HOME » KOREA
KOREA

Mengenal The Great Queen Seon Deok, Ratu Pertama dalam 5000 Sejarah Korea - Meramal Sendiri Waktu Kematiannya

Selasa, 07 April 2020 17:15 Penulis: Mita Anandayu

Siapa Ratu Seon Deok? © Istimewa

Kapanlagi.com - Banyak dari kamu yang mengenal drama Korea setelah menonton Drama The Great Queen Seon Deok. Drama ini tayang pada tahun 2009 di MBC. Drama yang diperankan oleh Lee Yo Won sebagai Ratu Seon Deok berhasil meraih rating di atas 40% di Korea.

Namun, tahukah kamu siapa Queen Seon Deok? Faktanya, dia menjadi ratu penguasa kerajaan pertama dalam 5000 sejarah Korea. Pada saat itu, hanya laki-laki yang bisa menjadi raja.

Ratu Seon Deok dalam drama THE GREAT QUEEN SEON DEOK yang diperankan oleh Lee Ye Won © MBCRatu Seon Deok dalam drama THE GREAT QUEEN SEON DEOK yang diperankan oleh Lee Ye Won © MBC

1. Ratu Pertama dalam Sejarah Korea

Seperti yang dikutip dari prkorea.com, Seon Deok menjadi ratu selama hampir 15 tahun dari tahun 632-647. Di kerajaan Silla, Seon Deok merupakan penguasa ke-27 dan menjadi ratu pertama di kerajaan tersebut dan dalam sejarah. Selama masa pemerintahannya, Silla memiliki kekuatan nasional yang paling lemah dibandingkan dengan kerajaan lain, Goguryeo dan Baekje.

Akan tetapi, dari detik saat dia menjadi ratu, Seon Deok merawat orang miskin di rumah dan luar kerajaan. Dia mengejar berbagai kebijakan untuk memperbaiki bangsa dan memilih dua pahlawan, yakni Kim Yu Shin dan Kim Chun Chu. Saat ini orang Korea mengatakan kemampuan Silla bisa menyatukan tiga kerajaan dan bertahan selama ribuan tahun dengan sumber daya manusia dan kepemimpinan para pemimpinnya

2. Prestasi Ratu Seon Deok

Ratu Seon Deok naik tahta selama periode yang penuh gejolak, tetapi dia adalah seorang ratu yang hebat. Seon Deok membuka jalan bagi Silla dengan kebijaksanaannya yang luar biasa. Ia menggunakan intuisi, kecerdasan dan daya tariknya untuk menjalankan negara agar tetap kuat dalam pertempuran dengan dua kerajaan lainnya.

Menurut newworldencyclopedia.or, budaya dan pembelajaran juga maju di bawah kepemimpinannya. Baekje dan Goguryeo pada akhirnya menyatukan seluruh bagian semenanjung Korea untuk pertama kalinya, hanya selang beberapa dekade setelah masa pemerintahan Ratu Seon Deok. Dia juga menjaga kerajaan dengan memperluas ikatannya dengan Cina dengan mengirim para sarjana ke sana untuk belajar.

3. Ramalan Kematian Ratu Seon Deok

Tak hanya itu, salah satu kemampuan yang paling diingat oleh sejarah adalah kemampuan meramal yang dinamakan 'Ramalan Ratu Seon Deok'. Sang Ratu meramal tentang serangan Baekje. Di mana sebelumnya ia mendengar segerombolan katak yang membuat kebisingan di Kolam Eokmun. Hal ini lantas dianggap Seon Deok sebagai peringatan akan datangnya serangan terhadap Silla. Seon Deok lantas mengirim pasukan meskipun pengamat militer tidak melihat adanya tanda-tanda penyerangan.

Ramalannya pun ternyata benar, para pasukan musuh telah bersembunyi dan siap menyerang. Hal ini membuat jenderal Baekje berhasil dibunuh dalam penyerangan tersebut. Ramalan lainnya yakni tentang prediksi kematiannya, mulai dari tanggal, bulan, tahun hingga waktu kematiannya sendiri.

4. Meninggal Tanpa Pewaris Kerajaan

Awal kepemimpinannya di Kerajaan Silla sebagai pengganti ayahnya dipercaya dikaitkan dengan tampilan kecerdasannya di masa kecil. Salah satu ceritanya yaitu ketika ia berusia tujuh tahun, sang ayah menerima sekotak biji bunga Peony dari Kaisar Cina disertai dengan lukisan seperti apa bentuk bunga tersebut.

Melihat lukisan tersebut Seon Deok pun berkomentar, "Sayang sekali meski bunganya cantik tapi tidak berbau. Jika itu wangi, maka akan banyak kupu-kupu dan lebah di sekitar lukisan bunga itu." Pengamatannya inilah yang membuktikan tentang kecerdasannya. Hal ini menegaskan kemampuannya untuk memerintah kerajaan.

Ratu Seon Deok disamakan dengan Ratu Elizabeth I, di mana ia mendorong kebangkitan dalam pemikiran, sastra dan seni yang memiliki dampak kuat pada budaya Silla. Dia juga mendorong keseimbangan antar kelompok agama di Korea yang berbeda-beda. Setelah masa pemerintahannya berakhir, Seon Deok meninggal tanpa perawis. Tahta pun diserahkan kepada sepupunya, Ratu Jin Deok, yang memerintah Silla hingga dari tahun 647 hingga tahun 654. Ia meninggal pada hari dan waktu yang telah ia ramalkan sebelumnya.

(kpl/mit)

Editoraaa: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING