Hendy 'Baba Rafi' Setiono Terhenti di Episode Pertama THE APPRENTICE ASIA

Jum'at, 31 Mei 2013 13:21 Penulis: Mahardi Eka
Hendy 'Baba Rafi' Setiono Terhenti di Episode Pertama THE APPRENTICE ASIA dok. Press Release
Kapanlagi.com - Nasib berbeda dialami dua wakil Indonesia di THE APPRENTICE ASIA. Langkah Hendy "Baba Rafi" Setiono (pendiri dan CEO Baba Rafi Enterprise) terhenti di episode perdana sementara Dian Krishna - Puteri Indonesia 2003, Mrs. Indonesia 2009 dan mantan penyiar & humas MetroTV - melangkah ke episode ke-2 THE APPRENTICE ASIA. 

Pada episode perdana, Tony menguji kemampuan penjualan para kandidat dengan menugaskan mereka ke pasar tradisional untuk menjual ikan-ikan segar. Tujuannya? Gampang. Mencetak laba. "Bisnis itu sulit namun simple: Raihlah Keuntungan," pesan Tony pada para kandidat.

Para kandidat kemudian dibagi menjadi dua tim berdasarkan gender: Tim pria yang memilih nama "Tim Mavericks" dan Tim wanita yang memilih nama "Tim Apex". Dian Krishna yang sangat yakin dengan kemampuan timnya menyatakan: Walaupun diberi nama "Susan" (note: bukan nama-nama "hebat" atau bombastis), tim kita akan tetap menang.

Sementara Hanzo sangat optimis, "Tim wanita tidak akan menang, mereka (note: karena tim wanita adalah perempuan-perempuan eksekutif dan mapan) tidak akan mau mengotori tangan mereka yang cantik."

Hendy Setiono dari Indonesia langsung mengajukan diri sebagai Project Manager Tim Mavericks, dan Aisyah dari Malaysia dipilih oleh anggota timnya karena dia dianggap paling paham kondisi pasar tradisional di Malaysia.

Kekacauan terjadi dalam tim pria. Semua orang mencoba mengambil alih
kepemimpinan - sehingga project manager Hendy Setiono kebingungan. Setelah cukup lama beradu ide dan pendapat, mereka memutuskan untuk mencari tahu harga pasar dari kios-kios lain sebelum mulai berjualan. Tapi, Hanzo (Ng Kian Tat) yang menyebut dirinya sebagai "sales ninja" terlalu bersemangat dan mulai menarik pelanggan dan berjualan sebelum harga-harga ditetapkan.

Anggota tim lainnya mengikuti langkahnya dan mulai berjualan juga - dengan harga jauh di bawah harga pasar. Pria asal Perancis, Alex, bahkan berpura-pura menjadi chef asal Perancis untuk menarik pelanggan - sebuah langkah yang dikritik Tony sebagai hal yang tidak etis. Menjelang waktu habis, atas desakan Nate, Hendy memutuskan untuk menjual ikan dengan margin 30 persen, namun semuanya sangat terlambat. Kerugian besar telah terjadi.

Sebaliknya, Apex, melakukan tantangan ini dengan cemerlang. Harga-harga ditentukan dengan jelas, penjualan lancar, dan mereka menunjukkan kerja tim yang hebat. Namun, project manager, Aisyah, memberikan label harga yang tidak tepat untuk udang mahal - tim mereka rugi RM 300 untuk satu jenis udang saja.

Sebagai langkah terakhir untuk menjual semua ikan mereka, kedua tim
melakukan aksi jemput bola dan pergi ke jalan-jalan, dan memasuki restoran demi restoran, kios demi kios untuk menjaring pelanggan. Apex sangat bersikeras untuk untuk mempertahankan margin yang tinggi, dan menggunakan pesona kecantikan mereka untuk meningkatkan penjualan.

Langkah ini berhasil, mereka bisa menjual semua ikannya dengan harga yang oke. Namun, Tim Mavericks melakukan langkah sebaliknya - putus asa, mereka mengobral murah ikan mereka.

Hasilnya, Apex membukukan kerugian RM 186. Namun untungnya, Tim Mavericks mencetak kerugian lebih besar: RM 654 atau rugi 40%. Tony mengatakan: Apex bisa menang karena penampilan buruk Mavericks.

Suasana "persidangan" THE APPRENTICE ASIASuasana "persidangan" THE APPRENTICE ASIA

Di akhir episode, Tim Mavericks harus mempertanggungjawabkan kekalahannya dari Tim Apex. Hanzo dianggap melakukan blunder karena langkah pertamanya menarik pelanggan sebelum tim siap dengan harga jual, Samuel dianggap paling lemah kemampuan berjualan, dan Hendy dianggap kurang memiliki kemampuan kepemimpinan dan tidak memiliki strategi. Tony mengatakan pada Tim Mavericks: Ini adalah kekacauan terparah. Langkah kalian itu sama saja menggali kubur sendiri. Jelas, sebagai Project Leader, Hendy harus menghadapi sesi eliminasi. Seperti format THE APPRENTICE lainnya, Hendy harus memilih dua anggota timnya ke sesi eliminasi. Namun, Hendy Setiono mengambil langkah yang bisa dibilang paling aneh dalam sejarah The Apprentice, ia memilih dua orang terkuat dalam timnya: Alex dan Nash.

Alasannya? "Tuan Fernandes, ini adalah dua anggota tim saya yang terkuat. Mereka pantas menjadi THE APPRENTICE. Sebagai pemimpin proyek, saya bertanggung jawab atas kekalahan tim".  Tony pun langsung bertindak tegas: "Saya tahu arah pembicaraan kamu. Hendy, You're Fired!" Kemudian, Hendy pun harus berkemas pulang meninggalkan acara ini.

"Sebagai project leader, saya harus berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas risiko tersebut. Karena tim saya kalah, saya harus bertanggung jawab atas kekalahan ini. Saya mengambil hikman dan pembelajaran dari pengalaman ini. Yang paling berkesan adalah, walaupun cuma sehari, tetapi saya bisa menjadi pimpinan dengan anak buah dari berbagai negara. Saya juga paham sekarang. bagaimana rasanya tereliminasi dan dipulangkan. Tapi pastinya, ke depan berusaha lebih baik lagi," kata Hendy pasca eliminasi.

Hendy mengaku langsung mendapat tawaran peluang berjualan Kebab Baba Rafi di Air Asia. "Ini adalah suatu kehormatan sekaligus kesempatan besar bagi Kebab Baba Rafi." Tak lupa dia mengajak penonton untuk terus menyaksikan The Apprentice Asia: "Banyak pembelajaran positif di sana."

Kini, Indonesia menaruh harapan pada Dian Krishna untuk bersaing dengan para kandidat lain dan diuji kemampuan mereka di bidang penjualan, negosiasi, kreatifitas, manajemen, branding dan kepemimpinan.

Kepada siapa Tony mengatakan "You're fired!" dan "You're hired!?" Saksikan THE APPRENTICE ASIA setiap Rabu jam 20:05 WIB di AXN, melalui Indovision (ch. 154) First Media (ch. 51 - digital; ch. 332 - HD), Aora (ch. 415), Telkomvision (ch. 122), Groovia TV (ch. 553), NexMedia (ch. 306), Skynindo (ch. 22), Topas TV (ch. 261).

 

(prl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING