Dibilang Penganut Islam Radikal, Ini Tanggapan Ustaz Solmed

Jum'at, 09 Juni 2017 10:45 Penulis: Girindra Permana Cahya
Dibilang Penganut Islam Radikal, Ini Tanggapan Ustaz Solmed Ustaz Solmed

Kapanlagi.com - Ustaz Solmed cukup terkejut dengan penahanan dirinya oleh pihak Imigrasi Bandara Changi, Singapura. Bagaimana tidak, penahanan tersebut jadi pengalaman pertamanya setelah pria bernama asli Soleh Mahmud ini berulang kali menyambangi negeri Singa.

"Pertama, saya datang ke Singapura bukan sekali atau dua kali. Sudah banyak database di Singapura. Ya mungkin urusan bisnis, urusan keluarga. Kalau mau dicek udah bolak-balik istilahnya," tuturnya saat dihubungi awak media pada Rabu (7/6) kemarin.

Kedatangannya ke Singapura pun bukan dalam rangka untuk berceramah. Beberapa orang mengaitkan bahwa penangkapan ini berhubungan dengan nama Ustaz Solmed yang masuk dalam daftar hitam. Padahal ia hanya memakai pakaian normal tanpa ada identitas Islam yang ia kenakan.

Ustaz Solmed mengenakan pakaian biasa saat melintas imigrasi di Changi Airport © KapanLagi.com/Agus ApriyantoUstaz Solmed mengenakan pakaian biasa saat melintas imigrasi di Changi Airport © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Waktu saya datang kemarin bukan dalam rangka ceramah. Saya pakai sepatu, celana jeans, pakai jaket. Enggak (pakai kopiah atau identitas Islam lainnya). Saya pakainya itu di imigrasi. Udah iseng aja, 6 jam di sana. Gimana coba?," terangnya.

Mengenai kabar dirinya masuk daftar hitam karena dianggap ustaz radikal, pria berusia 33 tahun tersebut memberikan pendapatnya. Baginya tak mungkin jika hanya Singapura saja yang menahannya jika benar dia adalah seorang yang masuk catatan hitam.

"Tentu negara manapun entah Singapura, Indo atau Amrik berhak menginformasikan kalau termasuk blacklist, kalau saya emang diblacklist. Kok saya bisa dapat stempel? Iya dong? Kan saat di Imigrasi daftar itu udah keluar kalau orang itu emang terlarang. Buktinya saya dapat stamp. Jadi pernyataan itu terbantahkan dengan stamp yang didapatkan dari Singapura.

(kpl/pur/otx)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING