Ayu Ting Ting Tak Mempertemukan Enji & Bilqis, KPAI Minta Tes DNA

Sabtu, 27 Mei 2017 15:45 Penulis: Ayu Srikhandi
Ayu Ting Ting Tak Mempertemukan Enji & Bilqis, KPAI Minta Tes DNA Ayu Ting Ting © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Seperti yang diketahui, Komisi Perlindungan Anak Indonesia telah turun tangan untuk kasus Ayu Ting Ting dan Enji. Apalagi sampai saat ini, penyanyi SAMBALADO itu belum mau kooperatif untuk mempertemukan pria bernama asli Henry Baskoro tersebut dengan anaknya, Bilqis Khumairah Razaq.

Menurut KPAI, mereka akan melakukan langkah terakhir untuk meminta tes DNA. Apalagi selama ini, pihak KPAI tak bisa mengontak Ayu Ting Ting dan keluarga besarnya. Menurut mereka, tes DNA akan menjadi bukti jika Bilqis memang anak kandung Enji, dan apabila Ayu Ting Ting tetap melarang bertemu akan ada pidana.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak dari Enji. Kalau misalnya pihak Enji ingin melakukan tersebut, ya kita lakukan. Tapi kalau tidak, kita close kasusnya," jelas Erlinda, kepala divisi sosialisasi KPAI, ditemui kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (26/5).

KPAI akan meminta tes DNA Enji dan Bilqis. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaKPAI akan meminta tes DNA Enji dan Bilqis. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Menurut Erlinda, tindakan Ayu Ting Ting dinilai menyalahi UU 35 tahun 2014. Jika memang penyanyi 24 tahun ini tetap kekeuh, bisa jadi terancam pidana dengan hukuman sampai tiga tahun.

"Ini adalah satu contoh tidak baik seperti dikatakan undang-undang 35 tahun 2014, bahwa kedua orangtua wajib memberikan hak nafkah, hak batin, dan perlakuan yang sama. Dan ada juncto pidananya jika anak dilakukan diskriminasi, ditelantarkan, tidak diberikan akses bertemu. Maka salah satu pihak akan bertanggung jawab dengan pidananya. Lumayan ya, kurang lebih 3 tahun. Kami berharap ini tidak terjadi. Dan, kami katakan, kami ingatkan bila anak ini bisa terganggu jiwa dan sosialnya," tukasnya.

Erlinda melanjutkan, "Ayu beserta keluarga besarnya (kurang kooperatif). Jadi kami berharap bisa mengetuk hati mereka kembali untuk ayo bersama kami. Kami bukan polisi, treatmentnya kami benar-benar kepentingan terbaik untuk anak. Paling utama adalah kami ingin membantu memberikan solusi dari masalah itu."

(kpl/abs/jje)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING