Atalarik Syach Akui Sempat Bawa Anak ke Psikolog

Jum'at, 27 Juli 2018 20:12 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Atalarik Syach Akui Sempat Bawa Anak ke Psikolog Atalarik Syah © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Seperti yang kita tahu kalau artis Atalarik Syach baru saja melakukan sebuah tindakan hukum. Tindakan ini ia lakukan demi anak-anaknya agar mereka terhindar dari pihak-pihak yang dapat melukai mereka. Tak sampai di situ saja, Atalarik Syah juga membawa anak-anaknya ke psikolog.

Hal ini diungkapkan oleh pria yang selalu tampak awet muda ini di sebuah kesempatan wawancara di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018). Atalarik Syach pun menyampaikan alasannya. "Kenapa anak saya bisa rutin saya bawa ke psikolog anak ya itu bentuk perhatian saya dan kepedulian saya terhadap tumbuh kembang anak," katanya.

Atalarik Syah sempat bawa anak ke psikolog © KapanLagi.com/Budy SantosoAtalarik Syah sempat bawa anak ke psikolog © KapanLagi.com/Budy Santoso

Selain sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya kepada anak-anaknya, Atalarik Syach masih memiliki alasan lain. Menurutnya psikolog jauh lebih paham daripada ia tentang perkembangan anak, begitu juga dengan perubahan yang mungkin terjadi kepada buah hatinya bersama Tsania Marwa. "Kacamata mereka (psikolog anak) kan lebih tajam," sambungnya.

Hal ini ia lakukan untuk menjaga anak-anaknya. Karena menurut penuturannya perubahan yang mungkin terjadi kepada anak tidak selalu terlihat dengan jelas. Misalnya saja goncangan psikologis. "Nggak kelihatan sama sekali," tegasnya.

Perubahan yang terjadi di dalam diri memang sulit dideteksi. Berbeda dengan perubahan yang terlihat oleh mata. "Misalnya, kenapa tiba-tiba mereka jadi pendiam atau anak ini mendadak jadi pemberontak? Itu kan harus dipantau," sambungnya.

Terkait hal ini Atalarik Syach juga menceritakan tentang perkembangan konsultasi anak-anaknya bersama psikolog yang didatanginya. Konsultasi ini sempat ia lakukan secara rutin, satu kali di setiap minggunya. Menutup statementnya ia berkata kalau ia dan anak-anak sudah tidak lagi datang ke psikolog. "Sudah selesai, jadi nggak perlu lagi," pungkasnya.

(kpl/far/ren)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING