Cara Menggunakan Pembalut dengan Benar untuk Kesehatan dan Kenyamanan
cara menggunakan pembalut
Kapanlagi.com - Menstruasi adalah proses alami yang dialami setiap wanita setiap bulannya. Menggunakan pembalut dengan benar sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan selama periode menstruasi. Pembalut merupakan bantalan kapas empuk berbentuk persegi panjang yang digunakan untuk menyerap darah menstruasi.
Bagi wanita yang baru pertama kali menstruasi, cara menggunakan pembalut mungkin terasa membingungkan. Namun dengan memahami langkah-langkah yang tepat, penggunaan pembalut dapat dilakukan dengan mudah dan aman. Kesalahan dalam menggunakan pembalut dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti iritasi dan infeksi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi sangat penting untuk mencegah infeksi, mengurangi bau tidak sedap, serta membuat tetap nyaman selama periode menstruasi. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan pembalut yang benar menjadi hal fundamental bagi setiap wanita.
Advertisement
1. Memilih Jenis Pembalut yang Tepat
Sebelum mempelajari cara menggunakan pembalut, penting untuk memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan. Pembalut tersedia dalam berbagai ukuran dan ketebalan yang disesuaikan dengan intensitas aliran menstruasi.
Dilansir dari Very Well Family, pembalut biasa dimaksudkan untuk hari-hari ketika menstruasi paling berat sedang dialami, sementara pembalut yang sangat tipis atau pantyliner digunakan pada hari-hari menstruasi ringan atau saat mengira periode haid baru akan dimulai. Beberapa pembalut juga dirancang dengan sayap atau lapisan pembungkus yang membantu mencegah kebocoran.
Untuk intensitas aliran ringan hingga sedang, pembalut yang lebih tipis atau biasa mungkin sudah cukup. Namun untuk intensitas aliran yang lebih deras atau penggunaan malam hari, pembalut yang lebih tebal atau panjang dengan label maxi atau overnight lebih cocok digunakan. Pembalut kain atau reusable pads juga bisa menjadi pilihan bagi yang memiliki alergi terhadap pembalut sekali pakai atau memiliki perhatian pada masalah lingkungan.
Pilihlah pembalut yang bersih, tidak berwarna, tidak mengandung parfum, dan memiliki daya serap tinggi. Hindari pembalut yang mengandung gel karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa gatal pada area kewanitaan. Salah satu cara terbaik adalah mencoba satu merek terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jenis tersebut cocok dan dapat memenuhi kebutuhan.
2. Langkah-Langkah Memasang Pembalut dengan Benar
Cara menggunakan pembalut yang tepat dimulai dengan persiapan yang baik. Sebelum memasang pembalut, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih untuk mencegah infeksi bakteri. Pastikan juga area genital dalam keadaan bersih dan kering sebelum memasang pembalut.
Berikut adalah langkah-langkah memasang pembalut dengan benar:
- Buka kemasan pembalut dengan tangan yang sudah bersih.
- Lepaskan lapisan kertas pelindung yang menutupi perekat di bagian bawah pembalut.
- Tempelkan sisi pembalut yang berperekat pada bagian tengah atau selangkangan celana dalam dengan posisi tengah cenderung ke belakang.
- Tekan pembalut pada celana dalam untuk memastikan menempel dengan baik dari ujung ke ujung.
- Jika menggunakan pembalut bersayap, lepaskan lapisan pelindung perekat pada sayap pembalut.
- Lipat sayap ke sisi luar celana dalam dan rekatkan pada bagian bawah selangkangan celana dalam hingga pembalut tampak membungkusnya.
- Pastikan pembalut terpasang dengan rata dan tidak ada bagian yang terlipat.
- Kenakan kembali celana dalam dan pastikan pembalut terasa nyaman.
Jika merasa tidak nyaman setelah memasang, mungkin perlu menyesuaikan posisi pembalut. Cara menggunakan pembalut agar tidak bocor adalah dengan memastikan pembalut menempel sempurna pada celana dalam dan sayap terpasang dengan baik di kedua sisi.
3. Mengganti Pembalut Secara Teratur
Salah satu aspek penting dalam cara menggunakan pembalut adalah mengganti secara teratur. Normalnya, pembalut perlu diganti setiap 4-6 jam sekali, bahkan jika darah yang keluar hanya sedikit atau menggunakan pembalut dengan daya serap ultra.
Pembalut yang penuh dan dibiarkan terlalu lama akan membuat vagina menjadi lembap. Kondisi lembap ini menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, yang dapat menyebabkan gatal, iritasi, kemerahan, bengkak, keputihan tidak normal, hingga infeksi pada vagina.
Jika darah menstruasi sedang keluar banyak, ganti pembalut lebih sering dari waktu tersebut untuk menghindari kebocoran. Pada malam hari, gunakan pembalut khusus malam yang lebih panjang dan lebih tebal untuk perlindungan yang lebih baik selama tidur. Jangan menunggu hingga pembalut benar-benar penuh, segera ganti jika sudah terasa tidak nyaman atau ada gumpalan darah di permukaan pembalut.
Gumpalan darah yang terdapat di permukaan pembalut merupakan tempat yang sangat baik untuk perkembangan jamur dan bakteri. Oleh karena itu, segera ganti pembalut bila di permukaannya telah ada gumpalan darah. Selalu bawa pembalut ekstra saat bepergian, terutama selama periode menstruasi, dan simpan dalam kantong yang bersih.
4. Menjaga Kebersihan Saat Mengganti Pembalut
Kebersihan area kewanitaan sangat penting dalam cara menggunakan pembalut yang aman. Banyak wanita yang menjadi malas membersihkan vagina saat menstruasi, padahal ini merupakan kebiasaan yang keliru dan dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Sebelum memasang pembalut yang baru, bilas area Miss V dengan air bersih. Usap dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya, untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke vagina. Hindari penggunaan sabun atau produk pembersih vagina karena dapat mengubah pH vagina dan menyebabkan infeksi jamur atau vaginosis bakterialis.
Vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri yang bekerja dengan keseimbangan sangat baik antara bakteri baik dan jahat. Mencuci dengan sabun justru akan membunuh bakteri baik yang dapat menyebabkan infeksi. Penggunaan sabun hanya boleh dilakukan di bagian luar, dan jangan sampai digunakan di dalam vagina atau vulva.
Setelah membersihkan vagina, keringkan dengan handuk bersih atau tisu sebelum memakai pembalut kembali. Hal ini penting untuk menghindari bakteri dan jamur berkembang biak di lingkungan yang lembap. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengganti pembalut untuk mencegah penyebaran kuman.
5. Cara Membuang Pembalut Bekas dengan Benar
Membuang pembalut bekas dengan benar sama pentingnya dengan cara menggunakan pembalut itu sendiri. Pembalut yang tidak dibuang dengan tepat dapat menyebabkan penyebaran infeksi dan bau tidak sedap.
Berikut adalah cara membuang pembalut bekas yang aman:
- Cuci tangan sebelum melepaskan pembalut bekas.
- Lepaskan sayap pembalut terlebih dahulu, lalu tarik pembalut dari celana dalam.
- Lipat atau gulung pembalut bekas dengan bagian yang terdapat darah di dalamnya untuk mencegah darah menstruasi tumpah.
- Bungkus pembalut bekas dengan kertas toilet, tisu, atau gunakan pembungkus asli pembalut yang baru.
- Rekatkan bungkus pembalut supaya bungkusan menjadi lebih rapi dan tertutup.
- Buang pembalut yang telah dibungkus ke dalam tempat sampah yang memiliki penutup.
- Jangan pernah membuang pembalut ke dalam toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan dan menyebabkan toilet tersumbat.
- Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah membuang pembalut bekas.
Tempat sampah di kamar mandi harus dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan bakteri dan bau tidak sedap. Gunakan kantong plastik di dalam tempat sampah untuk memudahkan pembuangan dan menjaga kebersihan. Pembungkus pembalut bekas akan membantu mengurangi bau tidak sedap dan menjaga kebersihan saat dibuang.
6. Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Pembalut
Selain memahami cara menggunakan pembalut yang benar, penting juga untuk menghindari kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan:
Menggunakan pembalut yang telah lama disimpan di tas. Meskipun secara kemasan bentuknya tidak rusak dan masih terlihat bersih, pembalut yang didiamkan lama di suatu tempat dapat menyerap kotoran dan bakteri di sekitarnya. Jika pembalut digunakan, hal ini bisa menyebabkan iritasi atau infeksi pada vagina dan vulva. Jika ingin menyimpan pembalut di dalam tas, ganti persediaannya secara berkala.
Menyimpan pembalut di tempat yang lembap. Hindari menyimpan pembalut di kamar mandi atau tempat lembap lainnya karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Simpan pembalut di tempat yang kering dan bersih, seperti di lemari bersama pakaian dalam.
Menggunakan pembalut yang kedaluwarsa. Jangan gunakan pembalut yang sudah kedaluwarsa karena dapat menyebabkan infeksi dan iritasi pada vagina. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan pembalut.
Menggunakan pembalut berpewangi. Hindari pembalut yang mengandung pewangi atau bahan kimia karena lebih mungkin menyebabkan reaksi alergi atau iritasi pada vagina dan vulva. Pilih pembalut yang tidak berwarna dan tidak mengandung parfum untuk keamanan yang lebih baik.
Membuka dan memasang pembalut tanpa mencuci tangan. Tangan yang kotor dapat memindahkan bakteri ke pembalut dan area kewanitaan, sehingga meningkatkan risiko infeksi. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh pembalut.
Memakai pantyliner setiap hari secara terus menerus. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan yang mengganggu aktivitas, bukan untuk penggunaan sehari-hari. Penggunaan pantyliner terus menerus dapat membuat area kewanitaan menjadi lembap dan meningkatkan risiko iritasi.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Seberapa sering harus mengganti pembalut?
Pembalut harus diganti setiap 4-6 jam sekali, bahkan jika darah yang keluar hanya sedikit. Jika aliran menstruasi sedang deras, ganti pembalut lebih sering untuk menghindari kebocoran dan menjaga kebersihan area kewanitaan. Jangan biarkan pembalut terlalu lama karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
Apakah boleh menggunakan sabun untuk membersihkan vagina saat menstruasi?
Tidak disarankan menggunakan sabun untuk membersihkan bagian dalam vagina karena dapat mengubah pH vagina dan membunuh bakteri baik yang melindungi dari infeksi. Cukup bilas area kewanitaan dengan air bersih dan keringkan sebelum memasang pembalut baru. Sabun hanya boleh digunakan di bagian luar saja.
Bagaimana cara memilih ukuran pembalut yang tepat?
Pilih ukuran pembalut berdasarkan intensitas aliran menstruasi. Untuk aliran ringan hingga sedang, gunakan pembalut tipis atau biasa. Untuk aliran deras atau penggunaan malam hari, pilih pembalut tebal atau panjang dengan label maxi atau overnight. Sesuaikan juga dengan kenyamanan pribadi saat digunakan.
Apakah pembalut bersayap lebih baik daripada yang tanpa sayap?
Pembalut bersayap memberikan perlindungan tambahan dari kebocoran karena sayap membantu menahan pembalut tetap pada posisinya dan mencegah darah bocor ke samping. Namun pemilihan tergantung pada preferensi pribadi dan kenyamanan. Keduanya memiliki fungsi yang sama dalam menyerap darah menstruasi.
Bolehkah membuang pembalut bekas ke dalam toilet?
Jangan pernah membuang pembalut ke dalam toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan dan menyebabkan toilet tersumbat. Bungkus pembalut bekas dengan rapi menggunakan kertas atau plastik, kemudian buang ke tempat sampah yang memiliki penutup. Ini juga membantu menjaga kebersihan dan mengurangi bau.
Apakah aman menggunakan pembalut yang sudah lama disimpan di tas?
Tidak disarankan menggunakan pembalut yang telah disimpan berbulan-bulan di tas karena dapat menyerap kotoran dan bakteri di sekitarnya, meskipun kemasannya masih terlihat bersih. Hal ini dapat menyebabkan iritasi atau infeksi pada vagina. Jika menyimpan pembalut di tas, ganti persediaannya secara berkala dengan yang baru.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi iritasi akibat pembalut?
Jika mengalami iritasi, gatal, kemerahan, atau ruam akibat pembalut, segera hentikan penggunaan dan ganti dengan merek atau jenis yang berbeda. Ganti pembalut lebih sering, jaga area kewanitaan tetap kering dan bersih, serta oleskan salep antiseptik jika diperlukan. Jika iritasi berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Apakah pembalut kain lebih baik daripada pembalut sekali pakai?
Pembalut kain dan sekali pakai memiliki kelebihan masing-masing. Pembalut kain lebih ramah lingkungan, dapat digunakan berulang kali, dan cocok untuk kulit sensitif karena tidak mengandung bahan kimia. Namun memerlukan perawatan ekstra seperti mencuci dan mengeringkan. Pembalut sekali pakai lebih praktis dan mudah digunakan. Pilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.
(kpl/fed)
Advertisement