Trans TV Siap Berunding Soal 'Wayang Bandel'

Sabtu, 19 Mei 2012 15:35 Penulis: Darmadi Sasongko
Trans TV Siap Berunding Soal 'Wayang Bandel' Olga Syahputra
Kapanlagi.com - Hingga kini pihak Trans TV selaku stasiun televisi yang menayangkan programáWayang Bandelábelum juga menerima surat somasi dari siapapun, terkait tuduhan pelecehan agama tertentu lewat program sitkom tersebut. Namun demikian pihaknya siap melakukan pembicaraan untuk menemukan solusi terbaik.

Hadiansyah Lubis, selaku Head of Marketing and Promotion Trans TV, saat dihubungi KapanLagi.com«, Rabu (16/5) berharap masalah ini tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan.

"Berharap sih masalah nggak berlarut-larut yah, semoga bisa terselesaikan secepatnya. Karena apa yang kami buat dalam program tersebut memang nggak ada niat atau kesengajaan untuk melecehkan sebuah golongan atau agama tertentu," ungkapnya.

Namun demikian pihaknya belum menerima langsung somasi dari pihak The Hindu Center of Indonesia, yang sebelumnya berencana akan mensomasi stasiun dan para artis pendukung program tersebut. Juga belum ada pemberitahuan rencana kedatangan mereka terkait somasi tersebut.

"Sejauh ini masih ingin mempelajari seperti apa isi somasinya, keluhannya seperti apa. Kalaupun harus ada pertemuan langsung, kami akan mendukung untuk diselesaikannya hal ini dengan baik-baik," tegasnya.

Sebelumnya, President The Hindu Center of Indonesia, Arya Wedakarna berencana melayangkan somasi pada Trans TV dan menuntut para artis pendukung program acara tersebut yakni Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Ayu Dewiádan Yadi Sembako untuk meminta maaf.

Tayangan Wayang BandeláSabtu (12/5/2012) lalu, dalam salah satu programnya mengangkat tema Sastra Mahabrata, di mana saat itu para artis menampilkan dialog antara Pandawa dan Kurawa dengan latar belakang Istana Hastanipura dan Istana Indraprasta.

Mereka yang sebenarnya memerankan figur suci dalam kitab Weda, yaitu Yudhistira, Drupadi, Duryodhana dan Dursasana, justru bersikap main-main yang syarat pelecehan. Kata-kata kasar dari dialog tidak mencerminkan tokoh suci, bahkan jauh dari nilai kepatutan. Mereka dinilai melecehkan simbol-simbol suci agama Hindu. Atas hal tersebut pihak Trans TV siap memperbaikinya.

"Kalau tayangan programnya sih pasti ada pro dan kontra yah, itu wajar. Karena yang nonton pun pasti beraneka ragam, baik dari agama dan golongannya. Namun kami akan berusaha menyelesaikan ini dengan cara yang baik, supaya tak ada pihak yang tersakiti," pungkasnya.

(kpl/ato/dar)


REKOMENDASI
TRENDING