Ini Pesan Terakhir Almarhum Dono Untuk Anak-Anaknya

Senin, 04 Januari 2016 21:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Ini Pesan Terakhir Almarhum Dono Untuk Anak-Anaknya Dono dan Keluarga © Dokumen Pribadi
Kapanlagi.com - Tahun 80 dan 90an silam, nama Warkop DKI sangat populer dan dielu-elukan publik. Trio yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro itu adalah legenda komedian tanah air yang film-filmnya hingga saat ini pun masih sering diputar ulang di berbagai stasiun televisi.

Sayangnya, tahun 1997 silam Kasino meninggal dunia, lalu disusul Dono yang menghembuskan nafas terakhirnya 4 tahun berikutnya. Setelah 10 dekade berlalu, keluarga Dono yang jarang di-ekspose media tiba-tiba mencuat dan ramai jadi bahan perbincangan publik.

Usut punya usut, Dono memiliki tiga orang anak laki-laki, Damar Canggih Wicaksono, Andika Aria Sena dan Satrio Sarwo Trengginas. Mereka sudah harus menjalani hidup sebagai seorang yatim piatu di usia muda lantaran sang ibunda meninggal dua tahun sebelum almarhum Dono. Hidup tanpa kasih sayang orangtua dan tanpa banyak peninggalan harta warisan tak lantas membuat hidup Damar, Aria dan Satrio berantakan. Yang ada, mereka malah sukses menempuh pendidikan dengan usaha sendiri.

Foto kenangan almarhum Dono dan anaknya © Path/Andika Aria SenaFoto kenangan almarhum Dono dan anaknya © Path/Andika Aria Sena

Sebelum meninggal dunia, Dono sendiri sempat meninggalkan sebuah pesan terakhir untuk putra sulungnya, Aria. Beliau cuma menegaskan jika selama ini uang yang Ia gunakan untuk membesarkan anak-anaknya itu bersih.

"Sebelum meninggal dia (Dono) pesan, 'Kamu dan adik-adikmu saya kasih makan dari duit halal. Insya Allah jadi anak yang halal'. Semua anak Warkop dikasih makan duit halal. Adik-adik saya nggak ada yang aneh-aneh, mereka tahu mana yang salah dan nggak dan yang penting tanggung jawab," ujar Aria Sena ketika ditemui di rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Sabtu (2/1).

Seperti diketahui, anak kedua Dono, Damar saat ini tengah melanjutkan pendidikan S3 jurusan Teknik Nuklir di Swiss. Tak sekedar jadi murid biasa, Ia bahkan keluar sebagai best student hingga dikirim untuk jadi pembicara dalam konferensi internasional Nuklir baik di Jepang dan Amerika Serikat.

(kpl/ded/gtr)

Reporter:

Dedi Rahmadi

REKOMENDASI
TRENDING