Tabula Rasa
Drama

Tabula Rasa

107 menit TV-PG
Rating 7.5/10
Rating 8.3/10
Sutradara
Adriyanto Dewo
Penulis Skenario
Tumpal Tampubolon
Studio
LifeLike Pictures

Film Tabula Rasa dibuka dengan sosok Hans yang tengah memasak untuk anak-anak yang kelaparan. Ia menyiapkan hidangan sederhana sambil menunggu makanan matang, lalu menyajikannya dengan penuh perhatian. Sebelum makan, mereka tak lupa memanjatkan doa bersama sesuai keyakinan yang dianut.

Setelah momen hangat itu, cerita beralih ke masa ketika Hans masih aktif bermain sepak bola. Dalam sebuah pertandingan yang disiarkan langsung di televisi, ia berhasil mencetak gol spektakuler yang disambut sorak sorai penonton.

Namun, seiring waktu, Hans harus meninggalkan dunia sepak bola. Bola yang dulu menjadi bagian hidupnya pun kini hanya ditendang jauh, seolah melambangkan perpisahan dengan masa lalu.

Hans kemudian memulai perjalanan baru ke Jakarta bersama anak-anak panti asuhan dari Serui. Ia membawa kenangan dan juga hadiah untuk orang tuanya sebelum berangkat. Perjalanan panjang dengan pesawat membawanya menuju ibu kota yang penuh hiruk-pikuk.

Sesampainya di Jakarta, Hans dihadapkan pada realitas kehidupan kota yang keras. Ia melihat keramaian kendaraan, orang-orang berlalu-lalang, serta kehidupan sederhana yang jauh dari kata layak. Ia menjalani hari- harinya dengan keterbatasan, bahkan sempat tinggal di tempat sederhana di dekat rel kereta api. Dalam kesunyian malam, ia merenungi hidup sambil memandangi kereta yang melintas.

Keesokan harinya, kehidupan terus berjalan. Hans berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk Mak dan Natsir, yang kemudian membawanya ke sebuah rumah makan Padang sederhana bernama 'Takana Juo'. Di sana, Hans mencicipi gulai ayam dengan nasi, sebuah pengalaman yang mulai membuka jalan baru dalam hidupnya.

Seiring waktu, Hans mulai menemukan arah baru. Ia bergabung membantu di dapur rumah makan Padang 'Caniago' milik Pramanto. Dari sinilah perjalanan Hans untuk menemukan kembali makna hidup, harapan, dan jati dirinya perlahan dimulai.

Jimmy Kobogau Hans
Dewi Irawan Mak
Yayu A.W. Unru Parmanto
Ozzol Ramdan Natsir