

"Itu alasan pertama, yakni dari segi konten atau substansi, ceritanya merusak citra Islam lewat kelakuan seorang pemeluk yang mustahil seburuk itu," ujarnya.
Ia lalu menuturkan sebagian isi cerita, di antaranya tentang kelakuan si anak berebut istri keempat ayahnya lalu sang ayah memperkosa istri mudanya yang masih remaja dan belum siap melakukan hubungan seksual.
"Alasan kedua, HAREEM ditayangkan jam 19.00 WIB, tidak mencantumkan kategori (penonton), sehingga bertentangan dengan surat pedoman siaran (SPS) KPI," ujarnya.
Muttamimul Ula memperkirakan, pada prime time tersebut, anak-anak masih terjaga sehingga HAREEM sangat berpeluang ditonton mereka, juga oleh remaja di bawah umur.
Alasan ketiga, demikian ungkap Muttamimul Ula, di dalam website KPI, mereka menyiarkan adanya tiga protes dari masyarakat yang sekaligus minta dihentikannya tayangan sinetron tersebut.
"Hal ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tidak menghendaki sinetron HAREEM," tegasnya.
Atas pertimbangan tersebut tidak ada alasan lagi bagi KPI untuk tetap diam serta tak mengambil tindakan lebih lanjut atas HAREEM.
HAREEM sendiri didukung oleh artis-artis tenar tanah air, di antaranya Shandy Aulia, Tommy Kurniawan, dan Teddy Syah. (kpl/npy)
Ahmad (Senin, 02 Maret 2009 22:34)
magdalena (Kamis, 05 Maret 2009 00:53)
irgan (Jum'at, 06 Maret 2009 17:41)
rosi (Sabtu, 21 Maret 2009 17:54)
az (Sabtu, 21 Maret 2009 23:06)
