Cara Menggunakan Propolis untuk Kulit Gatal yang Tepat dan Aman
cara menggunakan propolis untuk kulit gatal (h)
Kapanlagi.com - Cara menggunakan propolis untuk kulit gatal sebenarnya cukup sederhana, baik dalam bentuk salep, krim, maupun cairan tetes yang dioleskan langsung ke area kulit yang bermasalah. Propolis kaya akan senyawa antiinflamasi yang menjadikannya pilihan tepat untuk menenangkan kemerahan, iritasi, dan sensitivitas kulit.
Propolis mengandung flavonoid, asam fenolat, dan terpenoid yang bekerja sinergis melawan rasa gatal akibat berbagai kondisi kulit. Mengetahui cara menggunakan propolis untuk kulit gatal secara tepat akan membantu Anda meraih manfaat optimal tanpa risiko iritasi tambahan.
Dalam sebuah uji klinis, krim propolis dosis rendah membantu meredakan rasa gatal, mengurangi kemerahan, dan bahkan meningkatkan kualitas tidur pada penderita eksim. Studi laboratorium juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa propolis mampu meredam sinyal imun yang berlebihan dan memicu kambuhnya gejala kulit gatal.
Advertisement
1. 1. Cara Menggunakan Salep atau Krim Propolis untuk Kulit Gatal
Penggunaan salep atau krim propolis secara topikal merupakan metode paling umum dan efektif untuk mengatasi kulit gatal akibat eksim, dermatitis, maupun iritasi ringan. Cara menggunakan propolis untuk kulit gatal dengan metode oles memungkinkan senyawa aktif diserap langsung oleh area yang bermasalah.
Sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal BioFactors menunjukkan bahwa propolis memiliki efek antiinflamasi, penguat sawar kulit, dan antipruritik pada model sel, kulit manusia, serta model hewan uji.
Lakukan uji tempel terlebih dahulu: Oleskan sedikit produk propolis pada area kecil di lengan bagian dalam dan amati selama 24-48 jam sebelum penggunaan menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan kulit Anda tidak mengalami reaksi alergi terhadap propolis.
Bersihkan area kulit yang gatal: Cuci area yang akan diobati dengan pembersih lembut dan air bersih, lalu keringkan dengan cara menepuk-nepuk perlahan menggunakan handuk bersih. Pastikan kulit dalam keadaan kering agar penyerapan propolis lebih optimal.
Ambil salep atau krim propolis secukupnya: Gunakan ujung jari yang bersih atau spatula untuk mengambil sedikit produk. Salep propolis umumnya mengandung konsentrasi 3% propolis yang sudah terbukti efektif untuk berbagai keluhan kulit.
Oleskan tipis dan merata pada area gatal: Aplikasikan produk dengan gerakan lembut tanpa menggosok terlalu keras. Hindari menggaruk kulit yang gatal sebelum atau sesudah mengoleskan propolis.
Diamkan hingga meresap: Tunggu sekitar 5-10 menit hingga propolis mengering dan meresap ke dalam kulit. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Ulangi 2-3 kali sehari: Untuk hasil optimal, aplikasikan salep propolis setelah mandi pagi, siang hari, dan sebelum tidur malam. Konsistensi penggunaan menjadi kunci keberhasilan.
Baca juga: Cara menggunakan minyak zaitun untuk kulit gatal yang aman dan efektif
2. 2. Cara Menggunakan Propolis Cair Tetes untuk Kulit Gatal
Selain bentuk salep, propolis cair tetes juga bisa diaplikasikan langsung pada kulit yang gatal. Metode ini cocok bagi Anda yang ingin menggunakan propolis murni tanpa campuran bahan lain. Berikut panduan cara menggunakan propolis untuk kulit gatal dengan metode tetes topikal yang aman dipraktikkan di rumah.
Ginger King, seorang ahli kimia kosmetik, dikutip dari NewBeauty menyatakan, "Propolis juga dikenal sebagai lem lebah. Sementara madu berasal dari nektar, propolis berasal dari getah dan resin pohon."
Siapkan propolis cair dan alat bantu: Sediakan botol propolis cair, cotton bud atau kapas steril, dan air bersih. Pastikan produk propolis yang digunakan telah terdaftar di BPOM agar keamanannya terjamin.
Bersihkan kulit yang gatal: Usap area kulit dengan kain lembab yang bersih, lalu keringkan secara perlahan. Kebersihan area kulit sebelum aplikasi akan memaksimalkan daya serap propolis.
Teteskan propolis pada cotton bud: Teteskan 2-3 tetes propolis cair pada cotton bud atau kapas steril. Metode ini membantu Anda mengaplikasikan propolis secara presisi pada titik-titik gatal.
Oleskan pada area yang gatal: Usapkan cotton bud yang sudah diberi propolis ke area kulit yang gatal secara perlahan. Untuk area yang lebih luas, Anda bisa meneteskan propolis cair ke telapak tangan terlebih dahulu, lalu ratakan.
Tunggu hingga mengering: Biarkan selama 5-10 menit sampai propolis meresap sempurna. Jangan menutup area tersebut dengan perban kecuali atas anjuran tenaga kesehatan.
Gunakan secara rutin: Aplikasikan 2-3 kali sehari sesuai kebutuhan. Mulailah dengan sekali sehari, kemudian tingkatkan menjadi dua kali sehari jika kulit mentoleransinya dengan baik.
Dr. Omer Ibrahim, MD, FAAD, dermatolog bersertifikat, dikutip dari Who What Wear menyatakan, "Propolis terbukti memiliki efek regeneratif, reparatif, dan antiinflamasi untuk mempercepat penyembuhan luka."
Baca juga: Cara menggunakan propolis SM untuk kesehatan optimal
3. 3. Cara Membuat Masker Propolis Alami untuk Kulit Gatal
Membuat masker propolis sendiri di rumah menjadi alternatif yang efektif untuk menenangkan kulit gatal, terutama pada area wajah dan leher. Cara menggunakan propolis untuk kulit gatal dalam bentuk masker memberikan waktu kontak lebih lama sehingga penyerapan senyawa aktifnya lebih maksimal.
Siapkan bahan-bahan: Campurkan beberapa tetes ekstrak atau tinktur propolis dengan bahan dasar yang lembut seperti yogurt atau gel lidah buaya. Takaran ideal adalah 3-5 tetes propolis cair dicampur dengan satu sendok makan bahan dasar pilihan Anda.
Aduk hingga merata: Pastikan propolis tercampur sempurna dengan bahan dasar. Yogurt mengandung asam laktat yang membantu menenangkan kulit, sementara gel lidah buaya memberikan efek mendinginkan.
Bersihkan wajah atau area kulit: Cuci area yang akan diaplikasikan masker menggunakan pembersih lembut. Keringkan dengan menepuk-nepuk perlahan.
Aplikasikan masker secara merata: Gunakan jari atau kuas masker untuk mengoleskan campuran secara tipis dan merata di area kulit yang gatal. Hindari area mata dan bibir.
Diamkan selama 15-20 menit: Biarkan masker bekerja tanpa diganggu. Anda bisa menggunakan masker propolis sekitar satu hingga dua kali seminggu dan spot treatment sesuai kebutuhan kulit.
Bilas dengan air hangat: Bersihkan masker menggunakan air hangat dan keringkan kulit dengan lembut. Lanjutkan dengan pelembap untuk mengunci kelembapan kulit.
Michelle Kim dari CNP Laboratory, dikutip dari NewBeauty menyatakan, "Propolis juga merupakan humektan alami, sehingga membantu kulit mempertahankan kelembapan dan tetap terhidrasi."
Baca juga: Cara menggunakan bahan aktif skincare untuk kulit bermasalah
4. Manfaat Propolis yang Mendukung Pemulihan Kulit Gatal
Memahami manfaat propolis secara menyeluruh akan membantu Anda lebih yakin dalam menerapkan cara menggunakan propolis untuk kulit gatal. Propolis memiliki senyawa khusus bernama pinocembrin, flavonoid yang berperan sebagai antijamur. Sifat antiinflamasi dan antimikroba ini menjadikan propolis bermanfaat untuk membantu mengatasi luka termasuk luka bakar.
Mengacu pada riset yang dipublikasikan Frontiers in Pharmacology, propolis hijau Brasil terbukti mampu meredakan rasa gatal pada model hewan dengan dermatitis atopik, baik diberikan secara oral maupun dioleskan secara topikal.
Meredakan peradangan dan kemerahan: Sifat antiinflamasi propolis berkontribusi dalam meringankan gejala yang berkaitan dengan reaksi alergi dan dermatitis. Kandungan flavonoid dalam propolis bekerja menghambat produksi sitokin proinflamasi yang memicu rasa gatal.
Memperkuat sawar kulit: Temuan ilmiah menunjukkan bahwa propolis berpotensi digunakan sebagai agen fungsional untuk penanganan dermatitis atopik. Propolis membantu memulihkan protein-protein penting pada sawar kulit sehingga kelembapan kulit terjaga.
Melawan infeksi jamur penyebab gatal: Flavonoid dalam propolis merupakan antioksidan tinggi yang menghasilkan sifat antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi yang kuat. Sifat ini membantu mengatasi gatal akibat infeksi jamur seperti panu dan kurap.
Mempercepat regenerasi sel kulit: Studi menunjukkan kemampuan propolis dalam merangsang produksi kolagen, meningkatkan elastisitas kulit, dan mempercepat penyembuhan luka serta luka bakar. Regenerasi sel yang lebih cepat membantu kulit yang rusak akibat garukan pulih lebih baik.
Memberikan perlindungan antioksidan: Propolis mengandung lebih dari 300 senyawa aktif yang berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan antioksidan ini juga ditemukan pada produk lebah lainnya seperti sarang lebah dan madu.
Mengurangi gatal akibat eksim: Studi menggunakan krim propolis menunjukkan bahwa produk ini mampu menenangkan rasa gatal dan kemerahan, sekaligus membantu kulit mempertahankan kelembapan lebih baik.
Bersifat sebagai humektan alami: Propolis menarik kelembapan dari lingkungan ke dalam lapisan kulit, sehingga kulit tetap lembap dan terlindungi. Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih jarang mengalami rasa gatal.
Cocok untuk kulit sensitif: Sifat antimikroba dan antiinflamasi propolis menjadikannya sangat berguna untuk kulit kering, sensitif, maupun rentan berjerawat. Namun, uji tempel tetap wajib dilakukan sebelum penggunaan rutin.
Rana Jaffari, perawat spesialis estetika, dikutip dari Who What Wear menyatakan, "Propolis dapat membantu mengurangi peradangan dan kemerahan sekaligus menargetkan bakteri penyebab breakout."
Baca juga: Manfaat madu untuk kesehatan tubuh dan kulit
5. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Propolis
Meskipun propolis berasal dari bahan alami, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan agar cara menggunakan propolis untuk kulit gatal berjalan aman. Sebagaimana dikutip dari WebMD, propolis dapat menyebabkan reaksi alergi kulit (dermatitis kontak) pada sebagian orang. Reaksi ini lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki riwayat atopi atau kondisi alergi seperti asma maupun eksim.
Dr. Saper dari Cleveland Clinic, dikutip dari Cleveland Clinic menyatakan, "Biasakan membaca label bahan produk, terutama jika Anda memiliki alergi atau kondisi kulit tertentu."
Waspada alergi produk lebah: Jika Anda memiliki alergi terhadap madu atau lebah, kemungkinan besar Anda juga akan bereaksi terhadap produk yang mengandung propolis. Hentikan pemakaian segera bila muncul ruam, bengkak, atau gejala iritasi yang memburuk.
Hindari pada luka terbuka yang dalam: Jauhkan propolis dari luka terbuka, dalam, atau terinfeksi kecuali mendapat persetujuan dari tenaga klinis. Propolis lebih tepat digunakan untuk iritasi dan gatal ringan pada permukaan kulit.
Konsultasikan jika sedang hamil atau menyusui: Belum diketahui apakah atau bagaimana propolis dapat memengaruhi kehamilan. Sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan produk propolis.
Perhatikan interaksi obat: Propolis berpotensi meningkatkan perdarahan dan kemungkinan berinteraksi dengan obat-obatan seperti warfarin. Jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Pilih produk yang terdaftar resmi: Pastikan produk propolis yang Anda gunakan sudah terdaftar di BPOM untuk menjamin keamanan dan kualitasnya. Hindari produk tanpa label atau informasi komposisi yang tidak jelas.
Merujuk Dermatology UK, studi di Eropa menunjukkan tingkat uji tempel positif terhadap propolis berkisar antara 1,2% hingga 6,6%. Meskipun angka ini tergolong rendah, tes tempel tetap menjadi langkah wajib sebelum penggunaan rutin, terutama pada anak-anak yang cenderung lebih rentan.
Baca juga: Perawatan kulit sensitif dengan bahan alami di rumah
6. FAQ
Apakah propolis aman digunakan untuk semua jenis kulit gatal?
Propolis umumnya aman untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Namun, selalu lakukan uji tempel pada area kecil kulit sebelum penggunaan menyeluruh. Orang dengan alergi terhadap produk lebah, madu, atau serbuk sari sebaiknya menghindari penggunaan propolis atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berapa lama hasil dari penggunaan propolis untuk kulit gatal bisa terlihat?
Efek menenangkan dan mengurangi gatal bisa dirasakan dalam beberapa hari penggunaan rutin. Untuk kondisi kulit kronis seperti eksim atau dermatitis, diperlukan penggunaan konsisten selama 4-8 minggu agar hasilnya signifikan. Kesabaran dan konsistensi menjadi kunci utama dalam cara menggunakan propolis untuk kulit gatal.
Apakah propolis bisa dikombinasikan dengan obat kulit lain?
Propolis bisa dikombinasikan dengan pelembap atau produk perawatan kulit lainnya, namun hindari penggunaan bersamaan dengan bahan aktif kuat seperti retinoid atau AHA/BHA tanpa jeda waktu. Jika Anda sedang menjalani pengobatan kulit tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan propolis ke rutinitas perawatan Anda.
Bentuk propolis apa yang paling efektif untuk kulit gatal?
Salep atau krim propolis dengan konsentrasi sekitar 3% umumnya paling efektif untuk penggunaan topikal pada kulit gatal. Propolis cair tetes juga bisa digunakan dengan mengaplikasikannya langsung pada area yang bermasalah. Pilihan bentuk produk tergantung pada preferensi dan luas area kulit yang perlu dirawat.
Apakah anak-anak boleh menggunakan propolis untuk kulit gatal?
Propolis secara umum bisa digunakan untuk anak-anak, namun dengan pengawasan orang tua dan dosis yang lebih rendah. Untuk anak di bawah 2 tahun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum mengaplikasikan produk propolis. Cara menggunakan propolis untuk kulit gatal pada anak tidak berbeda jauh dari orang dewasa, hanya saja perlu lebih berhati-hati.
Apa yang harus dilakukan jika muncul reaksi alergi setelah menggunakan propolis?
Segera hentikan penggunaan dan bersihkan area kulit yang terkena dengan air bersih. Kompres dingin bisa digunakan untuk meredakan gejala ringan seperti kemerahan dan gatal. Jika muncul reaksi berat seperti pembengkakan wajah, kesulitan bernapas, atau ruam yang meluas, segera cari pertolongan medis darurat.
Apakah propolis bisa menyembuhkan eksim secara total?
Meskipun propolis tidak dapat menyembuhkan eksim secara total, propolis telah berhasil digunakan untuk mengelola gejala eksim. Propolis membantu mengurangi peradangan, meredakan gatal, dan menjaga kelembapan kulit. Penggunaannya sebaiknya dipadukan dengan perawatan medis yang direkomendasikan dokter untuk hasil yang lebih komprehensif.
Daftar Referensi
- Frontiers in Pharmacology. Anti-Allergic Properties of Propolis: Evidence From Preclinical and Clinical Studies. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.frontiersin.org/journals/pharmacology/articles/10.3389/fphar.2021.785371/full
- Green Beauty Talk. Propolis for Skin Health: Real Benefits Backed by Science. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.greenbeautytalk.com/propolis-for-skin-health-real-benefits/
- BioFactors (Wiley Online Library). Propolis Suppresses Atopic Dermatitis Through Targeting the MKK4 Pathway. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://iubmb.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/biof.2119
- Dermatology UK. Propolis Benefits for Skin. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://dermatology.org.uk/propolis-benefits-for-skin/
- City Skin Clinic. Propolis Skincare, All the Benefits for Your Skin & How to Use It. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://cityskinclinic.com/propolis-skin-benefits/
- WebMD. Propolis: Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-390/propolis
- Healthline. Propolis: Benefits, Uses, and More. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.healthline.com/health/propolis-an-ancient-healer
- Who What Wear. Propolis Is the Trending Anti-Inflammatory Skincare Ingredient. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.whowhatwear.com/what-is-propolis
- NewBeauty. Propolis: Everything to Know About This Multitasking Skin-Care Ingredient. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.newbeauty.com/view/propolis-in-skin-care
- Cleveland Clinic. Propolis: What Is It and Is It Worth Using? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://health.clevelandclinic.org/propolis
- Clinikally. Unveiling the Skincare Potential of Bee Propolis. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.clinikally.com/blogs/news/unveiling-skincare-potential-of-bee-propolis
- BeeVital Propolis. Is Propolis Good For Your Skin? Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://beevitalpropolis.com/blogs/news/is-propolis-good-for-your-skin
- JAPITHERAPY. Propolis in Dermatology: The Therapeutic Potential for Skin Health. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://www.japitherapy.com/japitherapy-articles/propolis-in-dermatology-the-therapeutic-potential-for-skin-health-103891.html
- Skin Type Solutions. The Science of Propolis In Skin Care: Uses, Pros, and Cons. Diakses pada 18 Mei 2026, dari https://skintypesolutions.com/blogs/skincare/propolis-in-skin-care
(kpl/fed)
Advertisement