Bagaimana cara Zumi menerima gratifikasi sejak awal menjabat sebagai Gubernur? Fakta-fakta yang disajikan di sidang perdana kasus Zumi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/8) mengungkap segalanya.

1. Marah Ketika Tak Ada Anggaran Sisa

Ketika Zumi baru menjabat sebagai gubernur, ia menanyakan sisa anggaran proyek tahun 2016. Kala itu, sejumlah kepala bidang di dinas pekerjaan umum Provinsi Jambi melaporkan bahwa tidak ada anggaran sisa di tahun 2016. Kecewa dengan laporan itu, Zumi langsung mengganti kepala-kepala bidang di dinas tersebut.

Setelah itu ia mempercayakan semua proyeknya kepada Apif Firmansyah. Zumi pun menunjuk Apif sebagai ketua tim yang mengurus segala proyek di Provinsi Jambi. Total Apif memberikan gratifikasi sebesar Rp 34.639.000.000.

Setelah melakukan pergantian kepala bidang, Zumi memerintahkan Apif mencari rekanan lain. Digandenglah Muhammad Imaduddin alias Iim selaku rekanan proyek lelang tahun 2016 yang belum dilelangkan.

2. Dapat Tambahan Gratifikasi Dari Iim

Melalui Apif, Zumi meminta agar Iim loyal menyiapkan jatah baginya termasuk kebutuhan pribadi ataupun kebutuhan politik. "Muhammad Imaduddin alias Iim sejak Februari 2016 bersedia membantu keperluan terdakwa hingga mencapai keseluruhan Rp 1.235.000.000," ucap jaksa Tri Anggoro Mukti, Kamis (23/8).

Hingga saat itu Iim berhasil mengumpulkan Rp 33.404.000.000 dan diserahkan kepada Apif untuk kemudian diteruskan kepada Zumi. Kemudian ditambahkan gratifikasi dari Iim sebesar Rp 1.235.000.000, sehingga jumlahnya jadi Rp 34.639.000.000 yang diserahkan oleh Apif kepada Zumi.

3. Uang Miliaran dan Mobil Mewah

Selain menerima dari Apif dan Iim yang jumlahnya mencapai Rp 36,6 miliar, Zumi juga menerima gratifikasi dari Asrul Pandapotan Sihotang sebesar Rp 2.770.000.000, USD 147,300. Ia juga menerima satu unit Toyota Alphard dari Asrul.

Sementara penerimaan gratifikasi lainnya berasal dari Arfan, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jambi, sebesar Rp 3.608.000.000, USD 30 ribu, dan SGD 100 ribu. Ditotal, gratifikasi yang diterima oleh Zumi selama hampir dua tahun menjabat adalah Rp 40 miliar, USD 177,300, dan SGD 100 ribu.

4. Untuk Keperluan Pribadi dan Partai

Zumi Zola tidak sendirian menikmati uang hasil gratifikasi yang ia terima. Sebagian ia serahkan kepada partai tempatnya bernaung. Zumi juga memberi suap dengan total Rp 16.490.000.000 kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Uang suap tersebut diberikan Zumi terkait ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Selain itu Zumi juga menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi. Mulai dari membeli action figure dengan harga puluhan juta, membayari belanja online istri, membeli hewan kurban hingga berangkat umrah dan ke Amerika Serikat.

Reporter: Merdeka.com/Yunita Amalia

(kpl/phi)


REKOMENDASI
TRENDING