

"Saya bergetar jiwa saya. Ketika saya turun dari mobil, itu para pendukung takbir, gemuruh shalawat dan takbir. Ini yang membuat saya bergetar. Saya sering kali memimpin shalat Jumat, dan lain-lain, seringkali bergetar saaat ucap shalawat. Jadi bukan karena saya takut bersalah," jelas Rhoma saat menghadiri acara di kediaman pedangdut Nassar, di Batu Ceper, Tangerang, Banten (15/8)
Sebagai umat muslim yang taat pada agama, Rhoma menilai peristiwa kemarin adalah cobaan dirinya di bulan Ramadan tahun ini. Menurut Rhoma, jika dirinya dinyatakan bersalah oleh panwaslu ia tidak akan berhenti untuk berdakwah.
"Kalau dinyatakan tidak bersalah oleh Panwaslu, saya tidak akan berhenti untuk ceramah seperti ini. Bukan harus dihentikan atau dikurangi," papar Rhoma.
(kpl/gum/dew)