Bursa Calon Ketua PARFI Kian Memanas

Senin, 17 April 2006 17:47 Penulis:
Kapanlagi.com - Kancah menuju singgasana ketua PARFI mulai memanas. Beberapa kubu mulai muncul membentuk satu kepentingan. Masing-masing kubu melontarkan beberapa kandidat yang dianggap laik untuk mengusur Eva Rosdiana, dari kursi ketua PARFI. Eva Rosdiana sendiri tidak dicalonkan dan tidak mencalonkan diri, pasalnya ditangan Eva, PARFI terpuruk.

Untuk sementara ini peta kekuatan berada di dua kubu, Piet Pagau dan Sultan Saladine. Bahkan Sultan menuding bahwa Piet Cs, membuat perpecahan di tubuh PARFI. Karena ada yang mensinyalir kubu Piet akan melakukan konggres tandingan. Ini mengakibatkan konggres PARFI diundur pada 18-19 Mei nanti.

"Kepimpinan PARFI periode lalu tidak jalan. Dan kini gejala kearah situ kembali tampaknya akan muncul lagi. Masalah pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Dan ada sebagaian teman yang kurang begitu paham akan tatib, itu hal yang wajar. Namun kedewasaan yang kita harapkan belum muncul juga. Mereka main terror lewat sms yang ditujukan kepada saya. Sepertinya warisan masa lampau masih ada di sekitar kita," ujar Sultan Saladien meninggi.

Sebagai salah satu kandidat ketua, saat ditemui di acara tumpengan tali kasih kongres PARFI ke 13, di gedung perfilman H.Usmar Ismail, Senin (17/4), Sultan Saladien tidak menuding kubu calon lawannya yang melakukan terror. "Namun ini merupakan hal yang tidak dipisahkan dari masa lalu PARFI," ujar Sultan.

Sementara dari kubu independent yang terdiri dari Camelia Malik dan Sys Ns, hanya mengomentari kalau PARFI hanya dijadikan ajang perebutan orang yang haus kekuasaan. "Itu memang paradigma lama yang sudah terbentuk saat dipimpin oleh Ratno Timoer," sergahnya. “Untuk itu saya berusaha untuk membuat PARFI ini menarik untuk kalangan muda bergabung," ujarnya lebih lanjut seraya berkampanye.

Munculnya Sultan Saladien dan Elma Theana, juga menyemburatkan aroma Brajamusti. Seperti diketahui keduanya Sultan dan Elma merupakan anggota Padepokan Brajamusti. Rupanya brajamusti klan mulai mencoba melakukan invasi untuk merebut posisi vital diberbagai organisasi nasional. Salah satunya PARFI. "Kalau Brajamusti bagus, kenapa tidak," tegas Sultan tanpa tedeng aling-aling.

Nama lain yang muncul sebagai kandidat adalah Ray Sahetapy. Ray merupakan salah satu, yang tergabung dalam Piet Cs. "Aku rasa Piet tidak akan melakukan konggres tandingan. Diakan salah satu calon ketua jadi tidak mungkin. Kalau kelompok mereka bertemu di suatu tempat tentunya tak lepas dari acara konsolidasi tim kampanyenya. Kalau ada yang bilang semacam itu, berarti mereka telah melakukan provokasi.

Panasnya kancah perebutan ketua PARFI juga karena nimbrungnya beberapa parpol. Tentunya petinggi parpol juga ikutan berkalkulasi andai kader partainya memimpin PARFI. Berapa suara yang akan mereka raih di pemilu depan.

Dede Yusuf tentunya berada di PAN, kabarnya dia juga akan ambil ancang-ancang. Adjie Massaid, ada di Demokrat, Keduanya gagah, fresh dan mewakili anak muda. Tinggal siapa yang pintar memancing di air keruh ributnya PARFI. Dialah pemenangnya, dan tanggal 18-19 Mei merupakan hari yang patut ditunggu.

(kl/ww)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING