Betawi dan Jakarta Buat Oppie Kumis
Oppie Kumis
Kapanlagi.com - Sebagai seorang seniman Betawi, rupanya Oppie Kumis cukup menaruh perhatian pada kota Jakarta dan budaya Betawi. Seperti ketika ditemui beberapa saat yang lalu, Oppie pun menjelaskan tentang kota dan budaya tercintanya ini.
"Dari kacamata anak Jakarta, sebenarnya Jakarta maju pesat. Tapi penataan masih kurang rapih, dan macet sama banjir aja masih ada. Sebenarnya pemerintah nggak diam saja, mereka sudah buat Banjir Kanal Timur (BKT) dan memperbaiki kali-kali yang ada. Tahun depan sih semoga nggak ada banjir lagi. Karena selama ini gue sendiri sudah pernah empat kali ngalamin rumah kelelep. Itu tahun 2004 dan 2007. Yang paling parah sih tahun 2004. Banjir mencapai 6 meter. Genteng rumah gue aja sampe nggak keliatan. Untungnya genteng ada antena, dan antena itu jadi patokan rumah kita," ceritanya.
Oppie Kumis
Sedangkan, mengenai kemacetan, Oppie punya pendapatnya sendiri. "Kalau macet, memang sulit sih. Tapi sebenarnya bisa loh, macet bisa berkurang sampai 20-30 persen. Itu kalau manusianya sadar, mengikuti peraturan lalulintas, disiplin, dan jalanin 3 in 1. Pasti kalau menjalani itu nggak macet, nggak parah macetnya," ungkapnya.
Setelah berpanjang lebar mengenai fisik ibukota Indonesia ini, Oppie pun lanjut memberikan pendapatnya mengenai kesenian Betawi. Oppie pun berharap bahwa budaya ini akan terus dilestarikan, seperti yang diungkapkannya, "Saya pikir generasi muda saat ini gengsi-an. Mereka terpengaruh dengan budaya barat. Itu nggak bagus, itu racun. Contohnya aja sekarang, tanjidor, rebana, ngarak penganten dianggap ketinggalan jaman. Padahal semua bagus untuk kelestarian budaya. Tapi justru generasi muda malas untuk mempelajarinya. Justru orang tua yang main, umurnya di atas 50 tahunan. Niup aja nadanya sudah berubah. Udah nggak kenceng."
"Tapi beruntung masih ada anak muda yang peduli dengan budaya betawi. Ada Sanggar si Pitung di Rawabelong. Di sana bisa belajar tanjidor, silat, buat bir pletok dan belajar bikin kue kembang goyang," imbuhnya.
Oppie pun menaruh harapan yang besar bukan hanya untuk pembenahan kota, namun juga pelestarian kesenian Betawi. "Harapannya Jakarta lebih maju, tertib, jauh dari macet, dan banjir. Lalu damai, tentram, dan jauh dari kejahatan. Sama satu lagi saya pesen buat pemerintah. Tolong dibuatkan sanggar kesenian betawi. Biar kita bisa tampil di sana dan nggak ganti-gantian dengan yang lain. Gue sih pernah ngomong sama Gubernur Foke (Fauzi Bowo), beliau bilang Insya Allah. Kalau bisa sih dibuat di Situ Babakan biar bisa fokus. Karena di sana kan ada pusat kebudayaan betawi. Biar lebih bagus dan fokus," pungkasnya. Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/hen/mae)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
