Alex Komang Berperan dalam Film Kolosal Malaysia

Selasa, 27 Juli 2004 15:10 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Sebuah epik kolosal yang digarap spektakuler film produksi Malaysia, Putri Gunung Ledang, dijadwalkan akan dirilis pada 25 Agustus 2004 di negerinya sendiri. Seperti diketahui, film yang konon termahal bujetnya di Malaysia ini juga dibintangi oleh pemain-pemain film Indonesia seperti Alex Komang, Slamet Rahardjo Djarot dan Christine Hakim serta penampilan khusus bintang muda Dian Sastro.

Hakekatnya para bintang Indonesia hanya menjadi pemeran pembantu belaka karena para pemeran utamanya tentu saja dipercayakan pada artis-artis Malaysia sendiri. Tokoh utamanya, sang Putri Gunung Ledang misalnya, dimainkan oleh Tiara Jacquelina. Sedangkan Christine Hakim hanya kebagian peran sebagai inang dayangnya belaka. Ada pun Alex Komang berperan sebagai tokoh Mahapatih dari Jawa yang berperingai licik dan culas.

Putri Gunung Ledang berkisah mengenai cinta puteri kerajaan Malaka, Gusti Putri Raden Ajeng Retno Dumilah yang dimainkan oleh Tiara Jacquelina (yang juga menjabat sebagai produser film ini). Dalam lawatannya ke kerajaan Sriwijaya, di kapal sang puteri jatuh cinta pada nakhodanya, Laksamana Raja di Laut, Hang Tuah.

Namun kisah cinta mereka mendapat rintangan karena perbedaan kasta antara keduanya. Meskipun Hang Tuah memiliki pangkat tinggi, namun ia tak memiliki darah ningrat karena berasal dari rakyat jelata. Namun masalah percintaan mereka tersisihkan untuk sementara ketika kerajaaan Sriwijaya di Palembang diancam ekspansi Demak dari Jawa Tengah. Sang Putri melarikan diri ke Gunung Ledang dan raib di sana, konon ia menjadi orang halus karena Hang Tuah terlambat menjemputnya.

Kisah itulah yang kemudian diangkat oleh sutradara Saw Teong Hin. Penggarapannya dilakukan dengan sangat serius dan konon menghabiskan dana sebesar 4 juta US dollar.

Film ini juga mendapat dukungan kongkrit dari Pemerintah Malaysia. Dukungan ini kabarnya akan dibuktikan dengan kehadiran Sri Sultan pada pemutaran perdananya.

Belum bisa dipastikan kapan film ini akan beredar di Indonesia. Yang jelas, Enfinity, selaku pihak produksinya telah memberikan hak distribusinya ke tangan Columbia Pictures untuk peredaran ke seluruh dunia.

(dst/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING