Imelda Fransiska Tak Setuju Hukuman Mati

Kapanlagi.com - Peredaran serta pemakaian narkoba yang kian hari kian marak membuat prihatin runner-up Miss Indonesia 2005, Imelda Fransiska. Kendati begitu ia tak setuju apabila hukuman yang diberikan pada bandar ataupun

pengedar adalah hukuman mati.

Ditemui usai acara pengenalan ketua pelaksana harian Badan Nasional Narkotika, I Made Mangku dengan jajaran PARSI di Gedung BNN, Kamis (05/01), Imelda mengaku kematian adalah urusan Tuhan dan yang berhak mematikan manusia itu, juga Tuhan.

"Aku ngga setuju dengan hukuman seperti itu. Alangkah baiknya jika aparat membuat jera dengan hukuman penjara seumur hidup atau seberat-beratnya tapi jangan dihukum mati. Yang berhak ambil nyawa seseorang hanya Tuhan," jelasnya.

Ia beralasan walau hukuman mati dijatuhkan sekalipun pada pengedar atau bandar namun bukan dengan segera membuat jera pelakunya. Karena selama penegakan hukum mengenai narkoba belum maksimal dilaksanakan.

"Kalau kita lihat memang banyak pelaku yang dihukum maksimal tapi bagaimana proses pelaksanaan itu. Coba saja lihat, adanya penyuapan dan itu bukan rahasia umum lagi," akunya.

Kendati begitu Imelda menilai tak semua oknum aparat hukum yang berbuat demikian. "Saya percaya penyuapan itu ada dan ngga semua petugas berperilaku begitu. Ada juga yang petugas yang baik. Saya pikir adanya razia belakangan ini turut mengantisipasi peredaran narkoba," sambung wanita kelahiran 1982 ini.

Tentang narkoba ia punya pengalaman sendiri ketika menyambangi tempat rehabilitasi ketergantungan narkoba di Jakarta.

"Duh, jangan sampai kena gituan deh. Ngeri. Apalagi pas lihat orang yang sakau. Badan bukan kita yang kontrol tapi ada sesuatu yang mengendalikan tubuh kita. Makanya hal itu saya jadikan pelajaran sekaligus penyuluhan pada diri sendiri," imbuhnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/iin)

Rekomendasi
Trending