LSF Kaji Sistem Sensor Baru, Chand Parwez: Kita Kembali ke Orba

Rabu, 14 Oktober 2015 00:35 Penulis: Rahmi Safitri
LSF Kaji Sistem Sensor Baru, Chand Parwez: Kita Kembali ke Orba Chand Parwes © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Blantika perfilman Indonesia dikejutkan oleh skema penyensoran yang tengah dikaji oleh Lembaga Sensor Film (LSF) dan Komisi I DPR. Bila biasanya proses sensor dilakukan pasca produksi alias sudah final editing, rencananya sensor akan dimulai sejak proses pra produksi dengan kata lain: saat penulisan skenario.

Menanggapi hal ini bos Starvision, Chand Parwez, jelas kaget. Menurutnya pengkajian tersebut tidak perlu karena bakal menjadikan Indonesia seperti pemerintahan Orde Baru. Di mana kemerdekaan berpendapat dikekang, tidak hanya pada industri film saja.

"Rencana itu nantinya membuat kita kembali ke Orde Baru di mana kebebasan dikontrol. Kalau hari ini LSF menetapkan seperti itu, kalian sebagai media memuat berita pun harus dikontrol," ungkap Chand Parwez kepada KapanLagi.com® di Epiwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Chand Parwez tak setuju dengan skema penyensoran yang tengah dikaji LSF © KapanLagi.com®Chand Parwez tak setuju dengan skema penyensoran yang tengah dikaji LSF © KapanLagi.com®

Lebih lanjut, produser banyak judul film box office ini meminta LSF menghentikan salah kaprah yang ada. Karena bakal bertentangan dengan semangat demokrasi.

"Itu salah kaprah yang harus dihentikan. Kita bukan era seperti itu. Kita era kebebasan berkreasi yang bertanggung jawab," imbuh ayah Mithu Nizar ini.

Dengan sistem sensor sekarang, Chand Parwez dan produser film lainnya berusaha menjaga konten dengan klasifikasi umur yang sudah ditetapkan. Sehingga tidak perlu ada wacana yang memberatkan banyak pihak.

"Lihat film-film saya, meski tidak ada peraturan, saya menjaga klasifikasi umur agar tidak ngaco. Karena saya ingin film saya dinikmati masyarakat dan mengeluarkan aura positif," pungkas Chand.

(kpl/abs/pit)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING