Pasir Berbisik
Drama

Pasir Berbisik

2002 106 menit
Rating 7.2/10
Rating 7.9/10
Sutradara
Nan Triveni Achnas
Penulis Skenario
Nan Triveni Achnas Rayya Makarim
Studio
Christine Hakim Film NHK Salto Productions

Daya (Dian Sastrowardoyo) adalah gadis muda yang hidup di kampung miskin dekat pantai bersama ibunya, Berlian (Christine Hakim), seorang penjual jamu yang tangguh. Sejak kecil, Daya harus menerima kenyataan pahit karena ayahnya, Agus (Slamet Rahardjo Djarot), seorang dalang, menghilang tanpa kabar.

Kehidupan tanpa sosok ayah membuat Berlian menjadi ibu yang super protektif. Ia membesarkan Daya dengan keras di lingkungan yang terpencil dan jauh dari hiruk- pikuk dunia modern. Akibatnya, Daya tumbuh jadi gadis yang tertutup dan sering tenggelam dalam imajinasinya sendiri, terutama tentang sang ayah yang ia rindukan.

Ada satu kebiasaan unik Daya, ia kerap merebahkan diri di atas pasir, seolah mendengar bisikan dari dalam tanah. Dalam pikirannya, pasir itu seperti menyampaikan pesan, bahkan mungkin tentang ayahnya. Daya pun diam-diam berharap, jika suatu hari ayahnya kembali, ia bisa pergi jauh meninggalkan kehidupan yang mengekangnya.

Suasana kampung mereka makin mencekam ketika teror misterius mulai terjadi, rumah terbakar dan banyak warga meninggal. Ketakutan membuat warga satu per satu meninggalkan kampung. Hingga suatu hari, sekelompok orang tak dikenal menyerang, memaksa Daya dan Berlian kabur dengan membawa barang seadanya.

Dalam pelarian tanpa arah, Berlian teringat nasihat adiknya yang kini menjadi penari ronggeng keliling, tempat paling aman adalah Pasir Putih. Mereka pun menuju ke sana dan akhirnya menemukan tempat tinggal sederhana berupa gubuk kosong.

Di Pasir Putih, hidup mereka perlahan berubah. Berlian kembali berjualan jamu, sementara Daya mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka bertemu Suwito (Didi Petet), seorang pedagang yang diam-diam menaruh hati pada Daya. Daya juga berteman dengan Sukma (Dessy Fitri), gadis sebayanya yang punya kepekaan terhadap 'bisikan pasir'.

Kehidupan Daya semakin berwarna saat ia bertemu rombongan penari ronggeng, termasuk Bu Lik-nya sendiri. Dari sanalah Daya mulai mengenal dunia tari dan jatuh cinta pada kebebasan yang ditawarkan. Ia bahkan diberi baju ronggeng yang membuatnya semakin larut dalam dunia baru itu.

Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Berlian yang khawatir anaknya tersesat dalam kehidupan ronggeng, diam-diam membakar baju tersebut. Tindakan ini membuat hubungan ibu dan anak itu makin renggang. Sebelum pergi, Bu Lik sempat mengingatkan Berlian bahwa sikap kerasnya bisa membuat Daya memilih pergi.

Hingga suatu malam yang tak terduga, Agus akhirnya kembali muncul dan datang ke Pasir Putih, membawa harapan sekaligus konflik baru dalam kehidupan Daya dan Berlian.

Christine Hakim Berlian
Dian Sastrowardoyo Daya
Slamet Rahardjo Agus
Didi Petet Suwito
Dik Doank Pemberontak
Dessy Fitri Sukma
Karlina Inawati Delima
Dewi Sawitri Bidan Suri
Mang Udel Kakek