INTERNASIONAL

[Review] 'WHITE HOUSE DOWN', Menyelamatkan Nyawa Presiden

Kamis, 27 Juni 2013 17:41  | 

Channing Tatum


[Review] 'WHITE HOUSE DOWN', Menyelamatkan Nyawa Presiden
Foto: Centropolis Entertainment




KapanLagi.com - Setelah bermain-main dengan ramalan suku Maya dalam 2012 yang membuat heboh itu, Roland Emmerich kembali hadirkan karya terbaru bertajuk WHITE HOUSE DOWN. Melihat dari judulnya, tentu saja film ini akan mengambil setting di kediaman resmi Presiden Amerika yang terletak di 1600 Pennsylvania Avenue, Washington.

Film yang naskahnya ditulis oleh James Vanderbilt ini berkisah tentang John Cale (Channing Tatum) seorang Polisi Capitol yang terpaksa meredam impian bergabung dalam tim rahasia untuk melindungi Presiden. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Agen khusus Carol Finnerty (Maggie Gyllenhaal) yang menyatakan Cale belum layak menduduki posisi itu setelah mempelajari catatan masa lalu duda satu anak tersebut.

Agar tidak mengecewakan putrinya, Emily (Joel King), Cale mengajak anaknya mengunjungi Gedung Putih. Sewaktu istirahat mengikuti tur bersama wisatawan lain, keduanya tiba-tiba terpisah begitu sekelompok paramiliter bersenjata datang dan menyabotase lokasi.

Saat berusaha mencari anaknya inilah Cale bertemu dengan Presiden James Sawyer (Jamie Foxx) yang nyawanya terancam. Ingat tujuan utama, Cale pun memilih menyelamatkan nyawa Presiden terlebih dahulu meski keadaan menjadi tidak mudah setelahnya.

Selama 30 menit pertama, kita akan diajak berkenalan dengan para karakter dalam film. Usai itu, ledakan demi ledakan pun dimulai. Seperti makanan dalam film-film sebelumnya, Emmerich terlihat tak kesusahan mempertontonkan porak porandanya gedung putih yang set-nya berlokasi di Montreal.

Channing Tatum seperti biasa berhasil tebar pesona. Chemsitry dengan Joel King yang berperan sebagai anaknya mampu terolah dengan baik. Begitu pula dengan Jamie Foxx. Meski kurang berwibawa sebagai sosok yang ditujukan sebagai replika Obama, Foxx cukup berkontribusi lebih dalam memerankan karakter James Sawyer.

Naskah olahan Vanderbilt cukup mulus menyempalkan komedi sindirannya. Tak hanya itu, ia juga cermat merangkai intrik politik. Sayang, sama seperti film aksi lainnya, beberapa adegan tampak tidak logis. Malah, John Cale sengaja diplot seperti John McClane-nya DIE HARD dengan ciri khas tokoh-utama-yang-susah-banget-dibunuh.

Well, lepas dari itu dan kesamaan pola dengan OLYMPUS HAS FALLEN yang rilis beberapa bulan lebih awal, WHITE HOUSE DOWN tetap menyenangkan untuk ditonton. Kapanlagi coba melihat gedung putih diambang kehancuran?

(kpl/abs)