SELEBRITI

Cerita Inspiratif Yuni Shara & Sekolah Miliknya yang Mulai Terapkan Subsidi Silang, Saling Bantu Demi Dapatkan Pendidikan Layak Bagi Semua Kalangan

Kamis, 12 Mei 2022 16:23

Kapanlagi/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Yuni Shara akan menerapkan subsidi silang untuk biaya murid-murid di sekolah miliknya di Kota Batu, Jawa Timur. Karena memang siswa yang belajar semakin beragam dari berbagai kalangan, walaupun awalnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

"Awalnya untuk sekolah anak-anak tidak mampu, tapi yang sekolah ternyata anaknya walikota, anaknya pejabat ini. Kalau misalnya, saya di situ kasih harga mahal juga nggak cocok," kata Yuni Shara di Kota Batu, Senin (11/5).

"Sekolah ini nantinya menerapkan subsidi silang pada akhirnya, yang mampu bisa membayarkan untuk yang tidak mampu. Karena memang fasilitasnya juga sudah memungkinkan melakukan itu," sambungnya.

1. Tempati Gedung Sendiri

Yuni menggelar ulang tahun ke-18, PAUD dan TK di bawah yayasan miliknya, Cahaya Permata Abadi. Perayaan yang berlangsung sederhana dan terbatas itu sekaligus tasyakuran menempati gedung baru di Jalan Imam Bonjol Kota Batu.

Sekolah tersebut sebelumnya menempati sebuah rumah yang disewa selama 10 tahun di Jalan Samadi Kota Batu. Tetapi saat ini telah memiliki gedung sendiri yang lebih representatif.

"Alhamdulillah semua bisa terjadi seperti ini, memang belum sempurna tapi akan berjalan pelan-pelan. Tapi kita harus pindah karena kontrakannya sudah habis, tidak ada pilihan. Jadi bikin ini sesederhana mungkin," ungkapnya tersenyum.

2. Banyak Pihak Terlibat

Gedung baru sekolah Cahaya Permata Abadi mulai dibangun sebelum Pandemi. Sehingga Yuni sendiri tidak banyak terlibat pembangunannya secara langsung. "Jadi saya tidak ke sini sama sekali. Saya tidak melihat, pemantauan pemindahan sekolah, pembangunan dan lain-lain. Saya tidak datang ke sini. Jadi selama dua tahun, saya tidak datang ke Kota Batu. Semuanya hanya video call dan WA," katanya.

Banyak pihak ikut membantu hingga gedung bangunan tersebut terwujud seperti sekarang ini, termasuk sedekah desain arsitekturnya dari sahabatnya, Otto Setyawan. Sementara kontraktor pembangunannya diserahkan kepada Ali Rifki, yang juga manager Arema FC. "Kebetulan teman dan teman, jadi saya bisa lewat telpon, WhattApps dan lain-lain," tegasnya.

Selain itu, beberapa pihak turut berkontribusi dalam bentuk barang seperti lantai marmer dan sound system. Bahkan secara khusus hall gedungnya dibangun atas bantuan CSR dari The Time Place. "Jadi hallnya itu dari The Time Place yang punya CSR membantu sekolah PAUD di Indonesia, ini salah satu yang dibantu," terangnya.

Yuni mengaku tidak pernah menyodorkan proposal bantuan, tetapi memang siapapun dipersilakan bila ingin membantu sekolahnya. Ia berharap sekolahnya akan memberikan banyak manfaat bagi tanah kelahirannya. "Saya membangun ini mudah-mudahan bermanfaat buat anak-anak, yang bisa sekolah di sini, terutama penduduk sekitar Batu sini. Saya lahir di Sisir, bangun sekolah di Sisir juga. Mudah-mudahan anak-anak bisa sekolah di sini.

Yayasan Cahaya Permata Abadi menanungi PAUD, TK A, TK B dan Penitipan Anak. Hingga saat jumlah muridnya sebanyak 160 anak.

 

3. Cerita Awal Geluti Dunia Pendidikan

Awalnya tidak terlintas dalam pikiran Yuni untuk terjun ke dunia pendidikan anak-anak. Rencana bermula muncul dari napak tilas untuk mendekatkan anak-anaknya dengan kampung halamannya. "Tempat kelahiran bundanya itu di sini. Akhirnya kita waktu itu nyari hotel juga penuh, kita dapat rumah sewaan, di situ kita bisa tinggal," kisahnya.

Akhirnya diputuskan bersama anak-anak untuk tinggal di Batu. Tetapi saat pamitan akan menempati rumah itu melihat kondisi sebuah sekolah yang memperihatinkan. "Saat itu juga, saya cari kontrakan untuk anak-anak sekolah ke situ," tegasnya.

Sejak saat itu, rumah kontrakan tersebut berlahan-lahan diperbaiki dari mulai mengecat dan membuat ornamen anak-anak. Kondisi itu pun berjalan lebih dari 10 tahun.


REKOMENDASI
TRENDING