Dear Evan Hansen
Synopsis
Film Dear Evan Hansen berfokus pada Evan Hansen, remaja 17 tahun yang hidup dengan kecemasan sosial dan depresi. Atas saran terapisnya, Dr. Sherman, Evan diminta menulis surat untuk dirinya sendiri tentang alasan mengapa 'hari ini akan menjadi hari yang baik'.
Sang ibu, Heidi, juga mendorong Evan agar meminta orang-orang menandatangani gips lengannya, akibat jatuh dari pohon, sebagai cara sederhana untuk membuka pertemanan. Di sekolah, Evan menulis surat itu sambil bertanya-tanya apakah ada yang akan menyadari jika dirinya menghilang.
Suatu hari, Connor Murphy, teman sekolahnya, bersedia menandatangani gips Evan dengan tulisan besar. Connor kemudian menemukan surat Evan dan marah karena di dalamnya menyebut nama adiknya, Zoe, yang diam-diam disukai Evan. Mengira surat itu ditulis untuk memprovokasinya, Connor pergi sambil membawa surat tersebut.
Tiga hari kemudian, Evan dipanggil ke ruang kepala sekolah dan diberi tahu oleh orang tua Connor, Cynthia dan Larry, bahwa Connor meninggal dunia. Upaya Evan untuk menjelaskan kebenaran justru disalahpahami; surat yang dibawa Connor dianggap sebagai surat perpisahan yang ditujukan untuk Evan, sementara nama Connor di gips Evan menguatkan keyakinan mereka.
Evan lalu diundang makan malam ke rumah keluarga Murphy. Tertekan oleh harapan Cynthia, Evan menciptakan kisah palsu tentang persahabatannya dengan Connor, termasuk cerita bahwa lengannya patah saat mereka bersama di sebuah kebun apel. Ia meminta bantuan Jared, teman keluarganya, untuk membuat email-email lama seolah-olah ia benar-benar dekat dengan Connor.
Sementara itu, Zoe bertanya-tanya mengapa namanya muncul dalam surat Connor, mengingat hubungan mereka yang rumit di masa lalu. Evan, yang masih tak sanggup berkata jujur, menyampaikan perasaannya kepada Zoe dengan berpura-pura berbicara dari sudut pandang Connor.
Seorang siswi lain, Alana Beck, mengusulkan 'The Connor Project', sebuah inisiatif sekolah untuk mengenang Connor dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental. Dalam sebuah acara sekolah, Evan menyampaikan pidato tentang kesepian dan persahabatannya dengan Connor.
Video pidato itu viral dan memberi harapan bagi banyak orang yang berjuang dengan kesehatan mental. Respons positif tersebut membuat keluarga Murphy tersentuh, dan Zoe berterima kasih kepada Evan karena telah membantu mereka melewati masa duka, meski kebohongan Evan kian membesar.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026Berita Lainnya
'LASTRI: ARWAH KEMBANG DESA' Jadi Warisan Terakhir Gary Iskak di Layar Lebar
Titi Kamal Speechless Lihat Teaser PERUMAHAN LADDALAND, Sebut Ceritanya Relate