Halimah Kembali Ajukan PK Perceraiannya

Kamis, 12 April 2012 09:59 Penulis: Darmadi Sasongko
Halimah Kembali Ajukan PK Perceraiannya Halimah Agustina Kamil
Kapanlagi.com - Upaya Halimah Agustina Kamil untuk memperjuangkan keadilan tidak akan berhenti, bahkan yang dilakukan kini lebih membela perempuan pada umumnya, tidak hanya kasus dirinya dengan Bambang Trihatmodjo.

Chaerunissa Jafizham, pengacara Halimah dalam pernyataannya di Bussines Center Pullman, Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/12), mengungkapkan rencana kliennya yang akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas keputusan cerainya, dengan berdasar dalil pendapat berbeda (dissenting opinion) hakim konstitusi Akil Mochtar.

"Kami menghormati putusan MK, namun kami tidak sependapat. Bagi kami putusan MK telah menyia-nyiakan momentum bagi kaum istri dan perempuan Indonesia, begitu banyak istri yang dicerai dikarenakan pertengkaran yang tidak putus-putusnya. Tapi karena suami lah yang menyebabkan pertengkaran itu, karena berselingkuh atau backstreet dengan perempuan lain. Kami bermaksud untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) dengan pendapat Hakim Konstitusi Akil Mochtar," ungkap Chaerunissa Jafizham menguraikan.

MK sebelumnya telah menolak permohonan Halimah, yang menggugat Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut majelis hakim, yang dipimpin Mahfud MD, dalil pemohon tidak beralasan hukum. Namun putusan MK tidak bulat karena Hakim Konstitusi Akil Mochtar menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion). Akil menyatakan bahwa Pasal 39 ayat (2) huruf f UU Perkawinan ini justru mempermudah proses perceraian.

"Sebenarnya Ibu Halimah itu telah rugi sangat besar akibat perceraian dengan suaminya padahal suaminya lah yang telah melakukan hubungan gelap yang sudah kalian tahu semuanya," ungkapnya.

"Saya berpendapat bahwa pendapat Pak Mochtar sangat brilian di mana dia bilang MK tidak menolak begitu saja permohonan kami karena yang dinyatakan MK mengenai pertengkaran terus menerus itu menurut Mochtar tidak ada ukurannya. Kalau ada pertengkaran terus dan diputus perceraian apa ukurannya?" sambungnya.

Akil Mochtar, menurut Chaerunissa, juga menyatakan di negara lain tidak mudah dilakukan perceraian, sementara di negara Islam juga menganut begitu sementara di kita mudah sekali melakukan perceraian.

"MK bukan salah, tapi menyia-nyiakan kesempatan bahwa begitu banyak wanita Indonesia mengalami hal tersebut," tegasnya.

(kpl/gum/dar)


REKOMENDASI
TRENDING