Waria Pun Bisa Naik Kelas, Tidak Jadi Tertawaan

Kamis, 24 Juli 2014 20:51 Penulis: Mahardi Eka Putra
Waria Pun Bisa Naik Kelas, Tidak Jadi Tertawaan dok. KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Jangan salah paham dulu membaca judul di atas, karena kami tak akan mencuci otakmu untuk berubah wujud menjadi waria. Namun kami mengajakmu untuk menengok sosok-sosok waria dalam perfilman Indonesia dewasa ini. Apakah kamu sadar tokoh waria rutin menghias layar lebar Indonesia.

Tahun lalu ada Olga Syahputra dan kawan-kawan yang dengan terang-terangan mengangkat tema waria dalam film TAMAN LAWANG. Ia sendiri yang menjadi bintang utama ditemani Chand Kelvin dan Tarra Budiman. Sedangkan di tahun ini sampai para bulan Juli ada COMIC 8 (Mongol)dan POCONG PASTI BERLALU (Tata Liem).

Kehadiran mereka dalam film-film di atas tentunya menghibur. Mereka kerap digambarkan kemayu dan juga genit serta centil melebihi seorang wanita sekalipun. Soal fisik, sudah jangan ditanya lagi. Mereka punya fisik yang kekar dan berotot. Penampilan yang kontras dengan sikap dan perilaku mereka ini lah yang membuat tokoh-tokoh waria punya daya tarik.

Meski tokoh waria dalam perfilman kita selalu mengundang senyum sampai tawa, tokoh semacam ini nyatanya belum mendapat penanganan khusus dari para sineas. Seringkali mereka hanya mampu menghadirkan tawa penonton tanpa meninggalkan kesan mendalam. Sekadar lucu tentu belum memberikan kesan mendalam bukan?

Apakah berarti sampai kapan pun peran demikian tak bisa bersaing dengan peran-peran lain? Tidak juga. Ada satu cara yang mampu membuat peran waria jadi naik kelas. Beri peran tersebut motivasi yang oke. 

Ada dua tokoh waria yang sudah ditreatment seperti itu dalam beberapa tahun terakhir. Dua tokoh waria ini ada dalam film REALITA CINTA AND ROCK & ROLL (2007) dan LOVELY MAN (2013). Mau tahu seperti apa tokoh waria kalau naik kelas?

Yang pertama adalah tokoh ayah Nugi yang diperankan oleh Barry Prima. Dengan statusnya sebagai aktor laga tahun 80-an, nama Barry sudah sangat tenar. Penikmat film pasti tahu siapa dia. Comebacknya di film JANJI JONI (2006) sebagai supir taksi sudah cukup memorable, tapi ia ingin lebih.

Sebagai pembuktiannya ia berperan sebagai waria bertubuh kekar dalam film drama REALITA, CINTA, AND ROCK N ROLL. Sebagai seorang waria akhirnya ganti kelamin menjadi transeksual, perannya dalam film ini lebih dari sekadar bahan tertawaan.

Dalam filmnya ia diceritakan sebagai seorang suami yang pergi meninggalkan istri dan anak kecilnya untuk mengikuti jiwanya sebagai seorang wanita. Pilihan berat antara harus bertahan sebagai lelaki bersama keluarganya atau pergi untuk mengikuti panggilan jiwanya dan menjadi perempuan adalah pilihan berat yang harus ia hadapi. Dilema yang ia alami dalam batinnya tersebut yang membuat peran waria dalam film ini punya nilai lebih. Hasilnya? Banyak yang memuji penampilannya bersama dengan Herjunot Ali serta Vino G Bastian dalam film ini.

Barry Prima yang kekar itu rela jadi pria kemayu.Barry Prima yang kekar itu rela jadi pria kemayu.

Sementara waria kedua yang naik kelas adalah Syaiful dalam LOVELY MAN. Waria satu ini diceritakan sebagai seorang pria merantau ke Jakarta demi mencari kehidupan yang lebih layak. Ia sampai meninggalkan istri dan anaknya saat pindah ke Jakarta. Tak disangka kehidupan di Jakarta begitu kertas ia hingga ia harus merelakan dirinya menjadi waria PSK.

Ia menjadi waria karena hanya dengan begitu ia menghidupi dirinya dan juga keluarganya. Uang yang ia dapat, disisihkan sedikit untuk dikirim kepada istri dan anaknya. Berbeda dengan Ayah Nugi yang memilih jadi waria karena panggilan jiwa, tokoh Syaiful jadi waria karena kebutuhan ekonomi. 

Kehadiran Syaiful sebagai waria pun terasa kontras dengan putrinya, Cahaya (Raihaanun) yang tampil berjilbab. Sosok waria disertakan bukan karena kebutuhan bahan lucu-lucuan tapi lebih kepada esensi ceritanya. Perbedaan antara tokoh ayah dan putrinya inilah yang menjadi bumbu sedap kisah dalam LOVELY MAN. Bagaimana ayah yang unik ini bisa menjalin hubungannya dengan sang putri. Di mana bagi sang putri, punya ayah waria sudah tentu bukan sesuatu yang diharapkan.

Akting Donny Damara sebagai Syaiful pun berhasil membuat juri FFI menobatkannya sebagai Aktor Terbaik FFI 2012. Padahal kalau melihat penampilan fisik Donny yang macho dan dandy, tak terbayang rasanya kalau ia menjadi seorang waria.     

Nah, terbukti bukan bahwa peran waria bisa menjadi peran yang berkelas. Bukan sekadar dandan ala wanita dan tampil genit.

Donny Damara yang macho itu menyulap dirinya menjadi waria.Donny Damara yang macho itu menyulap dirinya menjadi waria.

(kpl/dka)

REKOMENDASI
TRENDING