Franky Sahilatua: Kasus Lapindo Sebuah Kutukan
Kapanlagi.com - Kegiatan pengeboran minyak oleh PT Lapindo Brantas yang menyebabkan fenomena alam semburan lumpur panas adalah sebuah kutukan. "Kasus Lapindo adalah sebuah kutukan. Tadi sore sudah ada kebocoran baru di lokasi yang baru lagi dan kali ini bukan lumpur yang menyembur, tetapi minyak," kata Franky Sahilatua di Jakarta, Kamis malam.
Pencipta dan penyanyi lagu-lagu balada ini mengatakan di planet ini tidak ada fenomena alam seperti yang terjadi di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
"Alam menegur kita," kata pria kelahiran 16 Agustus 1953 itu.
Ketika ditanya apakah pemerintah lamban dalam menangani kasus ini, dia menjawab bahwa kelambanan adalah hobi pemerintah.
Advertisement
"Saya hobinya nyanyi, pemerintah hobinya berlambat-lambat dalam menyelesaikan suatu kasus di negeri ini. Kalau sudah hobi, ya repot," katanya di sela-sela acara renungan tentang kasus Tibo yang penyelesaiannya juga lamban.
Apakah perlu memanggil ahli dari luar negeri untuk mengatasi masalah lumpur panas yang terjadi sejak akhir Mei itu?
"Kalau bisa presiden juga impor saja. Saya mencalonkan Zhu Rongji dari China untuk menjadi Presiden Indonesia," katanya.
Ketika ditanya mengapa, Franky menjawab dengan singkat?, "Karena rasanya dia lebih baik".
Franky yang juga pemerhati masalah lingkungan, beberapa waktu yang lalu menunjukkan keprihatinannya tentang masalah air dengan melantunkan nasib krisis air Jawa Timur, Surabaya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
