SELEBRITI

Bantah Tudingan Bela Terdakwa Pelecehan Seksual, Kak Seto: Mohon Pelaku Diberikan Hukuman Seberat-Beratnya

Jum'at, 08 Juli 2022 17:02

Klarifikasi Kak Seto soal tudingan bela pelaku pelecehan seksual ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto belum lama ini menjadi sasaran kemarahan netizen. Tak sedikit yang menghujat Kak Seto yang dituding menjadi pembela terdakwa kasus pelecehan seksual kepada Anak.

Tanggal 4 Juli 2022 lalu, Kak Seto hadir sebagai ahli di persidangan kasus pelecehan seksual pada anak yang dilakukan oleh terdakwa Julianto Eko Putra di Pengadilan Negeri Malang.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak yang juga hadir di persidangan tersebut merasa sangat kecewa dengan Kak Seto. Ia menyebut kalau kesaksian Kak Seto meringankan terdakwa.

1. Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-Beratnya

Bantah tudingan bahwa ia memberikan pembelaan dan meringankan terdakwa JE, Kak Seto pun akhirnya buka suara. Lewat postingan di instagram pribadinya, Pria 70 tahun ini mengatakan bahwa ia sama sekali tak membela terdakwa. 

Di situ, ia juga menegaskan bahwa pelaku kejahatan seksual pada anak harus dihukum seberat-beratnya. 

"Pelaku kekerasan atau kejahatan seksual kepada anak, perlu dihukum seberat-beratnya," ujar Kak Seto dikutip dari instagram-nya, Jumat (8/7).

2. Tak Mendukung

Menanggapi dari ramainya tudingan bahwa ia mendukung pelaku kejahatan seksual pada anak, Kak Seto sekali lagi menegaskan bahwa ia sama sekali tak ada kepentingan mendukung terdakwa. 

"Apakah benar Kak Seto mendukung? Saya tegaskan, saya tidak membela atau mendukung terdakwa. Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mendukung atau membela terdakwa," ujarnya.

"Bahkan, saya mendesak ke pengadilan, kalau terbukti terdakwa JE bersalah, mohon pengadilan berani menghukum terdakwa JE seberat-beratnya," sambungnya.

3. Sebagai Ahli

Kehadirannya di sana hanya sebagai ahli, yang mana ia berada di tengah dan netral. Ia sama sekali tak memihak terdakwa, apalagi mendukung dan membela terdakwa. 

"Kedua, saya hadir di sana sebagai ahli, bukan sebagai saksi, bukan pula sebagai saksi ahli. Karena sebutan saksi ahli sama sekali tidak ada," tuturnya.

"Ahli sama sekali tidak ada kepentingan untuk membela siapa pun juga, atau meringankan ataupun memberatkan siapa pun. Ahli berpikir dan bekerja, yaitu menjawab pertanyaan semata-mata berpatokan pada nalar keilmuan," imbuhnya.


REKOMENDASI
TRENDING