Friday Night Lights
Synopsis
Musim panas 1988, di Odessa, Texas, semua mata tertuju pada tim football SMA Permian Panthers. Harapan besar dipikul oleh pelatih Gary Gaines dan bintang andalan mereka, James “Boobie” Miles, seorang running back yang jadi incaran kampus- kampus besar. Quarterback Mike Winchell lebih sering jadi pengumpan bola ke Miles, sementara Don Billingsley, sang fullback, masih berjuang dengan masalah di lapangan dan trauma dari ayahnya, Charles, mantan juara negara bagian yang kini jadi pecandu alkohol.
Di pertandingan pembuka, Panthers tampil luar biasa. Miles memamerkan bakatnya di depan para pencari bakat universitas, sampai sebuah keputusan membuat segalanya runtuh. Saat Gaines tetap menurunkan Miles di menit-menit akhir, ia mengalami cedera ACL parah yang mengakhiri musimnya. Kota yang terobsesi football pun balik menyalahkan sang pelatih. Permainan Panthers kemudian goyah, sampai Chris Comer, pemain cadangan ketiga, tampil mengejutkan dan membawa tim kembali ke jalur kemenangan.
Meski berusaha menolak kenyataan, Boobie akhirnya harus menerima bahwa kariernya hancur. Di laga penentuan melawan Midland Lee, ia memaksa main lagi, tapi cedera kambuh dan Panthers kalah tipis. Rasa frustasi meledak, Billingsley bahkan bertengkar hebat dengan ayahnya. Namun keberuntungan berpihak lewat undian koin, membuat Permian lolos ke playoff meski Boobie harus menyingkir.
Di playoff, Panthers terus melaju sampai final negara bagian melawan raksasa Dallas Carter di Astrodome. Carter terlalu kuat, berbadan besar, cepat, dan tangguh. Panthers sempat tertinggal jauh, tapi dengan semangat pantang menyerah, mereka mengejar sampai jarak hanya enam poin. Waktu tersisa detik terakhir, Winchell berlari sendiri membawa bola menuju garis akhir. Semua napas tertahan... tapi ia terhenti hanya beberapa inci dari touchdown penentu. Carter keluar sebagai juara.
Para pemain Panthers belajar berdamai dengan kekalahan, termasuk Billingsley yang akhirnya berdamai dengan ayahnya. Apakah mimpi yang hancur benar-benar akhir dari segalanya, atau justru awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya?
Penulis Artikel: Fannisa Nasywaa Anandita.
Pemeran
Jadwal Film
Ek Din
The Bell: Panggilan Untuk Mati
Mortal Kombat II
Fuze
Tears of the Azure Sea
Ek Din
The Devil Wears Prada 2
Michael (2026)
Dilan ITB 1997
The Drama
Para Perasuk
Kupilih Jalur Langit
Ikatan Darah
Dalam Sujudku
The Magic Faraway Tree
Project Hail Mary
Tiba Tiba Setan
Warung Pocong
Ghost in the Cell
Ready or Not 2: Here I Come
Lee Cronin's The Mummy
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
They Will Kill You
Yohanna
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Semua Akan Baik-Baik Saja
13 Mei 2026
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
13 Mei 2026
Top Gun : Maverick ( re-release )
13 Mei 2026
In the Grey
15 Mei 2026
Pati Patni Aur Woh Do
15 Mei 2026
Keluarga Suami Adalah Hama
21 Mei 2026
Gudang Merica
21 Mei 2026
Kamu Harus Mati
21 Mei 2026
Chand Mera Dil
22 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Colony (2026)
03 Juni 2026
Nobody Loves Kay
04 Juni 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Air Mata Buaya
07 Juni 2026
Minions & Monsters
30 Juni 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea
09 Juli 2026
Badut Gendong
27 Mei 2026
Passenger (2026)
27 Mei 2026
Kucing Hitam
04 Juni 2026
Love Barista (2026)
05 Juni 2026
Dosa
11 Juni 2026
Garuda di Dadaku
11 Juni 2026
Dukun Magang
18 Juni 2026Berita Lainnya
11 Film Berlatar Abad Pertengahan Penuh Peperangan, Politik, dan Petualangan
Ajil Ditto Ceritakan Syuting Film 'ISTIMEWA': Tahan Tangis hingga Momen 'Cut'