SELEBRITI

Ikut Pride Parade, Kia AFI Ungkap Awal Mula Bergabung Dengan Komunitas LGBT di Amerika

Jum'at, 11 Juni 2021 09:35

Kia AFI ikut parade LGBT di Amerika (credit: instagram/kia_suban)

Kapanlagi.com - Usai menjadi runner up di Akademi Fantasi Indosiar atau AFI musim pertama, nama Petrus Kia Suban memang sudah jarang terdengar kabarnya. Ternyata setelah ditelusuri, pria yang akrab dipanggil Kia AFI itu kini tinggal di New York, Amerika Serikat.

Belum lama ini, Kia mengunggah sebuah foto di Instagram di mana ia menunjukkan keikutsertaannya dalam parade LGBT di Amerika Serikat. Dari pengakuan Kia, ternyata semua itu bermula ketika ia ikut sebuah komunitas saat sekolah di New York.

"Ketika aku dapat kesempatan sekolah di Broadway Dance Center, di New York. Memang aku aktif di Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat); ada beberapa mahasiswa memperkenalkan aku ke komunitas-komunitas Indonesia di New York, salah satunya komunitas LGBTQIA Indonesia, 'Satu Pelangi'. Dan bulan juni adalah bulan PRIDE. Sebagai orang Indonesia (perantau) yang tinggal di negara lain, merasa bangga kalau kita bisa terlibat di acara di negara tersebut, terlebih acara dunia. Apalagi sampai bisa jadi bagian di dalam parade. Tidak semua grup atau komunitas-komunitas yang mendapat kesempatan tersebut. Dan ketika dunia melihat keunikkan dari kebudayaan kita dan salutè akan INDONESIA itu pengalaman yang luar biasa," ujar Kia AFI, ketika dihubungi secara eksklusif oleh KapanLagi.com.

 

1. Soal Tanggapan Miring Dari Fans di Indonesia

Sejak memutuskan untuk ikut komunitas Satu Pelangi di Amerika, Kia sendiri tak peduli soal sentimen negatif terkait LGBTQIA dari para pengikutnya di Instagram. Ia lebih memilih untuk mengikuti hati nuraninya dengan membantu sesama perantau dari Indonesia.

"Mereka sempat bertanya, 'Apakah Kia mau ikutan parade bersama Satu Pelangi? Bagaimana dengan tanggapan masyarakat nanti terhadap Kamu as a Public Figure?' dan aku menjawab simple, 'Aku orang Indonesia dan Kamu juga orang Indonesia. Sudah sepatutnya kita gotong royong, saling membantu dan saling mendukung'. Di dalam parade yang hampir 4 jam lebih ini banyak grup-grup juga yang membawa nama negaranya. Dan suatu kebanggaan sekali ketika mereka announcing 'From Indonesia; Satu Pelangi!'," tuturnya.

 

2. Tak Berhak Menghakimi

Topik soal LGBTQIA memang terbilang cukup sensitif di Indonesia, hal itu ternyata juga diperhatikan dengan seksama oleh Kia. Namun menurutnya, setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing dan kita tak boleh menghakimi keputusan mereka.

"Yup, menurutku LGBTQIA adalah orientasi seksnya saja. Mereka sama seperti kita-kita manusia. Kita tidak berhak menghakimi kehidupan orang lain. Di Indonesia memang masih kurang/sedikitnya lembaga-lembaga atau komunitas-komunitas yang memberi pengetahuan positive tentang LGBTQIA, maka dari itu sejauh ini masih banyak negative feedback dan diskriminasi. Tetapi aku selalu punya pedoman dari Alm. Bapakku, DR. Boli Sabon Max, S.H., M.Hum. yang selalu ajarkanku 'Manusia akan selalu hidup berdampingan. Cintailah sesamamu seperti Kamu mencintai dirimu sendiri'," pungkasnya.

 


REKOMENDASI
TRENDING