SELEBRITI

Indro Ceritakan Asal-Usul Nama Warkop DKI, Ternyata Filosofis Banget!

Selasa, 27 Agustus 2019 13:45 Penulis: Sora Soraya

Indro Warkop © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Sebagai satu-satunya punggawa Warkop DKI yang masih tersisa, Indro Warkop sepertinya masih berjuang untuk menularkan energi positif dari grup lawak yang ia bentuk bersama mendiang Dono dan Kasino itu. Terbukti, hingga saat ini ia masih aktif bercerita soal asal muasal grup lawaknya itu.

Ketika ditanya soal hal tersebut, rupanya Indro Warkop mengaku ada makna yang sangat filosofis di balik terbentuknya Warkop DKI. Nggak hanya sekedar singkatan dari 'Warung Kopi', ternyata nama grup lawaknya itu juga punya arti lain.

"Kita mau ngomong kenapa sih disebut Warung Kopi. Itu dimulai dari kebisaan dan keinginan kita untuk ngobrol secara demokrasi di Warung Kopi. Kita mengidamkan Warung Kopi karena di sana ada demokrasi. Itu kenapa kami bangga menjadi nama Indro Warkop, Dono Warkop, Kasino Warkop," ucap Indro di Karnos Film, Cimanggis, Jawa Barat, Senin (26/8).

1. Warkop = Wajah Indonesia

Warung kopi sejatinya adalah tempat untuk menikmati kopi. Namun, menurut Indro, warkop lebih dari itu, warkop mampu merepresentasikan wajah Indonesia. Malahan, pria yang akrab disapa dengan nama Pakde Indro ini menganjurkan anggota DPR untuk ikut ngobrol langsung dengan masyarakat di warkop.

"Warung kopi itu sendiri kan budaya kita, secara budaya di situlah komunikasi terjadi, di situ lah adanya demokrasi. Kita ngobrol sama temen-temen. Kalau pandai, harusnya (anggota) DPR banyak ngobrol di warung kopi untuk ngobrol sama masyarakat. Warung kopi itu adalah wajah Indonesia banget," imbuhnya lagi.

2. Ikut Prihatin dengan Kondisi di Papua

Bukan hanya itu, bersama pemain WARKOP DKI REBORN 3, Randy Danistha, Adipati Dolken, dan Aliando Syarief, serta Edo Kondologit, Indro ikut prihatin dengan apa yang sedang terjadi di Papua. Tak lupa, ia juga turut menyebarkan pesan perdamaian.

"Saya mau ucapkan keprihatinan atas apa yang terjadi kepada saudara kita di Papua. Ya (kami) bukan duta perdamaian, tapi (punya) keinginan menggaungkan perdamaian itu," pungkas Indro.

(kpl/apt/sry)


REKOMENDASI
TRENDING