Ditanya Pendapatnya Tentang Sampah, Tony Q Rastafara: Itu Memang Beban

Kamis, 02 Agustus 2018 13:30 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Ditanya Pendapatnya Tentang Sampah, Tony Q Rastafara: Itu Memang Beban Tony Q Rastafara © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Seakan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan semakin berkurang. Banyak masyarakat yang masih saja seenaknya membuat sampah sembarangan. Melihat taman-taman kota bahkan tempat umum menjadi kotor tentu tak enak dipandang. Seperti Kali Item yang sudah bertahun-tahun airnya berwarna hitam dan berbau busuk.

Melihat hal tersebut banyak yang menyalahkan pemerintah karena tak berupaya lakukan pembersihan. Padahal ini adalah bentuk kewajiban bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pendapat tersebut juga diungkap oleh Tony Q Rastafara.

"Saya masih melihat sampai sekarang pun, orang-orang di Sudirman buang botol Aqua (sembarangan) artinya kita ga bisa menyalahkan pemerintah dengan caranya, tapi itu memang beban kita bersama dengan kita sebagai penduduk, memang dimulai dari kita ya untuk memulai semua. Seperti yang saya bilang tadi, kita ini sedang darurat sampah, termasuk salah satu kali itu, itu mungkin salah satu cara mereka," ungkap Tony Q Rastafara ditemui di Epiwalk Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).

"Mereka itu tujuannya baik ga salah, tapi dengan medsos sekarang ada yang bicara miring ada yang begini begitu, ya saya pikir itu menjadi masalah kita bersama. Tapi paling tidak dengan cara apapun kita memberikan solusi jangan cuma mengkritik ya, bagaimana itu bisa dibangun bersama. Kalau pemerinta sendiri yang dikritik harus sangat jeli, bagaimana mereka mengedukasi masyarakat," lanjutnya.

Tony Q Rastafara mengaku kurangnya kesadaran masyarakat yang buang sampah sembarangan © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaTony Q Rastafara mengaku kurangnya kesadaran masyarakat yang buang sampah sembarangan © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Apalagi setiap pemerintah bertindak, selalu saja ada yang mengkritik. Padahal cara yang paling benar adalah saling bekerja sama untuk menjaga kebersihan. Melakukan kerja nyata dengan langsung terjun untuk membersihkan.

Kesadaran diri sendiri juga diperlukan untuk mendapatkan lingkungan yang asri bebas dari sampah. Sebagai warga negara seharusnya peduli akan hal tersebut. Karena rusaknya atau kotornya lingkungan akan berdampak ke diri sendiri juga.

"Tapi cukup baik ya seperti pasukan orange yang tiap hari bekerja, bagus sih. Soal itu (sampah) emang areanya agak sulit ya, kita ga bisa menyenangkan satu pihak aja. Biar bagaimanapun itu adalah suatu produk, sejak Belanda lepas ya itu penghuni ibu kota. Dan kita ga bisa menyalahkan Gubernur sekarang atau Gubernur dulu, karena kita include bahwa penduduk setempat juga untuk memiliki kesadaran merawat kali yang ada di depannya sendiri. Kan ga bisa Gubernur tiap hari harus lewat kali kan ga bisa juga. Paling tidak dengan care yaa di depan kali 'oh iya jangan buang sampah'. Gak usah nunggu disuruh karena kan itu berdampingan dengan kita," pungkasnya.

(kpl/pur/gen)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING