SELEBRITI

Didatangi Petugas Bea Cukai Karena Tuduhan Penjualan Barang Ilegal, Putra Siregar Ceritakan Kronologi Sebenarnya

Sabtu, 01 Agustus 2020 09:40

Putra Siregar © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - YouTuber dan pengusaha elektronik Putra Siregar akhirnya membeberkan secara rinci soal kasus dugaan penjualan handphone ilegal yang viral belum lama ini. Lelaki berusia 27 tahun ini menegaskan bahwa kasusnya dengan Bea Cukai itu terjadi ketika awal-awal dirinya merintis karier sebagai pengusaha di Jakarta pada tahun 2017.

"Jadi saya didatangi Bea Cukai itu bukan di pelabuhan atau bandara. Tapi di toko saya yang berukuran 2x3 meter di kawasan Condet, Jakarta Timur," ungkap Putra Siregar saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Jumat (31/7).

1. Berawal dari Teman Butuh Uang

Owner PSstore ini pun mulai menceritakan kronologi datangnya petugas Bea Cukai ke tokonya saat itu. Awalnya bermula ketika seorang teman ingin jual barang kepadanya karena butuh uang.

"Saya lupa kapan tepatnya, tapi di tahun 2017 itu teman saya menghubungi malam-malam mau jual barang ke saya. Posisi saya di Batam. Dia butuh uang dan mau jual barang, dan saya bilang datang saja ke toko di Condet," ujar Putra Siregar.

2. Diperiksa Bea Cukai

Kala itu, di tokonya tersebut ada saudaranya bernama Lahatta dan Leris yang biasa jaga dan melayani pembeli, namun saat itu yang datang tak hanya teman yang ingin menjual barang, tapi ada orang dari Bea Cukai datang bersama temannya tersebut. Setelah itu, belum sempat barang yang hendak dijual itu dicek, petugas Bea Cukai yang datang tersebut langsung memboyong barang beserta saudara Putra Siregar ke kantor untuk diperiksa.

"Kemudian tiba-tiba dia datang ngantar barang bersama petugas Bea Cukai. Nah, ditanyakan lah ini barang (handphone) punya siapa, karena kepabenannya belum selesai katanya atau bermasalah. Padahal itu barang mau dilihat dulu baru dibayar. Tapi sama petugas Bea Cukai langsung dibawa barangnya ke kantor, terus saudara saya dibawa untuk diperiksa," tuturnya.

3. Diperiksa Selama Tiga Hari

Pengusaha yang memiliki slogan Hp Pejabat Harga Merakyat itu mengaku bahwa kala itu saudaranya diperiksa selama tiga hari oleh Petugas Bea Cukai. Tak hanya dituduh melakukan penggelapan barang, Putra juga dituduh melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Terus tak lama kemudian ceritanya tiba-tiba saya dapat surat panggilan. Ya ditanyakan lah siapa yang memesan barang di teman saya itu. Saya bilang ya saya. Terus ya saya melengkapi berkas segala macam lah mondar mandir ke sana," katanya.

"Pas dituduh TPPU, ya saya serahkan rekening dan aset saya. Silahkan dicek, saya nggak pernah uang saya lalu lalang ke luar negeri. Karena saya pedagang mulai dari nol, jika dapat uang ya saya beli barang," pungkasnya.

Tak lupa, Putra Siregar menegaskan dirinya akan menyelesaikan kasusnya di Bea Cukai sampai ke persidangan, dan akan membayar kerugiannya agar masalahnya bisa segera berakhir.


REKOMENDASI
TRENDING