Demi Suap Panitera 500 Juta, Saipul Jamiell Rela Jual Rumahnya

Sabtu, 18 Juni 2016 11:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Demi Suap Panitera 500 Juta, Saipul Jamiell Rela Jual Rumahnya Saipul Jamiell Suap Panitera/©/Muhammad Luthfi Rahman/merdeka.com
Kapanlagi.com - Pasca divonis 7 tahun penjara pada 7 Juni 2016 silam, hukuman atas pencabulan yang dilakukan Saipul Jamiell kepada korban DS mendapat keringanan menjadi 3 tahun kurungan penjara. Usai lewati pledoi yang dibacakan pada 10 Juni 2016, pengadilan memutuskan untuk mengurangi masa tahanannya karena Ipul dinilai sudah berkelakuan baik.

"Saudara dijatuhi hukuman penjara 3 tahun dipotong masa tahanan. Saudara punya hak untuk menerima, pikir-pikir atau mengajukan banding atau grasi. Silahkan saudara berunding. Karena terdakwa masih pikir-pikir, dan Jaksa Penuntut juga pikir-pikir, maka keputusan ini belum berkekuatan hukum tetap," tutup Ifa Sudewi, ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, usai mengetuk palu pada Selasa, 14 Juni lalu.

Namun, kabar mengejutkan datang dari pihak Ipul yang tertangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat sedang melakukan transaksi suap. Dilansir Merdeka, panitera yang bernama Rohadi dan salah satu kuasa hukum Ipul, Berthanatalia Ruruk Kariman tertangkap membawa uang sejumlah Rp 250 juta dalam pecahan Rp 100.000 yang dimasukkan dalam tas kresek merah di daerah Sunter, Jakarta Utara.

Kasman Sangaji, salah satu kuasa hukum Ipul ikut menjadi tersangka dugaan suap/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoKasman Sangaji, salah satu kuasa hukum Ipul ikut menjadi tersangka dugaan suap/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Setelah melakukan penangkapan pada Kamis, 16 Juni 2016, pihak KPK langsung meluncur ke rumah kakak Ipul, Samsul Hidayat, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. KPK juga mengamankan panitera pengganti serta ketua tim kuasa hukum Ipul.

Dari hasil gelar perkara, KPK menetapkan 4 tersangka yaitu Rohadi, Samsul Hidayat, Berthanatalia RK, dan Kasman Sangaji. Terungkap fakta jika sumber dana dugaan penyuapan ini adalah Saipul Jamiell sendiri. 

"Sumber uang ini adalah dari terdakwa SJ. Dia sampai menjual rumahnya buat ini. Dalam lidik ini mereka menjanjikan sesuatu berupa uang Rp 500 juta, tapi yang ditemukan hanya Rp 250 juta," tutup Komisioner KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/6).

Panitera muda PN Jakarta Utara, Rohadi dijerat pasal 12 no 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Nantikan update selanjutnya di KapanLagi.com®.

(kpl/tch)


REKOMENDASI
TRENDING