Doa Ucapan Selamat atas Keberhasilan dalam Bahasa Arab

Doa Ucapan Selamat atas Keberhasilan dalam Bahasa Arab
doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa arab (Image by AI)

Kapanlagi.com - Mengucapkan selamat atas keberhasilan seseorang merupakan bentuk kepedulian dan kebaikan dalam Islam. Doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Arab memiliki makna mendalam yang tidak hanya sekadar memberikan apresiasi, tetapi juga mendoakan keberkahan bagi orang yang meraih kesuksesan tersebut.

Tradisi memberikan ucapan selamat dalam bahasa Arab telah menjadi bagian dari budaya Islam di berbagai belahan dunia. Ucapan-ucapan ini mengandung doa dan harapan baik yang disampaikan dengan bahasa yang indah dan penuh makna spiritual.

Memahami berbagai bentuk doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Arab beserta penggunaannya akan membantu kita menyampaikan apresiasi dengan cara yang lebih bermakna. Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai ucapan selamat dalam bahasa Arab yang sesuai dengan ajaran Islam.

1. Pengertian dan Makna Ucapan Selamat dalam Islam

Pengertian dan Makna Ucapan Selamat dalam Islam (c) Ilustrasi AI

Ucapan selamat dalam Islam bukan sekadar ungkapan sosial biasa, melainkan bentuk doa dan harapan baik kepada sesama muslim. Ketika seorang muslim mengucapkan selamat atas keberhasilan orang lain, ia sebenarnya sedang mendoakan agar Allah memberikan keberkahan atas pencapaian tersebut. Konsep ini sangat penting karena menunjukkan sikap saling mendukung dan menghilangkan rasa iri dalam komunitas muslim.

Dalam tradisi Islam, memberikan ucapan selamat merupakan bagian dari akhlak mulia yang dianjurkan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan dan berbagi kebahagiaan ketika ada saudara seiman yang mendapatkan nikmat atau keberhasilan. Ucapan selamat yang disertai doa akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, baik yang mengucapkan maupun yang menerima.

Doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Arab memiliki keistimewaan tersendiri karena menggunakan bahasa Al-Quran. Bahasa Arab memiliki struktur yang kaya akan makna, sehingga setiap kata yang diucapkan mengandung doa yang mendalam. Penggunaan bahasa Arab dalam ucapan selamat juga menunjukkan penghormatan terhadap tradisi Islam dan memperkuat ikatan persaudaraan antar muslim.

Filosofi di balik ucapan selamat dalam Islam adalah mengakui bahwa semua keberhasilan datang dari Allah SWT. Oleh karena itu, ucapan selamat selalu disertai dengan doa agar Allah memberikan keberkahan, menjaga dari kesombongan, dan menjadikan keberhasilan tersebut sebagai jalan menuju kebaikan yang lebih besar. Ini membedakan ucapan selamat Islami dengan ucapan selamat konvensional yang hanya bersifat apresiatif tanpa dimensi spiritual.

2. Ucapan Barakallah dan Variasinya

Ucapan Barakallah dan Variasinya (c) unsplash.com

Barakallah merupakan salah satu ucapan selamat yang paling populer dalam bahasa Arab dan sering digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kata "Barakallah" berasal dari kata "baraka" yang berarti keberkahan, dan "Allah" yang berarti Tuhan. Secara harfiah, Barakallah berarti "semoga Allah memberikan keberkahan". Ucapan ini sangat universal dan dapat digunakan dalam berbagai situasi keberhasilan.

Berikut adalah variasi ucapan Barakallah yang dapat digunakan untuk menyampaikan selamat atas keberhasilan:

  1. Barakallahu fiik (بَارَكَ اللهُ فِيْكَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahimu". Ucapan ini ditujukan untuk laki-laki dan merupakan bentuk doa agar orang tersebut mendapatkan keberkahan dalam hidupnya setelah meraih keberhasilan.
  2. Barakallahu fiiki (بَارَكَ اللهُ فِيْكِ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahimu". Bentuk ini khusus untuk perempuan, dengan perbedaan pada akhiran kata yang disesuaikan dengan gender dalam bahasa Arab.
  3. Barakallahu fiikum (بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahi kalian". Digunakan ketika mengucapkan selamat kepada lebih dari satu orang atau kelompok yang meraih keberhasilan bersama.
  4. Barakallahu fii 'ilmika (بَارَكَ اللهُ فِي عِلْمِكَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahi ilmumu". Ucapan ini sangat tepat untuk keberhasilan akademik seperti wisuda atau pencapaian pendidikan lainnya.
  5. Barakallahu fii 'amalika (بَارَكَ اللهُ فِي عَمَلِكَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahi pekerjaanmu". Cocok digunakan untuk keberhasilan dalam karir atau pekerjaan profesional.
  6. Barakallahu laka (بَارَكَ اللهُ لَكَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahimu". Bentuk lain dari ucapan Barakallah yang lebih umum dan dapat digunakan dalam berbagai konteks keberhasilan.
  7. Barakallahu laki (بَارَكَ اللهُ لَكِ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahimu". Bentuk khusus untuk perempuan dengan struktur yang sedikit berbeda dari "fiiki".

Ketika seseorang mengucapkan Barakallah kepada kita, respons yang tepat adalah dengan mengucapkan "Aamiin" atau "Aamiin ya Rabbal 'alamin" yang berarti "Kabulkanlah ya Tuhan semesta alam". Respons ini menunjukkan bahwa kita menerima doa tersebut dengan baik dan berharap Allah mengabulkannya. Selain itu, kita juga bisa membalas dengan ucapan yang sama, seperti "Wa fiika barakallah" yang berarti "Dan semoga Allah juga memberkahimu".

3. Ucapan Mabruk dan Penggunaannya

Ucapan Mabruk dan Penggunaannya (c) Ilustrasi AI

Kata "Mabruk" (مَبْرُوْكٌ) merupakan ucapan selamat dalam bahasa Arab yang sangat populer dan sering digunakan dalam berbagai kesempatan. Mabruk berasal dari akar kata yang sama dengan Barakallah, yaitu "baraka" yang berarti keberkahan. Secara literal, Mabruk berarti "diberkahi" atau "yang mendapat berkah", sehingga ketika mengucapkan Mabruk, kita sebenarnya menyatakan bahwa pencapaian tersebut adalah sesuatu yang diberkahi oleh Allah.

Penggunaan Mabruk sangat fleksibel dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks keberhasilan, mulai dari wisuda, promosi jabatan, pernikahan, kelahiran anak, hingga pencapaian prestasi lainnya. Ucapan ini telah menjadi bagian dari budaya Islam di berbagai negara, bahkan di negara-negara Arab, Mabruk adalah ucapan selamat yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah variasi ucapan Mabruk yang dapat digunakan:

  1. Mabruk (مَبْرُوْكٌ) - Bentuk paling sederhana yang berarti "Selamat" atau "Diberkahi". Dapat digunakan dalam situasi informal maupun formal.
  2. Alfu Mabruk (أَلْفُ مَبْرُوْكٍ) - Artinya: "Seribu selamat" atau "Selamat yang berlimpah". Ungkapan ini menunjukkan apresiasi yang lebih besar atas pencapaian seseorang.
  3. Mabruk 'ala at-takharruj (مَبْرُوْكٌ عَلَى التَّخَرُّجِ) - Artinya: "Selamat atas kelulusan". Ucapan khusus untuk mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan atau wisuda.
  4. Mabruk 'ala an-najah (مَبْرُوْكٌ عَلَى النَّجَاحِ) - Artinya: "Selamat atas kesuksesan". Cocok untuk berbagai jenis keberhasilan, baik akademik maupun profesional.
  5. Mabruk wa Barakallahu fiik (مَبْرُوْكٌ وَبَارَكَ اللهُ فِيْكَ) - Artinya: "Selamat dan semoga Allah memberkahimu". Kombinasi ucapan selamat dengan doa yang lebih lengkap.
  6. Mabruk 'ala al-injaz (مَبْرُوْكٌ عَلَى الإِنْجَازِ) - Artinya: "Selamat atas pencapaian". Tepat digunakan untuk prestasi atau pencapaian target tertentu.
  7. Mabruk wa nawarah (مَبْرُوْكٌ وَنَوَّرَهْ) - Ungkapan informal yang populer di beberapa negara Arab, menambahkan nuansa kehangatan dalam ucapan selamat.

Respons yang tepat ketika menerima ucapan Mabruk adalah dengan mengucapkan "Allah yubarik fiik" (اللهُ يُبَارِكْ فِيْكَ) yang berarti "Semoga Allah memberkahimu juga", atau cukup dengan "Jazakallahu khairan" (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا) yang berarti "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan". Respons ini menunjukkan rasa terima kasih dan mendoakan balik orang yang telah memberikan ucapan selamat.

4. Doa Lengkap untuk Keberhasilan dalam Bahasa Arab

Doa Lengkap untuk Keberhasilan dalam Bahasa Arab (c) unsplash.com

Selain ucapan singkat seperti Barakallah dan Mabruk, terdapat doa-doa yang lebih lengkap dan komprehensif untuk menyampaikan selamat atas keberhasilan seseorang. Doa-doa ini tidak hanya mengucapkan selamat, tetapi juga memohonkan berbagai keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Penggunaan doa lengkap menunjukkan perhatian yang lebih mendalam dan tulus terhadap kesuksesan orang lain.

  1. Barakallahu fii 'ilmika wa 'amalika, wa ja'alaka miftahan lil-khayr (بَارَكَ اللهُ فِي عِلْمِكَ وَعَمَلِكَ وَجَعَلَكَ مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahi ilmu dan amalmu, dan menjadikanmu kunci kebaikan". Doa ini sangat cocok untuk keberhasilan akademik atau pencapaian ilmu pengetahuan.
  2. Jazakallahu khairan wa barakallahu fiik, wa nafa'a bika al-ummah (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ اللهُ فِيْكَ وَنَفَعَ بِكَ الأُمَّةَ) - Artinya: "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, memberkahimu, dan menjadikanmu bermanfaat bagi umat". Doa komprehensif yang mendoakan keberkahan dan manfaat bagi orang lain.
  3. Allahuma baarik lahu fii ma a'thaita, waqihi syarra ma qadhaita (اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِهِ شَرَّ مَا قَضَيْتَ) - Artinya: "Ya Allah, berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadanya, dan lindungilah dia dari keburukan yang telah Engkau tetapkan". Doa yang memohon keberkahan sekaligus perlindungan.
  4. Barakallahu laka wa baraka 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khair (بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ) - Meskipun doa ini lebih sering untuk pernikahan, dapat dimodifikasi untuk keberhasilan bersama dengan mendoakan keberkahan dalam kerjasama.
  5. Allahuma zidhu 'ilman wa faqihan fid-diin (اللَّهُمَّ زِدْهُ عِلْمًا وَفَقِيهًا فِي الدِّينِ) - Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah ilmunya dan pemahamannya dalam agama". Doa khusus untuk keberhasilan dalam bidang ilmu, terutama ilmu agama.
  6. Barakallahu fiika wa nafa'aka bima ta'allamta (بَارَكَ اللهُ فِيْكَ وَنَفَعَكَ بِمَا تَعَلَّمْتَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahimu dan memberikan manfaat dari apa yang telah kamu pelajari". Cocok untuk wisuda atau pencapaian pendidikan.
  7. Allahuma aj'alhu min as-saalihiin wa min du'aati al-khair (اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِينَ وَمِنْ دُعَاةِ الْخَيْرِ) - Artinya: "Ya Allah, jadikanlah dia termasuk orang-orang yang saleh dan penyeru kebaikan". Doa yang mendalam untuk keberhasilan yang membawa dampak positif.
  8. Barakallahu fii 'umrika wa 'ilmika wa rizqika (بَارَكَ اللهُ فِي عُمْرِكَ وَعِلْمِكَ وَرِزْقِكَ) - Artinya: "Semoga Allah memberkahi umur, ilmu, dan rezekimu". Doa komprehensif yang mencakup berbagai aspek kehidupan.

Doa-doa ini dapat disampaikan secara langsung kepada orang yang meraih keberhasilan atau dapat juga diucapkan dalam hati sebagai doa yang tulus. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas untuk mendoakan kebaikan bagi saudara seiman kita yang telah meraih kesuksesan.

5. Adab Menyampaikan Ucapan Selamat dalam Islam

Adab Menyampaikan Ucapan Selamat dalam Islam (c) unsplash.com

Menyampaikan ucapan selamat dalam Islam bukan hanya tentang kata-kata yang diucapkan, tetapi juga tentang cara dan adab yang menyertainya. Adab yang baik akan membuat ucapan selamat menjadi lebih bermakna dan diterima dengan baik oleh penerima. Islam mengajarkan bahwa setiap interaksi sosial harus dilakukan dengan akhlak yang mulia dan penuh kehormatan.

Pertama, niat yang ikhlas adalah fondasi utama dalam menyampaikan ucapan selamat. Ucapan selamat harus didasari oleh ketulusan hati untuk berbagi kebahagiaan dan mendoakan kebaikan bagi orang lain, bukan karena terpaksa atau mengharapkan imbalan. Niat yang ikhlas akan membuat doa yang kita sampaikan lebih berkesan dan mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah SWT. Hindari perasaan iri atau dengki ketika melihat keberhasilan orang lain, karena hal ini akan merusak nilai ibadah dari ucapan selamat yang kita sampaikan.

Kedua, waktu dan cara penyampaian juga perlu diperhatikan. Sebaiknya ucapan selamat disampaikan segera setelah mengetahui kabar keberhasilan seseorang, menunjukkan antusiasme dan kepedulian kita. Ucapan dapat disampaikan secara langsung, melalui telepon, pesan tertulis, atau media sosial, tergantung pada situasi dan kedekatan hubungan. Jika memungkinkan, penyampaian secara langsung dengan berjabat tangan atau berpelukan (sesuai dengan batasan syariat) akan memberikan kesan yang lebih hangat dan personal.

Ketiga, gunakan bahasa yang sopan dan penuh penghormatan. Meskipun menggunakan bahasa Arab dalam ucapan selamat sangat dianjurkan, pastikan kita memahami makna dari ucapan tersebut. Jika lawan bicara tidak memahami bahasa Arab, tidak ada salahnya untuk menambahkan terjemahan atau penjelasan singkat. Yang terpenting adalah pesan doa dan kebaikan tersampaikan dengan jelas. Hindari penggunaan kata-kata yang berlebihan atau terkesan dibuat-buat, karena kesederhanaan yang tulus lebih bernilai dalam Islam.

Keempat, sertakan doa yang tulus dalam ucapan selamat. Doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Arab yang kita sampaikan sebaiknya tidak hanya berhenti pada kata-kata formal, tetapi juga disertai dengan doa pribadi yang tulus dari hati. Kita dapat menambahkan doa-doa khusus sesuai dengan jenis keberhasilan yang diraih, misalnya mendoakan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat, atau agar kesuksesan dalam karir membawa keberkahan bagi keluarga. Doa yang spesifik dan personal menunjukkan bahwa kita benar-benar peduli dan memperhatikan situasi orang tersebut.

6. Perbedaan Konteks Penggunaan Ucapan Selamat

Memahami konteks penggunaan berbagai ucapan selamat dalam bahasa Arab sangat penting agar ucapan yang kita sampaikan tepat dan sesuai dengan situasi. Meskipun banyak ucapan yang bersifat universal, beberapa ucapan memiliki konteks khusus yang lebih cocok untuk situasi tertentu. Pemahaman ini akan membantu kita berkomunikasi dengan lebih efektif dan menghormati tradisi Islam.

Untuk keberhasilan akademik seperti wisuda, kelulusan, atau pencapaian pendidikan, ucapan yang paling tepat adalah yang menekankan pada keberkahan ilmu. Ucapan seperti "Barakallahu fii 'ilmika" atau "Mabruk 'ala at-takharruj" sangat sesuai untuk konteks ini. Kita juga dapat menambahkan doa agar ilmu yang diperoleh bermanfaat dan menjadi jalan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Dalam konteks akademik, penekanan pada keberkahan ilmu dan amal saleh sangat penting karena mengingatkan bahwa tujuan menuntut ilmu bukan hanya untuk kesuksesan duniawi tetapi juga untuk beribadah kepada Allah.

Untuk keberhasilan dalam karir atau pekerjaan, seperti promosi jabatan, mendapatkan pekerjaan baru, atau pencapaian target bisnis, ucapan yang menekankan keberkahan dalam pekerjaan dan rezeki lebih tepat. Ucapan seperti "Barakallahu fii 'amalika" atau "Barakallahu fii rizqika" menunjukkan doa agar pekerjaan tersebut membawa keberkahan dan rezeki yang halal. Dalam konteks profesional, kita juga dapat mendoakan agar kesuksesan yang diraih tidak membuat lupa kepada Allah dan tetap menjaga integritas dalam bekerja.

Untuk pencapaian dalam bidang dakwah atau kegiatan keagamaan, seperti menyelesaikan hafalan Al-Quran, menjadi imam masjid, atau aktif dalam kegiatan sosial Islam, ucapan yang lebih spesifik tentang keberkahan dalam amal dan dakwah lebih sesuai. Ucapan seperti "Ja'alaka Allahu miftahan lil-khayr" (Semoga Allah menjadikanmu kunci kebaikan) atau doa agar menjadi teladan dalam kebaikan sangat tepat. Konteks ini memerlukan penekanan pada aspek spiritual dan dampak positif bagi umat Islam secara luas.

Untuk pencapaian dalam kompetisi atau perlombaan, baik olahraga, seni, atau bidang lainnya, ucapan yang menekankan pada syukur dan kerendahan hati penting untuk disampaikan. Kita dapat menggunakan ucapan umum seperti "Mabruk 'ala an-najah" atau "Alfu Mabruk" sambil mengingatkan untuk tetap bersyukur dan tidak sombong atas pencapaian tersebut. Dalam Islam, setiap kesuksesan harus disikapi dengan syukur kepada Allah dan kesadaran bahwa semua kemampuan adalah pemberian-Nya. Ucapan selamat dalam konteks ini sebaiknya juga menyertakan doa agar prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi orang lain.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) unsplash.com

1. Apa perbedaan antara Barakallah dan Mabruk?

Barakallah adalah bentuk doa yang berarti "semoga Allah memberkahi", sedangkan Mabruk berarti "diberkahi" atau "selamat". Barakallah lebih bersifat doa aktif yang kita panjatkan untuk orang lain, sementara Mabruk adalah pernyataan bahwa sesuatu telah diberkahi. Keduanya sama-sama baik digunakan untuk mengucapkan selamat, namun Barakallah memiliki nuansa doa yang lebih kuat, sedangkan Mabruk lebih umum sebagai ucapan selamat konvensional dalam budaya Arab.

2. Bagaimana cara menjawab ketika seseorang mengucapkan Barakallah kepada kita?

Jawaban yang tepat ketika menerima ucapan Barakallah adalah dengan mengucapkan "Aamiin" atau "Aamiin ya Rabbal 'alamin" yang berarti "Kabulkanlah ya Tuhan semesta alam". Kita juga dapat membalas dengan ucapan yang sama seperti "Wa fiika barakallah" (Dan semoga Allah juga memberkahimu) atau "Jazakallahu khairan" (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan). Respons ini menunjukkan rasa terima kasih dan mendoakan balik orang yang telah memberikan doa kepada kita.

3. Apakah boleh mengucapkan selamat dalam bahasa Indonesia saja tanpa bahasa Arab?

Boleh saja mengucapkan selamat dalam bahasa Indonesia atau bahasa lain yang dipahami oleh penerima ucapan. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan doa yang ikhlas untuk kebaikan orang lain. Namun, menggunakan doa ucapan selamat atas keberhasilan dalam bahasa Arab memiliki keutamaan tersendiri karena menggunakan bahasa Al-Quran dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Jika memungkinkan, kombinasi antara ucapan dalam bahasa Arab dan penjelasan dalam bahasa yang dipahami akan lebih baik.

4. Kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan ucapan selamat?

Waktu yang paling tepat adalah segera setelah mengetahui kabar keberhasilan seseorang. Ucapan selamat yang disampaikan dengan cepat menunjukkan antusiasme dan kepedulian kita terhadap pencapaian orang tersebut. Namun, jika terlambat mengetahui kabar tersebut, tidak ada masalah untuk tetap menyampaikan ucapan selamat meskipun sudah beberapa waktu berlalu. Yang penting adalah ketulusan dalam menyampaikan doa dan apresiasi, bukan hanya formalitas semata.

5. Apakah ada perbedaan ucapan selamat untuk laki-laki dan perempuan?

Ya, dalam bahasa Arab terdapat perbedaan bentuk ucapan berdasarkan gender penerima. Untuk laki-laki digunakan "Barakallahu fiik" sedangkan untuk perempuan "Barakallahu fiiki". Perbedaan ini terletak pada akhiran kata yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Arab. Jika mengucapkan untuk lebih dari satu orang atau kelompok, digunakan bentuk jamak "Barakallahu fiikum". Memperhatikan perbedaan ini menunjukkan pemahaman yang baik terhadap bahasa Arab dan menghormati kaidah yang berlaku.

6. Bolehkah mengucapkan selamat kepada non-Muslim atas keberhasilannya?

Dalam Islam, berbuat baik dan menunjukkan akhlak mulia kepada semua manusia adalah anjuran, termasuk kepada non-Muslim. Kita boleh mengucapkan selamat dan mendoakan kebaikan untuk mereka dengan cara yang sopan dan menghormati. Namun, untuk non-Muslim, sebaiknya gunakan ucapan yang lebih universal dan tidak terlalu spesifik dengan istilah-istilah Islam yang mungkin tidak mereka pahami. Yang terpenting adalah menjaga hubungan baik dan menunjukkan sikap yang santun sebagai representasi dari akhlak Islam yang mulia.

7. Apa yang harus dilakukan jika lupa ucapan dalam bahasa Arab?

Jika lupa atau tidak hafal ucapan selamat dalam bahasa Arab, tidak perlu khawatir atau merasa malu. Yang terpenting adalah niat yang tulus untuk mendoakan kebaikan orang lain. Kita dapat menggunakan bahasa yang kita kuasai untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa yang ikhlas. Seiring waktu, kita dapat belajar dan menghafal berbagai ucapan dalam bahasa Arab secara bertahap. Kesederhanaan dengan ketulusan lebih baik daripada menggunakan bahasa Arab yang tidak kita pahami maknanya atau diucapkan dengan terpaksa.

Temukan berbagai inspirasi kata-kata ucapan menarik lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

Rekomendasi
Trending