Hadir di Persidangan, Dea Annisa Berharap Kamera Mahalnya Bisa Kembali

Senin, 09 April 2018 16:15 Penulis: Ferry Sanjaya
Hadir di Persidangan, Dea Annisa Berharap Kamera Mahalnya Bisa Kembali Dea Annisa © Bintang.com/Adrian Utama Putra

Kapanlagi.com - Sidang kasus perdata antara ibunda Dea Annisa, Masayu Chairani dan jasa ekspedisi DHL terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini persidangan sudah masuk ke keterangan saksi-saksi.

Saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan kali ini berasal dari pihak penggugat. Setidaknya, dua orang sudah memberikan kesaksian hari ini, selanjutnya, tiga orang lainnya akan bersaksi di sidang berikutnya.

Dea Annisa yang turut hadir di Persidangan mengaku jika sampai saat ini dirinya masih berharap kamera yang harganya Rp 225 juta rupiah itu bisa kembali. "Iya sih. Sebenarnya karena kamera itu harusnya aku pakai buat syuting film kemarin, tapi karena ada kejadian ini akhirnya aku harus beli kamera baru, cari pengganti kamera, harus sewa kemarin akhirnya," ucap Dea Annisa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dea Annisa © Bintang.com/Adrian Utama PutraDea Annisa © Bintang.com/Adrian Utama Putra

Disamping itu, pihak Dea Annisa melalui kuasa hukumnya, Henry Indraguna pun meminta kebijaksanaan dari pihak DHL sebagai perusahaan pengiriman barang. Pasalnya, kuat dugaan, ada keteledoran dari pihak ekspedisi yang tidak sesuai prosedur pengiriman sampai akhirnya si kamera jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

"Mohon kebijaksanaan pada pihak DHL, biar gimana ini kan kameranya Dea. Dea kan pagi siang malam syuting cari uang, beli kamera, kameranya hilang. Mari kita sikapi dengan bijaksana. Kita tidak mencari yang benar dan salah. Apa pun yang kita terangkan di sini semua adalah dugaan ya tidak ada menuduh tidak ada apa pun juga," terang Henry Indraguna.

"Sudah jelas ya bahwa kami itu meminta kepada pihak DHL untuk mengirimkan kamera tersebut kepada Toto atau Suhadi, ada dua orang, Toto atau Suhadi dan alamat sudah tertera dengan jelas. Nah kenapa barang tersebut diambil di kantor DHL, harusnya kan dikirim kepada alamat yang kami berikan. Nah lebih lucunya buat kami, yang mengambil barang tersebut Suhadi Totok, terbalik, itu kan sudah berbeda, harusnya kalau identitasnya tidak sama atau diragukan, seharusnya pihak DHL menghubungi kami dulu apakah betul ada seseorang yang mau mengambil kamera tersebut, apa sulitnya untuk menghubungi, toh juga kontak whatsapp gratis, foto juga gratis, apa susahnya menghubungi, mengkonfirmasi langsung kepada pengirim atau penerima, apakah betul barang ini mau diambil di kantor DHL di Malang, dengan orang tersebut, KTP-nya ditunjukan, kalau ada konfirmasi, saya yakin tidak akan terjadi, karana tidak ada konfirmasi maka ini terjadi seperti ini," tutupnya.

Ditulis oleh: Rivan

(kpl/bin/frs)

Editor:

Ferry Sanjaya


REKOMENDASI
TRENDING