KOREA

Serunya Talk Show Virtual Penerbit Haru Bersama Penulis Buku Map of The Soul: 7, Bahas Teori sampai Lagu Milik BTS Bareng ARMY Indonesia

Rabu, 07 Juli 2021 16:01 Penulis: Mita Anandayu

Talk Show Virtual Bersama Dr. Murray Stein © Penerbit Haru

Kapanlagi.com - Sosok Dr. Murray Stein pasti tidak asing bagi ARMY (sebutan penggemar BTS). Dr. Murray Stein merupakan seorang analis pelatihan di Sekolah Internasional untuk Psikologi Analitis di Zurich, Swiss. Dia juga merupakan analis teori Jungian dan penulis buku tentang psikologi.

Murray Stein pertama kali menemukan psikologi Carl Jung pada musim semi tahun 1968. Saat ini Stein tertarik dengan penggabungan antara penelitiannya dan musik Korea. Murray Stein menjelaskan proses individuasi dan bagaimana setiap manusia memiliki Persona, Shadow, dan Ego dalam diri masing-masing. Hal itu yang disampaikan BTS kepada para penggemar mereka melalui album Map of The Soul: 7.

Dr. Murray Stein © Penerbit HaruDr. Murray Stein © Penerbit Haru

 

1. Bahas Teori dalam Buku hingga Lagu-lagu BTS

Penerbit Haru bekerja sama dengan Penerbit Spring menyelenggarakan acara Talk Show Map of The Soul 7 with Dr. Murray Stein. Talk Show yang diadakan pada 26 Juni lalu merupakan sebuah diskusi membedah buku Map Of The Soul 7 dengan mengundang Murray Stein dan beberapa komunitas ARMY Indonesia untuk membahas lebih dalam teori-teori yang terdapat dalam buku Map Of The Soul 7 dan juga lagu lagu dari BTS. Di dalam diskusi ini juga akan berbagi pengalaman langsung oleh teman-teman ARMY Indonesia terkait pembahasan dalam buku Map Of The Soul 7.

© Penerbit Haru

Tujuan dari Talk Show buku Map Of The Soul 7 adalah untuk menyebarluaskan wawasan terkait teori Jungian, khususnya tiga teori utama dan lagu-lagu BTS di dalam buku Map Of The Soul 7. Diharapkan dengan acara ini juga dapat membantu orang-orang semakin paham dengan isi buku Map Of The Soul 7 sehingga dapat membantu menemukan arah yang tepat dalam perjalanan hidup mereka. Talk show buku Map Of The Soul 7 merupakan salah satu rangkaian acara dari Kampanye Read Asia, Read Diverse, and Read All yang diselenggarakan oleh Penerbit Haru. Kampanye tersebut memiliki tujuan meningkatkan empati dengan menyuarakan bahwa semua buku memiliki peran dan hak yang sama untuk dibaca.

 

2. Teori Jung Menurut Dr. Stein

Dr. Stein sangat mengapresiasi para penerbit yang telah menerjemahkan bukunya ke dalam Bahasa Indonesia. Beliau juga memuji BTS sebagai idola yang spektakuler, mampu menyajikan lagu yang indah dengan makna yang mendalam tentang perjalanan hidup. Dr. Stein juga sangat kaget Ketika beliau diberitahu oleh muridnya bahwa ada sebuah grup band yang menggunakan teori Jung melalui bukunya sebagai referensi album dan beliau sangat senang. Namun, Dr. Stein mengaku juga, merasa nano-nano karena ada kekhawatiran bila ada kesalahpahaman dalam penyampaian teori Jungian, tapi ternyata BTS mampu menyampaikan dengan baik dalam lagu-lagu mereka.

Dr. Stein mengatakan bahwa teori Jung sebetulnya sangat bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, hanya saja memang tampak seperti teori yang sulit. Padahal, sebetulnya teori ini masih teori dasar yang terhitung mudah. Dr. Stein memberikan spotlight pada lagu Black Swan karena sangat menggambarkan kondisi saat ini, yang mana saat itu dirilis di awal pandemi. Beliau menemukan korelasi yang baik dari apa yang ditulis dalam lirik lagu tersebut dengan kondisi yang terjadi.

 

3. Alasan Kagum dengan BTS

Dalam virtual talk show tersebut Dr. Stein mengungkapkan ternyata dirinya sangat mengagumi sosok RM atau Kim Namjoon. Beliau terpukau dengan pidato sang leader BTS di sidang PBB 2018 lalu.

“Menurut saya, BTS bukan sekadar penghibur. BTS lebih dari itu. Bukan hanya penyanyi dan penari, mereka juga menginspirasi fan melalui lagu-lagu mereka dengan cara yang berbeda seperti kebanyakan idola lainnya,” tutur Dr. Stein.

Talk show virtual yang dimoderatori oleh Sharon Mailangkay dari ARMY Help Center Indonesia itu dihadiri hingga 500 ARMY Indonesia yang begitu antusias untuk mendapatkan ilmu dari sang penulis.

 

(kpl/mit)

Editor: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING