in partnership with Indosiar
 
DANGDUT

[Kisah] Uyaina Arshad Host DA Asia 4 Pernah Depresi - Sayat Tangannya Dengan Pisau

Rabu, 21 November 2018 17:10 Penulis: Mita Anandayu

Uyaina Arshad © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Uyaina Arshad wanita asal Malaysia yang mampu membawa pulang mahkota Putri Muslimah Asia 2018 merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tidak hanya memiliki wajah yang cantik, Uyaina Arshad yang saat ini menjadi salah satu host dalam acara Dangdut Academy Asia 4 ternyata juga memiliki kecerdasan yang memukau. Terbukti bahwa selain menjadi pembawa acara dia adalah seorang pengacara muda yang berbakat loh.

Saat ditemui pada tanggal 17 November 2018, dirinya mengakui bahwa sebelumnya ia tak pernah terlibat dalam Dangdut Academy Asia 4. Saat dinyatakan ia resmi bergabung dengan ajang pencarian bakat tersebut, ia merasa bangga dan senang karena bisa berkolaborasi dengan beberapa host yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Mendapat kepercayaan tak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Ketika Uyaina Arshad diberi kepercayaan oleh Indosiar, ia berusaha memberikan yang terbaik. Walaupun pada awalnya ia merasa takut karena siaran live selama lima jam. Namun sekarang, menurutnya lima jam terasa begitu cepat.

Ketika ia ditanya apakah sudah bisa beradaptasi, Uyaina mengaku awalnya ia merasakan sakit di badannya dengan jadwalnya yang padat. Namun kini ia  mengaku telah terbiasa.

"Kalau hari pertama sampai hari ketiga itu, balik badan pegal-pegal, sakit sana sakit sini, balik ke hotel tidur dan terus tidur, tapi setelah seminggu badan sudah mulai adaptasi dengan jadwalnya dengan rutinnya, jadi okay lah," jawabnya

1. Perbedaan Bahasa Membuat Uyaina Arshad Sulit Menerima Jokes

Sudah menjadi hal biasa jika para host seperti Ramzi, Irfan Hakim dan Gilang Dirga selalu mengundang gelak tawa penonton. Baik dalam acara Dangdut Academy dan Dangdut Academy Asia aksi konyol para host selalu berhasil menghibur, entah dengan cara menggoda komentator ataupun para finalis.

Ketika Uyaina Arshad ditanya soal apakah sudah terbiasa bercanda dengan host lainnya, ia merasa masih sulit untuk berinteraksi dengan yang lain karena perbedaan bahasa.

"Mula-mula Yana susah bercakap di atas pentas, susah berinteraksi dengan mereka, mungkin masalah perbedaan bahasa. Ada beberapa bahasa Indonesia yang Yana tak paham, jadi kalau mereka buat joke, Yana suka diam saja. Tapi setelah berhari-hari jumpa, Yana belajar dan tahu bercandaannya," jawabnya.

2. Uyaina Arshad Pernah Depresi, Apa Penyebabnya?

Uyaina Arshad sempat merasakan depresi ketika dirinya berumur 17 tahun, saat itu dirinya mengenyam pendidikan di sekolah yang elite. Ia merasa tertekan karena harus memiliki prestasi, aktivitas dan reputasi yang bagus supaya bisa masuk universitas yang bagus.

Adanya beberapa tuntutan seperti itu membuatnya depresi yang berujung melukai dirinya sendiri dengan cara menyayat tangannya dengan pisau. Atas perbuatan cerobohnya tersebut ia jadi tahu bahwa depresi adalah masalah yang serius. Uyaina Arshad beranggapan jika depresi tidak hanya ditangani oleh orang lain, tapi kesadaran diri sendirilah merupakan hal yang paling utama. 

"Nah depresi itu adalah penyakit yang sangat-sangat berbahaya. Paling berbahaya di dunia ini, bukan kanker, penyakit kronis lainnya, tapi depresi adalah yang utama," ungkapnya.

3. Uyaina Arshad Tak Mau Hilangkan Bekas Sayatan Akibat Depresi

Pada tangan kiri Uyaina Arshad sudah ada delapan sayatan yang mengingatkan dirinya agar tidak melalukan hal ceroboh lagi seperti saat dirinya masih remaja.

"Luka (di tangan) ini juga yang membuat Yana lebih matang, dan Yana memandang depresi bukan masalah yang kecil, jadi Yana suka mengimbau kepada teman-teman Yana agar jangan lukai hati orang lain," tuturnya.

Terlebih saat ini semua orang dapat berkomentar sesuka hatinya di media sosial. Uyaina Arshad berharap agar warga net lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial saat mereka berkomentar misalnya. Dirinya memiliki asumsi bahwa kata-kata lebih tajam daripada pedang.

"Hidup kita ini tak lama, jadi jangan gunakan hidup untuk asyik mengkritik orang, cari kesalahan orang. Jangan sia-siakan hidup ini," ungkap pesan terakhirnya.

Penulis: Nanda Sukma

(kpl/dan/mit/mag/nan)

Editor: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING