Contoh Surat Lamaran Kerja di Map atau Amplop Coklat
contoh surat lamaran kerja di map atau amplop coklat
Kapanlagi.com - Melamar pekerjaan dengan dokumen fisik masih menjadi persyaratan di banyak perusahaan, terutama untuk posisi tertentu atau perusahaan yang menerapkan standar konvensional. Penggunaan map atau amplop coklat untuk menyimpan berkas lamaran kerja menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh para pencari kerja.
Amplop lamaran kerja bukan sekadar wadah untuk menyimpan dokumen, tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan keseriusan pelamar. Penulisan informasi yang benar pada amplop coklat akan memudahkan proses screening oleh HRD dan memberikan kesan pertama yang positif.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang contoh surat lamaran kerja di map atau amplop coklat, mulai dari standar yang digunakan, cara penulisan yang benar, hingga berbagai contoh yang dapat dijadikan referensi. Dengan memahami panduan ini, peluang lamaran Anda untuk diperhatikan oleh perekrut akan semakin besar.
Advertisement
1. Pengertian dan Fungsi Amplop Lamaran Kerja
Amplop lamaran kerja adalah wadah atau bungkus yang digunakan untuk menyimpan dan mengirimkan dokumen-dokumen lamaran kerja kepada perusahaan atau lembaga yang dituju. Amplop ini berfungsi sebagai pelindung dokumen agar tidak mudah kusut, terlipat, atau rusak selama proses pengiriman maupun penyimpanan.
Menurut buku 101 Jurus Sukses Mendapat Kerja karangan Koes Haryanto, map cokelat diisi dengan berkas sesuai yang diminta oleh perusahaan, seperti surat lamaran kerja, Curriculum Vitae (CV), dan data pendukung lainnya. Pada bagian depan map dituliskan beberapa informasi mengenai perusahaan yang dituju dan data diri pelamar.
Penggunaan amplop lamaran kerja yang rapi dan profesional dapat meningkatkan peluang dokumen diperhatikan oleh pihak perekrut. Amplop yang ditulis dengan benar menunjukkan bahwa pelamar memiliki perhatian terhadap detail dan memahami etika profesional dalam dunia kerja. Selain itu, amplop juga memudahkan HRD dalam mengidentifikasi posisi yang dilamar dan mengelompokkan berkas sesuai kebutuhan rekrutmen.
Beberapa perusahaan masih memberlakukan penggunaan amplop lamaran kerja dengan tujuan untuk melihat komitmen dan keseriusan dari para kandidatnya. Perusahaan yang berada di lingkungan tanpa jaringan internet yang memadai, pabrik, atau instansi tertentu seringkali masih menerapkan sistem lamaran fisik. Oleh karena itu, memahami cara menggunakan contoh surat lamaran kerja di map atau amplop coklat dengan benar tetap menjadi keterampilan penting bagi pencari kerja.
2. Standar Map atau Amplop Lamaran Kerja
Pemilihan map atau amplop yang tepat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan berkas lamaran kerja. Di pasaran tersedia banyak jenis map dengan berbagai warna, ukuran, harga, dan bentuk penutup yang berbeda-beda.
Warna cokelat dipilih karena memberikan kesan profesional dan formal yang sesuai dengan konteks surat resmi di kalangan masyarakat Indonesia. Warna ini juga netral dan tidak mencolok, sehingga cocok digunakan untuk berbagai jenis perusahaan dan posisi yang dilamar. Meskipun demikian, beberapa perusahaan terkadang memberikan persyaratan khusus mengenai warna amplop untuk membedakan pelamar di posisi tertentu.
Amplop lamaran kerja tersedia dengan berbagai pilihan penutup, seperti amplop dengan lem perekat atau amplop dengan lilitan benang. Kedua jenis ini sama-sama dapat digunakan, tergantung preferensi pelamar. Amplop dengan lilitan benang lebih aman jika dokumen sering dibuka-tutup, sedangkan amplop dengan lem perekat memberikan kesan lebih rapi dan tertutup sempurna.
Harga amplop lamaran kerja cukup terjangkau, berkisar antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per buah. Amplop ini dapat ditemukan dengan mudah di toko alat tulis kantor (ATK) terdekat atau melalui platform e-commerce. Pastikan amplop yang dibeli dalam kondisi baik, tidak terlipat, kotor, atau rusak agar memberikan kesan profesional sejak awal.
3. Format Penulisan Amplop Lamaran Kerja yang Benar
Penulisan informasi pada amplop lamaran kerja harus mengikuti format yang sistematis dan mudah dibaca. Format yang benar akan memudahkan HRD dalam mengidentifikasi pelamar dan posisi yang dilamar, serta memastikan dokumen tidak salah kirim.
1. Informasi Pelamar di Pojok Kiri Atas
Bagian kiri atas amplop digunakan untuk menuliskan data diri pelamar secara lengkap. Informasi yang perlu dicantumkan meliputi nama lengkap, alamat lengkap sesuai KTP (nama jalan, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, dan kode pos), nomor telepon yang aktif, dan alamat email. Penulisan yang lengkap dan akurat sangat penting karena HRD akan menggunakan informasi ini untuk menghubungi pelamar jika lolos ke tahap selanjutnya.
2. Posisi yang Dilamar di Pojok Kanan Atas
Di pojok kanan atas, tuliskan posisi atau jabatan yang dilamar sesuai dengan lowongan yang dibuka oleh perusahaan. Jika ada kode lamaran yang ditetapkan, cantumkan juga kode tersebut. Selain itu, dapat ditambahkan informasi mengenai latar belakang pendidikan atau jurusan kuliah yang relevan dengan posisi yang dilamar. Informasi ini membantu HRD dalam proses screening awal untuk mengelompokkan berkas sesuai kualifikasi.
3. Alamat Perusahaan di Pojok Kanan Bawah
Bagian kanan bawah amplop diisi dengan alamat lengkap perusahaan yang dituju. Penulisan dimulai dengan kata "Yth." (Yang Terhormat), diikuti dengan "Bapak/Ibu HRD" atau nama divisi tertentu jika diketahui, kemudian nama perusahaan, alamat lengkap, kode pos, dan kota. Pastikan alamat ditulis dengan benar dan lengkap agar dokumen sampai ke tujuan yang tepat, terutama jika dikirim melalui jasa ekspedisi.
4. Pilihan Menulis Tangan atau Mengetik
Tidak ada ketentuan khusus apakah amplop lamaran kerja harus ditulis tangan atau diketik. Keduanya sama-sama diperbolehkan, namun perhatikan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Jika diminta menulis tangan, pastikan tulisan rapi dan mudah dibaca dengan menggunakan tinta berwarna gelap seperti hitam atau biru tua. Jika memilih mengetik, cetak informasi pada kertas dan tempelkan dengan rapi pada amplop menggunakan lem atau double tape.
4. Isi Dokumen dalam Amplop Lamaran Kerja
Dokumen yang dimasukkan ke dalam amplop lamaran kerja harus lengkap sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Kelengkapan dokumen menunjukkan keseriusan dan kesiapan pelamar dalam mengikuti proses rekrutmen.
- Surat Lamaran Kerja - Surat pengantar yang menjelaskan keinginan untuk melamar posisi tertentu, alasan ketertarikan terhadap perusahaan, dan kualifikasi yang dimiliki. Surat ini harus ditulis dengan bahasa formal dan struktur yang sistematis.
- Curriculum Vitae (CV) atau Resume - Dokumen yang berisi ringkasan pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, dan prestasi. CV harus disusun secara kronologis dan relevan dengan posisi yang dilamar.
- Fotokopi Ijazah dan Transkrip Nilai - Dokumen yang menunjukkan kualifikasi akademik pelamar. Pastikan fotokopi jelas dan mudah dibaca, serta sudah dilegalisir jika diperlukan.
- Sertifikat Pelatihan atau Kursus - Sertifikat yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar dapat menjadi nilai tambah. Pilih sertifikat yang benar-benar mendukung kualifikasi untuk posisi tersebut.
- Pas Foto Terbaru - Beberapa perusahaan meminta pas foto dengan ukuran tertentu sebagai bagian dari persyaratan lamaran. Gunakan foto formal dengan latar belakang yang sesuai.
- Portofolio - Untuk posisi tertentu seperti desainer, penulis, atau fotografer, portofolio yang menampilkan karya terbaik sangat penting untuk disertakan.
- Dokumen Pendukung Lainnya - Tergantung persyaratan perusahaan, mungkin diperlukan dokumen tambahan seperti surat keterangan sehat, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), atau surat referensi dari tempat kerja sebelumnya.
Sebelum memasukkan dokumen ke dalam amplop, periksa kembali kelengkapannya sesuai dengan daftar persyaratan yang diminta. Susun dokumen secara rapi dan berurutan agar mudah diperiksa oleh HRD. Pastikan amplop tertutup dengan baik menggunakan lem atau lilitan benang agar dokumen tidak terjatuh atau hilang selama proses pengiriman.
5. Tips Menulis Amplop Lamaran Kerja yang Menarik Perhatian HRD
Amplop lamaran kerja yang ditulis dengan baik dapat menjadi pembeda antara berkas yang langsung dibuka atau diabaikan oleh HRD. Berikut adalah beberapa tips penting yang perlu diperhatikan dalam menulis contoh surat lamaran kerja di map atau amplop coklat.
- Gunakan Tulisan yang Jelas dan Rapi - Baik menulis tangan maupun mengetik, pastikan tulisan mudah dibaca dan tidak ada coretan. Gunakan tinta berwarna gelap dan hindari tulisan yang terlalu kecil atau terlalu besar.
- Pastikan Tidak Ada Kesalahan Ketik (Typo) - Periksa kembali semua informasi yang ditulis pada amplop. Kesalahan dalam penulisan nama, alamat, atau nomor telepon dapat menyebabkan HRD kesulitan menghubungi pelamar atau dokumen salah kirim.
- Sesuaikan dengan Persyaratan Perusahaan - Jika perusahaan memberikan persyaratan khusus mengenai warna amplop, ukuran, atau informasi yang harus dicantumkan, pastikan untuk mengikuti persyaratan tersebut dengan tepat.
- Jaga Kebersihan dan Kerapian Amplop - Amplop yang bersih, tidak kusut, dan tidak kotor memberikan kesan profesional. Hindari melipat amplop secara berlebihan atau menempelkan stiker yang tidak perlu.
- Cantumkan Informasi Kontak yang Aktif - Pastikan nomor telepon dan alamat email yang dicantumkan adalah yang aktif dan sering digunakan. HRD biasanya akan menghubungi melalui kontak ini untuk tahap selanjutnya.
- Tulis Posisi yang Dilamar dengan Jelas - Mencantumkan posisi yang dilamar di bagian yang mudah terlihat akan memudahkan HRD dalam mengelompokkan berkas sesuai dengan lowongan yang tersedia.
- Gunakan Amplop yang Berkualitas Baik - Pilih amplop dengan bahan yang tidak mudah robek dan memiliki penutup yang aman. Amplop berkualitas baik akan melindungi dokumen selama proses pengiriman.
Dengan memperhatikan tips-tips di atas, amplop lamaran kerja Anda akan terlihat lebih profesional dan meningkatkan peluang untuk diperhatikan oleh tim rekrutmen. Kesan pertama yang baik dari amplop dapat membuka peluang lebih besar untuk dipanggil ke tahap wawancara.
6. Contoh Penulisan Amplop Lamaran Kerja untuk Berbagai Posisi
Berikut adalah beberapa contoh penulisan amplop lamaran kerja untuk berbagai posisi yang dapat dijadikan referensi. Setiap contoh disesuaikan dengan kebutuhan posisi yang dilamar.
Contoh 1: Amplop Lamaran Kerja Umum
Bagian Kiri Atas:
Nama: Andi Wijaya
Alamat: Jl. Merdeka No. 15, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying, Bandung, Jawa Barat 40123
No. Telp: 0812-3456-7890
Email: andiwijaya@@email.com
Bagian Kanan Atas:
Posisi: Staff Administrasi
Pendidikan: S1 Administrasi Bisnis
Bagian Kanan Bawah:
Yth. Bapak/Ibu HRD
PT Maju Bersama Indonesia
Jl. Gatot Subroto No. 45
Jakarta Selatan, 12950
Contoh 2: Amplop Lamaran Kerja untuk Guru
Bagian Kiri Atas:
Nama: Siti Nurhaliza
Alamat: Jl. Pendidikan No. 8, Kelurahan Cibiru, Kecamatan Cileunyi, Bandung 40625
No. Telp: 0856-7890-1234
Email: sitinurhaliza@@email.com
Bagian Kanan Atas:
Posisi: Guru Bahasa Inggris
Pendidikan: S1 Pendidikan Bahasa Inggris
Bagian Kanan Bawah:
Yth. Kepala Sekolah
SMA Negeri 5 Bandung
Jl. Belitung No. 1
Bandung, 40261
Contoh 3: Amplop Lamaran Kerja untuk Marketing
Bagian Kiri Atas:
Nama: Budi Santoso
Alamat: Jl. Pahlawan No. 22, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Malang 65141
No. Telp: 0821-9876-5432
Email: budisantoso@@email.com
Bagian Kanan Atas:
Posisi: Marketing Executive
Pendidikan: S1 Manajemen Pemasaran
Bagian Kanan Bawah:
Yth. Bapak/Ibu HRD
PT Solusi Digital Indonesia
Jl. HR Rasuna Said Kav. 3
Jakarta Selatan, 12940
Contoh 4: Amplop Lamaran Kerja Lulusan SMK
Bagian Kiri Atas:
Nama: Rina Wati
Alamat: Jl. Raya Bogor KM 25, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Bogor 16914
No. Telp: 0813-2468-1357
Email: rinawati@@email.com
Bagian Kanan Atas:
Posisi: Operator Produksi
Pendidikan: SMK Teknik Mesin
Bagian Kanan Bawah:
Yth. Bapak/Ibu HRD
PT Industri Manufaktur Jaya
Kawasan Industri MM2100 Blok A-1
Bekasi, 17520
Contoh-contoh di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan posisi yang Anda lamar. Yang terpenting adalah memastikan semua informasi ditulis dengan lengkap, jelas, dan akurat.
7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah amplop lamaran kerja harus berwarna coklat?
Meskipun amplop coklat adalah pilihan yang paling umum dan direkomendasikan karena memberikan kesan profesional dan formal, tidak ada aturan baku yang mewajibkan penggunaan warna tertentu. Namun, jika perusahaan memberikan persyaratan khusus mengenai warna amplop, maka Anda harus mengikuti persyaratan tersebut. Amplop coklat dipilih karena warnanya netral dan sesuai dengan standar surat resmi di Indonesia.
2. Berapa ukuran standar amplop lamaran kerja?
Ukuran standar amplop lamaran kerja adalah F4 dengan dimensi sekitar 25 x 35 cm. Ukuran ini cukup untuk memuat dokumen berukuran A4 tanpa harus melipatnya terlalu banyak. Namun, Anda juga dapat menggunakan ukuran A4 atau A5 tergantung pada jumlah dan ukuran dokumen yang akan dimasukkan, serta persyaratan dari perusahaan yang dituju.
3. Apakah penulisan di amplop harus ditulis tangan?
Tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan penulisan amplop harus ditulis tangan atau diketik. Keduanya sama-sama diperbolehkan. Jika Anda memilih menulis tangan, pastikan tulisan rapi dan mudah dibaca dengan menggunakan tinta berwarna gelap. Jika memilih mengetik, cetak informasi pada kertas dan tempelkan dengan rapi pada amplop. Yang terpenting adalah informasi tertulis dengan jelas dan tidak ada kesalahan.
4. Apa saja dokumen yang harus dimasukkan ke dalam amplop lamaran kerja?
Dokumen yang dimasukkan ke dalam amplop lamaran kerja biasanya meliputi surat lamaran kerja, CV atau resume, fotokopi ijazah dan transkrip nilai, sertifikat pelatihan atau kursus yang relevan, pas foto terbaru, portofolio (jika diperlukan), dan dokumen pendukung lainnya sesuai persyaratan perusahaan. Pastikan untuk memeriksa dengan teliti persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan dan memastikan semua dokumen lengkap sebelum memasukkannya ke dalam amplop.
5. Di mana posisi yang tepat untuk menulis alamat perusahaan pada amplop?
Alamat perusahaan yang dituju harus ditulis di bagian pojok kanan bawah amplop. Penulisan dimulai dengan kata "Yth." (Yang Terhormat), diikuti dengan "Bapak/Ibu HRD" atau nama divisi tertentu, kemudian nama perusahaan, alamat lengkap, kode pos, dan kota. Pastikan alamat ditulis dengan lengkap dan benar agar dokumen sampai ke tujuan yang tepat, terutama jika dikirim melalui jasa ekspedisi.
6. Bagaimana cara memastikan amplop tidak rusak saat pengiriman?
Untuk memastikan amplop tidak rusak saat pengiriman, pilih amplop dengan bahan yang berkualitas baik dan tidak mudah robek. Pastikan amplop tertutup dengan rapi menggunakan lem perekat atau lilitan benang yang aman. Jika mengirim melalui jasa ekspedisi, Anda dapat meminta untuk dibungkus dengan plastik atau kardus tambahan sebagai pelindung. Hindari melipat amplop secara berlebihan dan pastikan dokumen di dalamnya tersusun rapi agar tidak mudah kusut.
7. Apakah perlu mencantumkan kode lamaran pada amplop?
Jika perusahaan mencantumkan kode lamaran dalam pengumuman lowongan kerja, maka Anda wajib mencantumkan kode tersebut pada amplop lamaran kerja. Kode lamaran biasanya ditulis di bagian pojok kanan atas bersama dengan posisi yang dilamar. Pencantuman kode lamaran memudahkan HRD dalam mengelompokkan dan memproses berkas sesuai dengan lowongan yang tersedia, sehingga sangat penting untuk tidak melewatkan informasi ini jika diminta.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba