DHL Tak Ingin Ganti Rugi, Kuasa Hukum Dea Imut: Cukup Dea Saja Yang Jadi Korban

Jum'at, 08 Desember 2017 10:30 Penulis: Tyssa Madelina
DHL Tak Ingin Ganti Rugi, Kuasa Hukum Dea Imut: Cukup Dea Saja Yang Jadi Korban Kuasa Hukum Dea Imut, Henry Indraguna. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kasus hilangnya kamera milik Dea Annisa atau yang dulu dikenal sebagai aktris cilik Dea Imut berbuntut panjang. Pasalnya, setelah melakukan mediasi dengan pihak ekspedisi DHL Express, pihak ekspedisi tersebut bersikukuh tidak mau bertanggungjawab atas hilangnya kamera senilai Rp 250 juta itu.

Meski tak pernah bersinggungan dengan kasus hukum dan baru pertama kali menjalani proses persidangan, aktris cantik tersebut akhirnya buka suara. "Aku nggak pernah ikut mediasi, kupikir kayak ada win-win solution, dari kita kasih, mereka kasih. Ternyata mereka nggak ada tanggung jawab, kita cuma bilang oke," ungkap Dea saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Akibat tak ada titik terang dalam kasus tersebut, kuasa hukum Dea, Henry Indraguna pun meneruskannya ke Polda Metro dan Polsek Pancoran. "Kami juga sudah laporkan juga pidananya ke Polda Metro, kemarin sudah dilimpahkan ke posek Pancoran," tutur Henry Indraguna.

Dea kukuh ingin memperjuangkan haknya. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoDea kukuh ingin memperjuangkan haknya. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Henry pun berharap agar pihak berwajib segera mengusut masalah tersebut. "Orang mau mengirimkan barang ketakutan, ini yang kami jaga, cukup kamera Dea aja korbannya," tambahnya. Sama seperti kuasa hukumnya, Dea pun juga ingin memperjuangkan masalah tersebut hingga tuntas.

"Benar-benar harus fighting karena ini hak kita. Mereka harus menjalankan kewajiban mereka kan kita pakai jasa mereka nggak gratis, kita bayar ongkos kirimnya 560 ribu," tandas Dea. Ia pun juga cukup menyesalkan sikap pihak ekspedisi yang tidak mau cross check dua kali saat ada orang yang mengaku sebagai penerima barang.

"Di resi itu namanya Suhadi (Toto), sedangkan KTPnya itu Totok Suhadi, itu beda banget. Kalaupun nggak yakin kenapa nggak nelepon dulu ke kita? Jelas di resi ada nomor aku, sekarang kalau gitu semua barang orang bisa hilang dong?" tuturnya.

Pihak Totok Suhadi sebagai penerima sah pun belum menerima barang yang dikirimkan oleh Dea. "Dikirim Rabu sampe hari Jumat, nah Jumat nggak sampai. Senin kita telepon juga belom sampai kita sudah nelepon ke DHL dari Jumat sampai Selasa baru dikasih tahu kalau barangnya hilang. Kalau kita nggak nelepon kita nggak dikasih tau barangnya nggak ada," pungkas Henry Indraguna.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING