EKSKLUSIF
Fenomena Grupies (4)

Sejarah Grupies di Indonesia, Sudah Ada Sejak 70-an

Sejarah Grupies di Indonesia, Sudah Ada Sejak 70-an



Selasa, 30 Juli 2013 16:31 | 

Chrisye


Kapanlagi.com - Cerita tentang grupies yang mengikuti band-band dalam negeri memang jarang muncul di media. Namun, di kalangan personil band, grupies sudah menjadi cerita umum. Band-band lawas punya cerita tentang sejarah grupies yang biasa mengikuti mereka saat pentas.

"Saya sendiri sebenarnya dulu agak bingung untuk mendefinisikan fans berat apa grupies. Soalnya di zaman-zaman awal Superman is Dead itu muncul sekitar 3 tahun pertama, itu tahun 98 sampe awal 2001an, kita hidup dengan kondisi yang bisa dikatakan sangat sangat liar dan berotak pendek yang cuma mikir gimana cara have fun dan rock n roll," ujar Jerinx, personil SID saat berkunjung di kantor KapanLagi.com® beberapa waktu lalu.

Band yang berbasis utama di Bali ini blak-blakan tentang kelakukan 'nekat' grupies. "Saat-saat tergila dengan idola, itu adalah saat di mana mereka rela menyerahkan dan merelakan apa saja buat saya. Ya perhatian, ya kasih sayang, ya kesenangan, ya seks. Bahkan gilanya lagi, mereka ada yang nawarin adik atau saudaranya buat saya, pokoknya semuanya serba gila di saat-saat itu. Itulah saat di mana mereka mau menyerahkan segalanya buat saya," jelasnya.

Di era tahun 90-an, personil GIGI masih segar dan menggoda. Tak heran jika Armand Maulana juga punya kenangan tentang grupies waktu itu. "Kalau buat gue grupies itu dari dulu ya udah gitu. Itu pasti akan selalu ada. Dari zaman dulu sampai sekarang, mau band baru atau band lama pasti ada grupies yang mengikuti," ujar Armand kepada KapanLagi.com®, Senin (22/7).

Merkipun mengaku tak pernah menanggapi serius, ada saat GIGI 'hilang kendali'. "Pernah, ada anak orang ikut jalan di mobil. Tapi kita langsung turunin, wah anak orang bahaya kalau ada apa-apa gitu kita mikirnya. Jaman kita ABG-lah tahun 90-an," jelasnya.

Sikap ketat manajemen, lanjut Armand, membuat GIGI bisa mengontrol grupies. "GIGI itu herannya nggak ada grupies dari dulu. Kalau senang satu personil itu ada. Tapi grup cewek yang ikut ke mana-mana tu gak ada. Mungkin takut sama kumisnya Budjana. Atau karena treatment Dani Pete selaku manajer yang keras banget, jangankan grupies, panitia itu kalau mau ajak kita mesti jelas tujuannya apa," tegasnya.

"Sekarang sih udah nggak pernah nemu, karena memang udah beda ya masanya. Kalau tidak sampai mengganggu sebenarnya untung ada grupies, karena mereka fans berat kita. Tapi kalau mengganggu mending enggak, karena bisa masuk ke privasi kita," ceritanya.

Cerita grupies pernah diungkapkan oleh produser music rock kenamaan, Log Zhelebour di buku biografi Ucok AKA Harahap: Antara Rock, Wanita & Keruntuhan karya Siti Nasyi’ah terbitan Elex.

AKA menjadi besar dan grup paling sensasional di Indonesia. AKA sangat dikagumi penonton karena ulah Ucok yang dianggap penganut black magic. Ucok sering atraksi membawa peti mati ke panggung. Ucok juga pernah berlari-lari mengitari tembok Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga membuat dia terjatuh dan pingsan cukup lama.

Keberanian yang cenderung nekat itulah yang membuatnya terkenal. Ucok benar-benar musisi gila dan eksentrik. Ucok juga sangat dikagumi para grupies. Makanya, tidak salah jika di sekelilingnya banyak wanita cantik yang rela dikencaninya. Mungkin saja mereka itu bangga bisa dekat dengan Ucok yang dianggap superstar.

"Yang paling saya ingat, Ucok sering tampil dengan pantat megal-megol dan seronok di atas panggung. Dia menirukan gaya orang bersetubuh di atas panggung dengan iringan lagu blues seperti Sex Machine. Kalau zaman sekarang, seperti penyanyi dangdut begitulah. Tidak hanya itu. Ucok juga sering tampil porno. Adegan gerakan seksual kerap dimunculkan setiap kali pertunjukannya. Mungkin inilah yang membuat Ucok digilai penonton dan penggemarnya, khususnya grupies yang tidak paham musik," ungkap Log.

Chrisye juga disebut banyak memiliki 'grupies'. Dalam buku Chrisye: Sebuah Memoar Musikal, karya Alberthiene Endah, ditulis Chrisye jarang berpacaran meskipun banyak grupies yang menganggaguminya.

"Biarpun disuka para grupie, Chrisye sampai awal tahun 1980-an jarang berpacaran. Akan tetapi pada awal tahun 1981, dia mulai mendekati sekretaris Guruh Soekarnoputra, yaitu Gusti Firoza Damayanti Noor (Yanti)," tulis Alberthiene.

Buku tersebut tidak mengulas grupies lebih dalam, namun melanjutkan cerita cinta Chrisye dan istrinya. Meskipun hanya sekelumit, namun pernyataan tersebut membenarkan bahawa keberadaan grupies sudah ada sejak lama.

# Baca juga seri Fenomena Grupies yang berikut ini:

Fenomena Grupies (1): Pengakuan Wanita Yang Pernah Tidur Sekamar Dengan Vokalis Band
Fenomena Grupies (2): Band Indonesia Dengan Grupies, Dikerubuti bule
Fenomena Grupies (3): Tak Sebebas di Barat, Grupies Indonesia Punya Batas
Fenomena Grupies (4): Sejarah Grupies di Indonesia, Sudah Ada Sejak 70-an
Fenomena Grupies (5): Cerita Musisi Yang Pernah Tiduri 1000 Wanita
Fenomena Grupies (6): Lima Ratu Grupies Yang Paling Menggemparkan Dunia (kpl/rod/uji/dew)