in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

Hasil Tes Rambut Lucinta Luna Dinyatakan Positif Narkoba, Kuasa Hukum Buka Suara

Rabu, 08 Juli 2020 23:08

Lucnita Luna / Credit: Instagram - lucintaluna

Kapanlagi.com - Sidang lanjutan dari kasus kepemilikan narkoba Lucinta Luna kembali berlangsung. Seperti diketahui, sebelumnya Lucinta menyebut jika dirinya dipaksa mengaku oleh pihak kepolisian atas kepemilikan ekstasi yang ditemukan di tong sampah apartemennya.

Dari hasil tes urine, Lucinta memang dinyatakan negatif narkoba. Namun dari hasil tes rambut, Ia dinyatakan positif. Kuasa hukum pelantun Jom Jom Manjalita itupun buka suara mengenai hasil tes tersebut.

"ini saksi ahli ya yang memeriksa hasil laboratorium dari BNN. Ternyata hasil tes urine negatif, cuma hasil tes rambut positif. Tapi dari hasil tes rambut tidak bisa dideteksi secara akurat kapan saudara terdakwa menggunakan ekstasi tersebut, bisa sebulan sebelumnya bahkan sampa jangka waktu 3 bulan sebelumnya," ungkap Kuasa Hukum Lucinta Luna, AAFS di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (8/7/2020).

1. Tidak Tahu Kapan LL Terakhir Menggunakan Narkoba

Mengetahui hasil tes rambut tersebut, kuasa hukum berharap agar majelis hakim bisa mempertimbangkan lagi hukuman untuk LL. Menurutnya, bisa saja Lucinta menggunakan obat-obatan terlarang beberapa bulan lalu, namun sekarang sudah berhenti.

"Sama aja waktu temen-temen Slank declare, 'Saya dulu pengguna tapi sekarang sudah berhenti'. Kan tidak bisa dipidana, tidak mempidanakan yang sudah lalu. Kita lihat juga nanti, kami akan mendatangkan saksi ahli yang akan menanyakan lebih detail bahaya obat-batan itu. Sejauh mana karena dari hasil berita acara pemeriksaan polisi, urine itu negatif Benzodiazepin, kalau hasil pemeriksaan BNN urinenya negatif, yang mana betul. Nanti kita lihat lagi," sambungnya.

2. Banyak Inkonsistensi Pada Pernyataan JPU

Sejak awal, kuasa hukum LL menemukan banyak statement pihak JPU yang tidak konsisten. Ia pun berharap agar majelis hakim bisa mendalami kasus ini lebih jauh dan mengambil keputusan yang terbaik untuk kliennya.

"Dari awal penyidik menurut saya meringankan, karena banyak inkonsistensinya. Terutama saat mereka menyatakan menemukan ekstasi 2 butir di tempat sampah. Yang pertama bilang sampahnya dibuka-buka dulu, yang kedua bilang ada di paling atas. Sementara pas kita konfrontir dengan saksi barusan, sore dia baru buang bungkus indomie. Ya biarkan majelis hakim memutuskan," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING