INDONESIA

[Review] 'MARI LARI'

Memupuk Harapan Lewat Berlari
Kamis, 12 Juni 2014 14:51  | 

Dimas Aditya


Memupuk Harapan Lewat Berlari
dok. Press Release




KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Sejak kecil Rio (Dimas Aditya) tak pernah menuntaskan apa pun dalam hidupnya. Terakhir, ia nekat pergi dari rumah lantaran tak ingin rampungkan kuliah hukum yang terbengkalai. Dia lebih memilih tinggal di kamar sempit sebuah showroom mobil tempatnya bekerja sebagai sales, daripada mendengar omelan Ayahnya (Donny Damara) setiap hari.

Hingga kemudian Ibu (Ira Wibowo) yang selalu memanjakannya meninggal dengan pesan terakhir sebuah kunci rumah; tanda memintanya pulang untuk tinggal bersama sang Ayah. Kepulangan tersebut membawa sebuah harapan bagi Rio tatkala melihat undangan marathon 42 kilo di Bromo yang ditujukan untuk Ibunya.

Dibantu Anisa (Olivia Jensen), Rio mulai berlatih bagaimana menjadi pelari yang baik. Di sela-sela itu ia juga berusaha membereskan kuliahnya seperti permintaan sang Ibu. Mampukah Rio menyelesaikan apa yang dia mulai dan mendapatkan kepercayaan ayah, juga Anisa, yang dicintainya?

MARI LARI merupakan drama sport yang menjadi debut Delon Tio sebagai sutradara. Kehadiran film ini sukses membawa angin segar di scene perfilman lokal sebagai tontonan keluarga yang tak hanya menghibur, tapi juga mengedukasi dengan cara yang manis.

Kekuatan film ini paling tampak pada urusan naskah yang ditulis oleh Ninit Yunita. Sosok Ninit yang sebelumnya dikenal sebagai penulis novel best seller, berhasil meracik kekuatan cerita dari karakterisasi para tokohnya dengan begitu bernas. Sehingga penampilan karakternya tidak sia-sia karena menjadi satu rangkaian yang utuh.

Hal tersebut didukung oleh eksekusi apik dari sang sutradara yang mengawali karirnya sebagai produser dan penata artistik drama 6:30. Secara atraktif, Delon Tio berhasil menyajikan visualisasi menarik dalam debut yang sukses mengikat hati penontonnya ini.

Para bintangnya pun bermain cukup bagus dan mampu hidupkan karakter yang diembankan. Seperti Dimas Aditya yang pesimis, Olivia Jensen yang optimis, Donny Damara sebagai Ayah yang kaku, sampai penampilan Verdi Solaiman sebagai bos genit yang sukses memancing tawa.

Kekurangan film ini ada pada inkonsisten ketajaman gambar yang begitu kontras. Juga built in product yang begitu mengganggu. Namun terlepas dari hal tersebut, MARI LARI film yang sangat layak untuk diapresiasi. Satu yang bisa saya petik setelah menonton film ini: bahwa hidup adalah menyelesaikan sesuatu.

Trivia:
- Alexa mendaur ulang lagu Titiek Puspa untuk kepentingan soundtrack film ini.
Yasha Chatab, mantan pembawa acara berita Metro TV yang beristrikan pemain biola ternama Maylaffayza, duduk di kursi produser bersama Delon Tio.

Baca Review Kami Yang Lain

Ulah Dua Polisi Bodoh Yang Lebih 'Gila'
Bersatu Rebut Kembali Teater JKT48
Sisi Kelam Dari Dongeng Putri Tidur
Hidup Berkali-Kali Demi Selamatkan Dunia
Perjuangan Mengembalikan Hidup Para Mutan

 

 

(kpl/abs/dka)