Didik Nini Thowok: Seniman Perlu Belajar Manajemen

Kapanlagi.com - Seniman perlu mempelajari secara baik ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen dalam rangka menyiasati perkembangan pasar, kata seniman tari asal Yogyakarta, Didik Nini Thowok. "Seniman perlu belajar manajemen untuk menyiasati pasar," katanya, di Borobudur, Minggu (15/3), sebelum berbicara pada sarasehan bertajuk Seni Tradisi Tanggung Jawab Siapa? di Pendopo Pondok Seni dan Budaya Boediardjo, Pondok Tingal Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Menurut dia, seniman harus bisa memadukan antara filosofi seni untuk seni dan seni untuk bisnis. Kualitas seniman dan karya-karya seniman Indonesia tidak kalah dengan seniman luar negeri, katanya.Tetapi, kata Didik yang juga Pimpinan Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Tari Natya Lakshita Yogyakarta itu, honorarium seniman Indonesia seringkali lebih kecil ketimbang seniman dari negara lain. "Standar seniman Indonesia seringkali lebih rendah ketimbang seniman luar negeri, padahal kualitas kita tidak kalah, tetapi honorariumnya hanya sepersepuluh dari seniman luar negeri. Itu dilirik oleh orang asing," katanya. Ia mengatakan, peluang seniman Indonesia untuk menghasilkan karya besar di luar negeri pada zaman sekarang terbuka luas. Namun, katanya, seniman harus didukung dengan penguasaan manajemen supaya mendapat tempat yang terbaik di mata internasional. Ia mengatakan, sikap kagum masyarakat internasional terhadap Indonesia lebih terpusat kepada keragaman budayanya. "Seniman ada di dalamnya. Orang luar negeri itu kagum kepada Indonesia karena keragaman budaya dan bukan teknologinya. Itulah kekuatan seniman untuk menghasilkan karya besar," katanya.     

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending