Fans Spider-Man Tak Suka Zendaya Jadi MJ, Penulis Angkat Bicara

Senin, 22 Agustus 2016 16:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Fans Spider-Man Tak Suka Zendaya Jadi MJ, Penulis Angkat Bicara Zendaya/©Fameflynet

Kapanlagi.com - Zendaya Coleman atau yang akrab disapa Zendaya menghiasi headline beberapa media karena kabar bahwa dirinya akan diplot sebagai pemeran Mary Jane, kekasih Spider-Man dalam SPIDER-MAN: HOMECOMING. Rumor tersebut membuat fans Peter Parker terpecah, ada yang setuju, namun tak sedikit pula yang menolak kehadiran Zendaya di keluarga besar Marvel.

Seperti yang bisa ditebak, penolakan Zendaya ini didasari oleh faktor ras. Fans Spider-Man menganggap Zendaya tak punya kulit putih dan rambut merah seperti sosok Mary Jane yang diperankan oleh Kirsten Dunst. Hal ini mengingatkan kita akan kontroversi yang juga muncul ketika Gal Gadot diplot memerankan Wonder Woman, atau Christian Bale saat memerankan sosok Musa dalam EXODUS: GODS AND KINGS.

Sebagai sutradara GUARDIAN OF THE GALAXY yang mengaku sudah membaca naskah HOMECOMING, James Gunn pun angkat bicara soal isu ini. Menurutnya, nggak ada alasan jika Zendaya akhirnya akan memerankan Mary Jane, sebab keunggulan seorang aktris bukanlah dilihat dari mana ia berasal.

Zendaya Coleman bakal didapuk jadi Mary Jane, fans protes/©FameflynetZendaya Coleman bakal didapuk jadi Mary Jane, fans protes/©Fameflynet

"Buatku, kalau atribut utama seorang karakter (hal yang membuat mereka dikenal) adalah warna kulit atau warna rambut, maka karakter itu bisa aku bilang dangkal banget. Buatku, apa yang menonjol dari sosok Mary Jane adalah keceriaan dan kekuatan seorang wanita. Jika aktris yang memerankannya bisa menampilkan atribut itu, berarti dia keren. Aku pikir Zendaya cocok banget memerankan MJ, dia tinggi dan ramping, lebih keren dari pemeran sebelumnya," tulisnya di halaman Facebooknya.

Masih menurut James, para fans film superhero haruslah move on dari karakter favorit mereka yang digambarkan dalam komik. Ingat, komik superhero rata-rata dibuat pada era tahun '60-an, yang tentunya sudah kurang representatif dengan era kekinian.

"Sebenarnya apapun kasusnya, kalau kita terus membuat film white superhero, kita nggak akan mampu merefleksikan keberagaman kita di dunia modern lho. Sebagai masyarakat di era sekarang, kita harusnya bisa terbuka jika karakter favorit kita tak lagi bisa sama persis dengan aslinya," tutupnya.

(cin/tch)


REKOMENDASI
TRENDING