Bersihkan Nama Baik, Jeremy Thomas 'Masukkan' Lawan Dalam DPO

Kamis, 15 September 2016 16:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Bersihkan Nama Baik, Jeremy Thomas 'Masukkan' Lawan Dalam DPO Jeremy Thomas - Ina Indayanti/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Dua tahun lalu Jeremy Thomas sempat tersandung kasus sengketa villa di Bali. Sejak saat itu, ia merasa nama baik keluarganya menjadi tercemar. Terlebih lagi dengan pemberitaan sepihak tanpa adanya fakta dari pihak lawannya yakni Alexander Patrick dan Maratul Habibah alias Ara. Kini, Jeremy berupaya untuk memulihkan nama baik keluarganya.

Ditemani sang istri, Ina Thomas dan didampingi oleh kuasa hukumnya, yakni Yanuar Bagus SH, mereka pun menggelar jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada (14/9) malam.

Jeremy Thomas: Saya wajib merehabilitasi nama saya/©KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoJeremy Thomas: Saya wajib merehabilitasi nama saya/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

"Saya wajib merehabilitasi nama baik kami, khususnya juga untuk penggemar berat saya di Bali. Masyarakat sana masih rancu, ternyata setelah diselidiki, banyak mendapatkan informasi sepihak dan gagal menelaah produk hukum," ujar Jeremy.

Jeremy pun membeberkan bukti-bukti otentik yang diajukannya dalam kasus penyerobotan villa yang dibeli pada tahun 2014 lalu. Tiga dokumen tersebut adalah Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) dan surat keputusan dari Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Bali, yang membatalkan gugatan perdata dari pihak Alexander Patrick dan Ara, yang diputus oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Jeremy Thomas: Cyber crime sudah tahu mereka di mana/©KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoJeremy Thomas: Cyber crime sudah tahu mereka di mana/©KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

"Tiga bukti ini atau produk hukum yang sudah diuji, tidak usah dibahas karena sudah final. Pentingnya untuk menjawab spekulasi, terhadap apa yang dibicarakan oleh Ara yang sudah digemborkan masyarakat. Ini kasus ingin saya tutup karena sudah ketahuan siapa yang salah Fakta tiga produk hukum ini menjadi dasar," jelas bapak dua anak ini.

Soal keberadaan Alexander Patrick Morris dan Ara saat ini, Jeremy mengatakan kedua orang tersebut sudah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Mabes Polri. "Biar saja lah penyidik yang menyelesaikannya. Itu tugas penyidik jujur kami sedikit tertawa, saksi kami di teror. DPO sama tersangka ini tidak menyangka, mereka masuk dalam lingkaran target operasi. Cyber crime Mabes Polri sudah tahu dimana, sudah masuk antrian," tandas Jeremy.

(kpl/rhm/tch)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING