'SPIDER MAN 2' Kelihatan Lebih Manusiawi
Kapanlagi.com - SPIDER MAN 2 yang serentak diputar di seluruh dunia 30 Juni, menampilkan aksi meliuk-liuk manusia laba-laba diantara gedung-gedung perncakar langit di New York. Tobey Meguire yang kembali memerankan sosok SPIDER MAN, tampil lebih pas dibanding film pertamanya.
Sutradara Sam Raimi agaknya lebih serius dalam menggarap seri keduanya ini. Sosok Peter Parker juga tampil sangat manusiawi, layaknya orang normal yang punya banyak masalah dalam kehidupannya, mulai kuliah, kerja, serta cinta. Dalam kehidupan normalnya, sang hero ini malah sering dirundung masalah. Misalnya, Peter selalu pulang larut, yang membuat dia terlambat kuliah. Sewa apartemen yang menunggak, hingga terancam diusir, terancam kehilangan kerja, sampai suatu ketika dia harus kehilangan Mary Jane Watson (Kirsten Dunst), pujaan hatinya.
Mary Jane atau MJ merasa cintanya kepada Peter bertepuk sebelah tangan, karena dia selalu tertutup. Ia sudah bosan menanti perkataan cinta dari Peter, yang tak kunjung diucapkan. MJ yang sangat energik ini, bertemu John Jameson (Daniel Gillies), yang berprofesi sebagai astronot luar angkasa. Kenyataan pahit ini membuat Peter terpuruk. Karena ia tak berani mengungkapkan perasaannya kepada MJ. Status sebagai kekasih seorang SPIDER MAN, khawatir membahayakan hidup MJ. Karena MJ sudah pasti bakal menjadi incaran musuh-musuh bebuyutan SPIDER MAN.
Menyadari kehancuran hidupnya. Peter membuat sebuah keputusan besar. Ia berniat meninggalkan kehidupan sebagai superhero. Dan menjalani kehidupan yang normal, demi memenangkan kembali cinta MJ.
Advertisement
Tapi, kehadiran Doc Ock (Alfred Molina), yang berwujud manusia gurita menyurutkan niat Peter. Doc Ock adalah penjelmaan dari dr. Otto Octavius, ilmuwan di bidang fusi. Ia gemar bereksperimen dengan dirinya. Hal ini menjadikannya sebagai manusia dengan dua kepribadian yang bertolak belakang, baik dan buruk.
Sebuah kecelakaan fatal membuat Otto Octavius tak mampu kembali ke sifat aslinya. Dan sialnya, sifat yang menetap dalam dirinya adalah sifat buruk, yang membawanya kepada niatan untuk menguasai dunia. Dan kembaliah sang hero ini untuk menumpas kejahatan.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kaf/dar)
Advertisement
