Ferrari
Biography Drama History

Ferrari

2023 130 menit R
Rating 6.4/10
Rating 7/10
Sutradara
Michael Mann
Penulis Skenario
Troy Kennedy Martin Brock Yates
Studio
Forward Pass Storyteller Productions Lady Bacardi Media

"Ferrari" hadir sebagai biopic dramatis tentang Enzo Ferrari, sang legenda otomotif Italia, yang nggak cuma dikenal karena mobil-mobil supernya, tapi juga kehidupan pribadinya yang kompleks. Film ini disutradarai Michael Mann, yang dikenal piawai dalam membangun ketegangan dan atmosfer dramatis, dan dibintangi Adam Driver sebagai Enzo, didampingi Penélope Cruz sebagai Laura, Shailene Woodley sebagai Lina, serta deretan aktor lain yang bikin cerita makin hidup. Berlatar musim panas 1957, film ini nggak hanya fokus pada balap mobil legendaris Mille Miglia, tapi juga konflik keluarga, cinta terlarang, serta tekanan profesional yang bikin Enzo terjebak di tengah badai emosi dan tanggung jawab.

Cerita dimulai saat Ferrari sedang mempersiapkan timnya menghadapi Mille Miglia, balapan jarak jauh sejauh 1.000 mil yang terkenal ekstrem dan berbahaya. Enzo sendiri sedang berduka atas kematian anaknya, Dino, setahun sebelumnya, sekaligus menghadapi ketegangan dengan istrinya, Laura, yang mulai curiga dengan hubungan gelap Enzo dengan Lina Lardi, wanita yang memberinya seorang anak di luar nikah bernama Piero. Konflik ini nggak cuma soal rumah tangga, tapi juga menyentuh bisnis Ferrari yang sedang terancam bangkrut setelah investasi besar dalam mobil Formula One terbaru mereka.

Dalam upayanya mengamankan kendali penuh perusahaan, Enzo harus menegosiasikan hak Laura atas sahamnya. Laura, yang marah dan sakit hati, menuntut cek senilai 500.000 dolar Amerika, jumlah yang bisa menghancurkan Ferrari jika dicairkan. Meski begitu, Laura tetap memberi kesempatan pada Enzo untuk menggunakan uang itu sebagai alat diplomasi, yakni menyuap media agar reputasi Ferrari tetap aman setelah kecelakaan tragis yang menimpa pembalap baru mereka, Alfonso de Portago, di Guidizzolo. Mobil de Portago meledak setelah ban depan kiri pecah akibat cat’s eye yang rusak, menewaskan de Portago, navigatornya, dan sembilan penonton, termasuk anak-anak. Adegan ini sangat menegangkan, menyoroti risiko ekstrem balap era 1950-an dan tekanan gila yang dirasakan Enzo sebagai pemimpin tim.

Sementara itu, Piero Taruffi, pembalap veteran Ferrari, menyelesaikan lomba dan menang, tapi sorotan media justru menuding Enzo bertanggung jawab atas kematian de Portago. Ketegangan profesional berpadu dengan drama keluarga, ketika Enzo menghadapi pilihan sulit antara menyelamatkan perusahaan dan memenuhi tuntutan pribadi Laura. Kekuatan narasi film ini ada pada cara Mann menyeimbangkan ketegangan balap dengan drama emosional, penonton merasakan tekanan, duka, dan ambisi Enzo sekaligus.

Hubungan Enzo dengan Laura dan Lina memberi lapisan emosional yang mendalam. Adam Driver sukses menunjukkan sisi tegas, cerdas, tapi juga rapuh dari Ferrari. Penelope Cruz memberi dimensi kompleks pada Laura, sosok yang keras kepala tapi penuh perhitungan, sementara Shailene Woodley membawa dinamika segar sebagai Lina Lardi, wanita yang memaksa Enzo menghadapi konsekuensi pilihannya. Interaksi karakter-karakter ini membuat film lebih dari sekadar biografi balap, tapi juga cerita manusia dengan dilema moral, cinta, dan kehilangan.

Proses produksi film ini juga menarik. Filming berlangsung di Modena dan Brescia, termasuk trek Imola yang ikonik, untuk menangkap atmosfer era 1950-an dengan detail yang autentik. Adegan kecelakaan de Portago menggunakan cat's eye fisik hasil cetak 3D dan helm balap era itu juga dibuat khusus untuk memberikan kesan realistis. Michael Mann, yang awalnya mengembangkan proyek ini sejak 2000, berhasil memadukan estetika balap klasik dengan dramatisasi intens karakter Ferrari. Musik yang digubah Daniel Pemberton menambah ketegangan sekaligus nuansa emosional dalam tiap adegan, mengiringi balapan dan momen keluarga dengan pas.

Film ini sempat diperebutkan hak distribusinya di Amerika Serikat. Awalnya direncanakan tayang di Showtime, namun akhirnya Neon yang mengambil risiko menayangkannya secara teatrikal pada 25 Desember 2023. Meskipun kritik umumnya positif dan film masuk dalam daftar 10 film terbaik 2023 versi National Board of Review, Ferrari underperformed di box office dengan pendapatan 43 juta dolar dari anggaran 95 juta dolar. Namun, performa Adam Driver dan Penélope Cruz, detail produksi, serta drama emosional yang kuat membuat film ini tetap menarik untuk ditonton.

"Ferrari" menonjol bukan hanya karena balap mobil dan kemewahan masa lalu, tapi juga karena memperlihatkan sisi manusiawi Enzo: kesedihan, cinta yang rumit, ambisi, dan ketegangan moral yang dialami orang-orang di balik legenda. Adegan Mille Miglia dan tragedi de Portago menegaskan risiko ekstrem dunia balap saat itu, sementara konflik keluarga menambah kedalaman cerita. Film ini berhasil membaurkan sejarah otomotif dengan drama manusia, membuat penonton nggak cuma terpukau oleh kecepatan mobil, tapi juga terhanyut dalam dilema emosional karakter-karakternya.

Secara keseluruhan, "Ferrari" adalah kombinasi apik antara biopic, drama, dan olahraga yang menghibur sekaligus menegangkan. Michael Mann berhasil menghidupkan sejarah balap Italia sambil mengupas sisi pribadi seorang legenda otomotif. Penonton bisa merasakan ketegangan di lintasan, drama di ruang keluarga, dan kompleksitas moral dalam setiap keputusan yang dibuat Enzo. Buat siapa saja yang penasaran dengan kisah di balik mobil-mobil super Ferrari dan kehidupan manusia di baliknya, film ini wajib ditonton. Kamu siap menyelami dunia balap ekstrem dan drama pribadi Enzo Ferrari?

Adam Driver Enzo Ferrari
Shailene Woodley Lina Lardi
Giuseppe Festinese Piero Lardi
Alessandro Cremona Porter
Derek Hill Jean Behra
Leonardo Caimi Brusoni the Tenor
Penu00e9lope Cruz Laura Ferrari
Gabriel Leone Alfonso de Portago
Michele Savoia Carlo Chiti
Jacopo Bruno Omer Orsi