INTERNASIONAL

[Review] '22 JUMP STREET'

Ulah Dua Polisi Bodoh Yang Lebih 'Gila'
Kamis, 12 Juni 2014 09:51  | 

Channing Tatum


Ulah Dua Polisi Bodoh Yang Lebih 'Gila'
dok.




KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Pada tahun 2012 silam, 21 JUMP STREET besutan Phil Lord dan Chris Miller sukses menghentak tangga box office. Mereka berhasil mengadaptasi serial televisi tahun 80-an berjudul sama, dengan cita rasa baru.

Sayangnya, Channing Tatum yang biasa bermain drama, mendadak harus melucu bersama Jonah Hill sebagai pasangan polisi yang ditugaskan menyamar di sebuah SMU untuk mengungkap peredaran obat bius jenis baru; HFS. Jujur saja, selain sajian aksi yang nanggung, performa Tatum juga kalah dari Hill hingga filmnya kurang memuaskan.

Dua tahun kemudian sekuelnya muncul dengan tajuk 22 JUMP STREET. Masih memasang nama Channing Tatum serta Jonah Hill sebagai Greg Jenko dan Morton Schmidt. Kisahnya pun tidak jauh berbeda, di mana Kapten Dickson (Ice Cube) memerintahkan mereka menyamar (lagi) di sebuah universitas untuk membekuk bandar narkoba.

Namun Michael Bacall selaku penulis skenario sepertinya paham betul bila kisahnya hanya sebatas itu, film akan menjadi sangat membosankan. Maka, dimulai dengan dialog sindiran mengenai payahnya kualitas sekuel, film ini berhasil melaju membuat penonton terjaga di kursi dari awal hingga film berakhir.

Sebuah misi baru di lingkup universitas. Pastinya menghiburSebuah misi baru di lingkup universitas. Pastinya menghibur



Menonton 22 JUMP STREET akan kembali mengingatkan kita pada beberapa adegan di film pertama. Namun di saat yang sama, karakternya sukses mengolok-olok apa yang terjadi sebelumnya dan membuat versi baru dengan lebih gila.

Dari segi komedi, sudah tak usah dibicarakan lagi bagaimana polisi bodoh macam Schmidt dan Jenko berhasil membuatmu tertawa terpingkal entah itu guyonan kasar atau tingkah bodoh lainnya. Dari segi drama pun begitu, unsur bromance antara dua tokohnya kini lebih matang serta mengikat. Dalam sebuah adegan diceritakan bila mereka berpisah dan kisah tersebut sukses membuat penonton terbawa emosi hingga turut kehilangan pemantik tawanya.

Sebagai sekuel, Phil Lord dan Chris Miller berhasil meningkatkan dosis tawa dan aksi dibanding pendahulunya. Channing Tatum serta Jonah Hill yang turut duduk di kursi produser, juga Ice Cube yang tak kalah ahli dalam mencuri frame, turut andil membawa level sekuel ini naik beberapa tingkat dengan twist dan kelokan yang mengejutkan.

Seolah belum ingin membuat penonton puas, pesan saya, jangan tinggalkan kursi bioskop sebelum film benar-benar selesai. Karena sepanjang credit title akan digeber sindiran lain tentang sebuah sekuel, hingga bonus after credit yang sangat sayang dilewatkan.

Baca review kami yang lain

Bersatu Rebut Kembali Teater JKT48
Sisi Kelam Dari Dongeng Putri Tidur
Hidup Berkali-Kali Demi Selamatkan Dunia
Perjuangan Mengembalikan Hidup Para Mutan
Rajanya Para Monster Menyerang Kota

 

 

 

(kpl/abs/dka)