Police Story
Synopsis
Police Story, Aksi Gila Jackie Chan yang Bikin Deg-Degan Sekaligus Ngakak
Kalau kamu
pernah nonton film aksi Hong Kong era 80-an, nama Jackie Chan pasti udah gak asing. Tapi sebelum
ia dikenal sebagai ikon komedi-laga dunia, film inilah yang ngebuktiin bahwa Chan bukan sekadar
jago pukul—dia juga jenius dalam bikin aksi gila.
Yup, Police Story (1985) bukan cuma film polisi
biasa. Ini adalah kombinasi antara aksi brutal, komedi slapstick, dan dedikasi nekat yang bikin kamu
berkeringat cuma nontonnya.
Misi yang Berantakan Tapi Legendaris
Film ini dibuka
dengan Operasi Boar Hunt, misi penyamaran besar-besaran yang direncanakan Kepolisian Kerajaan
Hong Kong. Targetnya? Seorang bos kejahatan bernama Chu Tao.
Bersama timnya, Sersan
Chan Ka-Kui (diperankan langsung oleh Jackie Chan) menyamar di kawasan kumuh untuk
menangkap sang mafia. Tapi seperti yang bisa kamu tebak, rencana mereka kacau total.
Begitu para penjahat sadar kalau mereka dikepung, langsung terjadi baku tembak brutal di
tengah pemukiman padat. Warga panik, teriak, berlarian ke segala arah. Chu Tao kabur pakai mobil,
nabrak rumah-rumah saat melaju menuruni bukit, lalu lanjut kabur jalan kaki.
Di sinilah momen
legendaris pertama muncul, Ka-Kui mengejar bus tingkat yang dinaiki Chu Tao dan anak buahnya,
berlari secepat peluru, lalu mengarahkan pistol ke depan bus untuk memaksa sopir berhenti. Semua
terjadi tanpa CGI, hanya adrenalin dan nekat.
Pahlawan Sekaligus Masalah
Meskipun berhasil menangkap Chu Tao, aksi heroik Ka-Kui malah bikin atasan marah besar. Inspektur Raymond Li menilai operasinya berantakan, banyak korban, dan kerugian besar. Tapi demi pencitraan polisi di mata publik, Ka-Kui tetap dipajang di depan media sebagai 'pahlawan teladan.'
Belum
sempat istirahat, Ka-Kui langsung dapat tugas baru, melindungi Salina Fong, sekretaris pribadi Chu
Tao yang bisa jadi saksi kunci untuk menjerat bosnya di pengadilan.
Masalahnya, Salina ogah
kerja sama. Akhirnya Ka-Kui bikin rencana konyol, ia nyuruh polisi lain pura-pura jadi pembunuh
bayaran dan 'menyerang' Salina di apartemennya. Setelah mereka berhasil 'menyelamatkan' Salina
dari serangan palsu itu, gadis itu pun mulai percaya dan mau bersaksi.
Tapi hidup Ka-Kui emang gak bisa tenang. Saat ia dan Salina lagi di mobil, mereka diserang beneran oleh anak buah Chu Tao! Untungnya, Salina cepat tanggap, dia ngancam balik pakai pistol Ka-Kui dan berhasil bikin musuh kabur.
Kisruh di Rumah dan Drama Pengkhianatan
Setelah insiden itu, mereka balik ke apartemen Ka-Kui, tapi situasinya malah tambah kacau. Di sana ada May, pacar Ka- Kui, yang lagi ngadain pesta ulang tahun. Begitu lihat Salina cuma pakai jaket dan pakaian dalam Ka- Kui, May langsung ngamuk. Adegan ini jadi salah satu momen lucu dan 'relatable', campuran antara salah paham dan kekacauan khas film Jackie Chan.
Setelah situasi mulai reda, Salina sadar
kalau serangan di apartemennya sebelumnya cuma sandiwara polisi. Ngerasa dikhianati, dia marah,
menghapus rekaman pengakuannya, dan kabur malam itu juga.
Keesokan harinya di
pengadilan, rekaman bukti hilang, saksi gak datang, dan Chu Tao bebas dengan jaminan.
Tapi di balik senyum liciknya, Chu Tao udah punya rencana balas dendam. Ia menculik Salina supaya tetap bungkam, sementara Ka-Kui terus berusaha membersihkan namanya. Dalam proses penyelamatan Salina, Ka-Kui malah dijebak oleh Inspektur Man, yang ternyata korup dan kerja sama dengan Chu Tao! Rencananya kejam, Chu Tao mau membunuh Man pakai pistol Ka-Kui supaya Ka- Kui dituduh jadi pembunuhnya.
Dikejar, Dituduh, dan Balas dengan Gaya
Setelah
kejadian itu, Ka-Kui jadi buronan polisi. Ia mencoba menjelaskan ke atasannya kalau dia dijebak, tapi
gak ada yang percaya. Dalam momen nekat, Ka-Kui bahkan menyandera komandannya sendiri biar
bisa kabur dan terus mencari bukti kebenaran.
Sementara itu, Salina menyusup ke kantor Chu
Tao di sebuah pusat perbelanjaan mewah buat mencuri data kejahatan dari komputer. Tapi Chu Tao
keburu sadar dan datang bersama anak buahnya. Untung Ka-Kui dan May udah mengikuti mereka ke
sana, dan dimulailah pertarungan paling gila dalam sejarah film aksi Hong Kong.
Adegan di mal ini legendaris banget, kaca pecah di mana-mana, tubuh melayang, manekin hancur, dan barang dagangan beterbangan. Ka-Kui ngelawan semua anak buah Chu Tao sendirian, dan tiap pukulan terdengar nyata (karena memang nyata, semua tanpa pemeran pengganti!).
Saat koper berisi bukti kejahatan jatuh ke lantai dasar dan direbut lagi oleh Chu Tao, Ka-Kui meluncur turun dari tiang berlampu panjang dari lantai atas, nabrak lampu-lampu panas di sepanjang jalan, dan langsung menangkap Chu Tao di bawah. Adegan ini jadi ikon, gila, berbahaya, dan gak bisa ditiru.
Setelah semua selesai, Salina bersaksi kalau Chu Tao lah pembunuh sebenarnya, dan bukti kejahatannya ada di koper itu. Tapi pengacara Chu Tao malah balik menyerang polisi dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang. Kesabaran Ka-Kui habis. Dalam momen klimaks yang ikonik, ia memukuli pengacara dan Chu Tao tanpa ampun sampai teman-temannya menahannya. Penonton? Bersorak puas.
Produksi Penuh Luka dan Adrenalin
Yang bikin Police Story makin
ikonik bukan cuma ceritanya, tapi juga fakta di balik layar. Adegan aksi di film ini benar-benar
dilakukan langsung oleh Jackie Chan dan tim stunt-nya, tanpa efek komputer, tanpa jaring
pengaman.
Adegan di mal bahkan dijuluki 'Glass Story' karena saking banyaknya kaca yang
dipecahkan selama syuting. Saat Jackie meluncur di tiang lampu itu, tangannya terbakar derajat dua
dan punggungnya terkilir parah. Tapi karena mal harus dibuka keesokan harinya, mereka gak punya
waktu untuk ambil ulang. Salah satu stuntman bahkan ngasih Jackie selembar doa Buddha sebelum
ia melakukan adegan tersebut, kayak simbol restu sebelum aksi maut.
Jackie kemudian mengaku bahwa itu salah satu adegan paling menakutkan dalam kariernya, sejajar dengan adegan loncat dari menara jam di Project A (1983).
Waktu dirilis internasional, Police Story dapet
banyak komentar beragam dari kritikus barat.
Kim Newman dari Monthly Film Bulletin
bilang film ini dibuka dengan kejar-kejaran mobil yang 'menakjubkan,' tapi kemudian berubah jadi
komedi slapstick khas Jackie Chan, dengan adegan lempar kue dan humor fisik di tengah
kekacauan.
Sementara Vincent Canby dari The New York Times menyebut Jackie Chan sebagai
'perpaduan antara Buster Keaton dan Clint Eastwood,' tapi menurutnya Jackie lebih seperti 'versi
Asia dari Sylvester Stallone', penuh energi dan gak takut menertawakan dirinya sendiri.
Meski begitu, banyak yang sepakat satu hal, Police Story bukan sekadar film aksi, tapi warisan budaya sinema Hong Kong.
Pemeran
Jadwal Film
Hoppers
David
The Super Mario Galaxy Movie
Aku Harus Mati
The Hostage's Hero
Dhurandhar 2
Tunggu Aku Sukses Nanti
Danur: The Last Chapter
Na Willa
Pelangi Di Mars
Senin Harga Naik
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Number One
Everyday, We
Reminders of Him
Enhypen (Walk the Line Summer Edition)
Setan Alas!
Juara Sejati
Setannya Cuan
Peaky Blinders: The Immortal Man
Good Luck, Have Fun, Don't Die
The Bride
Hoppers
Hamnet
Undercard
Dead Man's Wire
Panda Plan: The Magical Tribe
Titip Bunda di Surga-Mu
The Last Supper
Lift (2026)
Scream 7
Blades of the Guardians
Marty Supreme
How to Make a Killing
Do Deewane Seher Mein
EPiC: Elvis Presley in Concert
Crime 101
Kokuho
Asrama Putri
GOAT
The King's Warden
08 April 2026
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
09 April 2026
Yohanna
09 April 2026
Ip Man: Kung Fu Legend
10 April 2026
Ghost in the Cell
15 April 2026
Ready or Not 2: Here I Come
15 April 2026
Lee Cronin's The Mummy
15 April 2026
Dalam Sujudku
16 April 2026
The Magic Faraway Tree
17 April 2026
Michael (2026)
22 April 2026
The Drama
22 April 2026
Para Perasuk
23 April 2026
Kupilih Jalur Langit
23 April 2026
Ikatan Darah
30 April 2026
Tumbal Proyek
13 Mei 2026
Children of Heaven (2026)
27 Mei 2026
The Furious
29 Mei 2026
Masters of the Universe (2026)
05 Juni 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026Berita Lainnya
Sinopsis Film HELLBOY (2019), Tayang Kamis 2 April 2026 Pukul 21.00 WIB
'THE SUMMER I TURNED PRETTY' Mulai Filming Season 3 dan Lanjutan Cerita