SINETRON

Suami Divonis Penjara 5 Tahun, Kuasa Hukum Dhawiya: Kami Merasa Dizolimi

Jum'at, 03 Juli 2020 17:51

Dhawiya © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Muhammad Anis Basurrah, suami Dhawiya Zaida, dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun atas tindak permufakatan jahat lantaran menyalahgunakan narkotika. Putusan ini dibacakan dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Jumat (3/7/2020).

Mendengar putusan hakim dalam sidang tersebut, Dhawiya merasa sangat terpukul hingga menitikkan air mata. Akan tetapi, wanita berusia 34 tahun ini mengaku sudah membayangkan hukuman apa yang akan diterima oleh sang suami sebelumnya.

"Ya seperti yang sudah saya bayangkan, tuntutan hakim 7 tahun dengan denda 1 miliar subsider 6 bulan. Saya yakin putusan nggak bisa jauh. Saya bener-bener speechless gak bisa ngomong tapi saya tetep mengupayakan keadilan untuk suami saya," ungkap Dhawiya.

1. Ajukan Banding

Dhawiya yang didampingi oleh kuasa hukumnya saat ini sedang mengupayakan banding karena putusan tidak sesuai dengan fakta yang terungkap. Disebutkan bahwa terdapat tindak permufakatan antara terdakwa satu Muhammad Anis Basurrah dan terdakwa dua Muhammad Syafiq dalam penyalahgunaan sabu.

"Kami mengajukan banding karena fakta yang terungkap di persidangan tidak ada mufakatan jahat sesuai dengan dituntut JPU. Karena fakta yang terungkap di persidangan itu kedua terdakwa tidak merencanakan terlebih dahulu menggunakan barang itu bersama-sama pas agenda pemeriksaan terdakwa yang memberikan keterangan. Dengan begini kita mengupayakan banding," tutur Malwan Hadiman selaku kuasa hukum Dhawiya.

2. Merasa Dizolimi

Lebih lanjut, pihak Dhawiya yang merasa dizolimi menjelaskan kronologi yang terjadi antara terdakwa satu dan dua. Malwan menegaskan bahwa tidak terbukti adanya permufakatan antara kedua terdakwa.

"Jelas kami merasa dizolimi, harusnya fakta yang terungkap pasal 127 malah yang diputus 112 juncto 123 itu tidak terbukti, permufakatan jahat apa yang dituduhkan kan. Fakta mana yang terungkap di persidangan yang terdakwa 1 dan 2 untuk bermufakat jahat menggunakan sabu tersebut," tegas Malwan.

"Berdasarkan kan hasil hp yang disita tidak terbukti adanya percakapan terdakwa 1 dan 2 untuk menggunakan barang itu bersama-sama melainkan fakta terungkap terdakwa 1 menggunakan barang itu sendiri, datanglah terdakwa 2 untuk mengurus paspor. Terdakwa 2 terus kemudian setelah makan ke kamar mandi, dia menemukan sabu dan alat hisap lalu dia minta ke terdakwa 1. Sehingga di situ tidak ada permufakatan jahat tetapi kebetulan saja," sambungnya.

3. Belum Bisa Berkomunikasi

Hingga sidang dilaksanakan, Dhawiya belum berkesempatan untuk menemui dan berkomunikasi secara langsung dengan suaminya sama sekali.

"Belum bisa komikasi, belum bisa dapat kesempatan untuk besuk. Terakhir berhubungan sama pas tuntutan dan saya berkomunikasi dengan pengacara untuk keadilannya," ujar putri bungsu Elvy Sukaesih ini.

4.

Dhawiya yang mengharapkan kelancaran sidang vonis mengaku sempat minta doa pada keluarga agar ketidakadilan yang diterima suaminya dapat segera terselesaikan.

"Saya ngobrol sama keluarga, saya minta doa. Mereka berusaha menguatkan saya. Kita semua kaget karena kita semua tau Muhammad itu adalah korban penyalahgunaan. Pun saat di tangkap dia dalam masa pengobatan di RSKO," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING